Apa itu Ablasi Radiofrekuensi?

Ablasi radiofrekuensi atau radiofrequency ablation (RFA) adalah prosedur medis yang menggunakan energi panas untuk menghancurkan penyakit dan jaringan abnormal. Ini adalah salah satu bentuk dari ablasi. Bentuk lainnya menggunakan sinar laser (ablasi laser) dan suhu dingin yang ekstrem (krioterapi).

RFA melibatkan penyisipan probe dengan elektroda pada ujungnya ke dalam sayatan kecil pada kulit. Probe tersebut akan memberikan energi panas ke area yang ditargetkan dengan bantuan CT scan, MRI, atau ultrasound.

RFA membutuhkan obat penenang ringan atau bius lokal dan seringkali dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Tapi dalam beberapa kasus, pasien mungkin perlu tinggal di rumah sakit selama semalam. Karena perlu dimonitor untuk kemungkinan komplikasinya.

Siapa yang Perlu Menjalani Ablasi Radiofrekuensi dan Hasil yang Diharapkan

RFA dapat digunakan untuk mengobati masalah-masalah kesehatan berikut:

  • Esofagus Barett - RFA digunakan untuk menghancurkan lapisan esofagus yang sakit yang menyebabkan kondisi ini.

  • Kanker - RFA digunakan untuk mengobati kanker jika operasi bukanlah pilihan. Misalnya, jika tumor terlalu dekat dengan organ vital atau pasien terlalu lemah untuk menjalani operasi. RFA dapat digunakan untuk mengobati tumor kecil dan kanker stadium awal. Untuk prosedurnya, probe dimasukkan ke dalam pertumbuhan abnormal melalui sayatan kecil di kulit. Kemudian, probe mengirimkan arus listrik yang memanaskan sel kanker ke suhu tinggi. Akibatnya, sel kanker mati. Kanker yang bisa diobati dengan RFA adalah kanker yang berkembang di paru, hati, ginjal, tulang, dan prostat.

  • Aritmia - RFA dapat digunakan untuk menghancurkan jaringan yang menyebabkan irama jantung abnormal. Ini adalah pilihan jika pasien tidak merespon dengan baik terhadap obat-obatan. Saat ini, ablasi adalah pengobatan standar untuk takikardia supraventrikular (SVT) dan atrial flutter.

  • Sakit kronis - RFA sering digunakan untuk mengobati rasa sakit kronis. Ini digunakan untuk menghancurkan bagian jaringan saraf yang mengirimkan sinyal nyeri ke otak.

  • Obstructive sleep apnea (OSA) - RFA adalah pilihan pengobatan yang aman untuk orang dengan OSA ringan sampai sedang. Bisa digunakan untuk mengubah bentuk lidah. Hal ini juga bisa digunakan untuk menyebabkan jaringan parut pada jaringan yang menyebabkan OSA.

  • Varises - Varises membesar dan membengkak yang sering nampak pada kaki. RFA dapat digunakan untuk memanaskan dan merusak dinding varises hingga menutup.

Cara Kerja Ablasi Radiofrekuensi

Pasien dengan penyakit atau kondisi di atas bisa membahas kemungkinan pelaksanaan RFA dengan dokter mereka. Jika RFA direkomendasikan, dokter akan menjelaskan prosedur kepada pasien. Penting agar pasien mengetahui dan memahami kemungkinan manfaatnya serta risiko dan komplikasinya. Semua pertanyaannya juga harus dijawab sebelum pengobatan dimulai.

Untuk prosedurnya, langkah-langkah di bawah ini akan diambil:

  • Pasien terhubung ke monitor. Hal ini dilakukan untuk mengawasi tanda vitalnya selama prosedur berlangsung.

  • Pasien diberi bius lokal dan obat penenang ringan melalui jalur intravena (IV). Karena ini, pasien tidak akan merasakan sakit atau ketidaknyamanan selama prosedur berlangsung.

  • Titik masuk untuk jarum dibersihkan dan disterilkan. Ini membantu mencegah infeksi.

  • Jarum dimasukkan ke dalam kulit. Dengan menggunakan MRI atau CT scan, jarum diarahkan ke area target. Setelah di sampai, microelectrode dimasukkan melalui jarum.

  • Energi diterapkan pada jaringan yang sakit atau tidak normal. Jika diperlukan, jarum akan direposisi dan beberapa ablasi dapat dilakukan. Hal ini dilakukan sampai semua bagian yang sakit hancur.

  • Elektroda jarum kemudian ditarik. Jalur intravena juga dilepas. Sayatan di kulit kemudian ditutup dengan perban steril

  • Pasien kemudian dipindahkan ke ruang pemulihan selama beberapa jam.

  • Pasien dipantau untuk komplikasi. Ia mungkin perlu tinggal di rumah sakit dalam semalam.

  • Nyeri yang disebabkan oleh prosedur dapat dikontrol dengan obat penghilang rasa sakit oral.

  • Penderita disarankan untuk beristirahat di rumah. Mereka harus menunggu beberapa hari sebelum kembali ke rutinitas mereka. Mereka juga tidak diizinkan menyetir sendiri untuk pulang.

Kemungkinan Komplikasi danm Risiko Ablasi Radiofrekuensi

Secara umum, RFA adalah prosedur yang aman. Namun, itu memiliki risiko kecil. Hal ini juga memungkinkan beberapa komplikasi terjadi. Tapi mereka sangat jarang. Ini termasuk:

  • Infeksi di tempat suntikan

  • Nyeri - Sakit setelah RFA sangat umum terjadi. Hal ini diobati dengan obat penghilang rasa sakit oral

  • Kerusakan jaringan sehat di sekitarnya.

  • Gejala seperti flu. Ini akan hilang dalam waktu seminggu

  • Perdarahan, yang biasanya sembuh dengan sendirinya. Perdarahan yang parah sangat jarang terjadi

Rujukan:

  • Woodson BT, Nelson L, Mickelson SA, Huntley T, Sher A. A multi-institutional study of radiofrequency volumetric tissue reduction for OSAS. Otol H&N Surg. 125(4):303-311, 2001.

  • Jarnagin WR. Radiofrequency ablation for liver tumors. In: Blumgart’s Surgery of the Liver, Biliary Tract and Pancreas. 5th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2012

  • El-Nashar SA, Hopkins MR, Creedon DJ, et al. Prediction of treatment outcomes after global endometrial ablation. Obstet Gynecol. Jan 2009;113(1):97-106. [Medline].

Bagikan informasi ini: