Apa itu Pengangkatan Jahitan dengan Anestesi?

Pengangkatan jahitan dengan anestesi adalah prosedur untuk membuka jahitan pasca operasi tanpa menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Jahitan digunakan untuk memperbaiki kulit, apabila luka terlalu besar dan tak dapat menutup dengan alami. Dalam kasus ini, dan bila menggunakan jahitan non-absorbable (tak dapat diserap), maka perlu dibuka saat luka telah cukup sembuh. Terkadang prosedur ini menyakitkan. Oleh karena itu, pasien akan dibius agar tidak merasa sakit.

Siapa yang Perlu Menjalani Pengangkatan Jahitan dengan Anestesi dan Hasil yang Diharapkan

Jahitan digunakan untuk menutup luka dan sayatan bedah. Ini terbuat dari benang atau untaian yang merapatkan ujung-ujung kulit. Ketika luka telah sembuh dan jahitan tidak lagi diperlukan dan maka harus dibuka.

Ada jahitan absorbable (dapat diserap tubuh) karena terbuat dari bahan yang mudah diserap. Namun, ada jahitan berbahan sintetik sehingga tubuh tak mampu menyerapnya. Itulah mengapa pasien harus kembali mengunjungi dokter untuk membuka jahitan.

Umumnya, dokter menggunakan jahitan tak dapat diserap karena dapat memperbaiki luka besar yang cukup lama untuk sembuh. Jahitan ini lebih kuat dan tidak berubah dalam waktu yang lama. Jenis-jenis jahitan tidak dapat diserap adalah:

  • Prolene
  • Nilon
  • Sutra


Sebelum membuka jahitan, dokter akan memeriksa dan memastikan luka telah sembuh. Jahitan harus tetap berada di tempatnya dalam jangka waktu tertentu sebelum dibuka. Biasanya, jahitan boleh dibuka dalam 7-14 hari. Hal ini tergantung pada lokasi luka. Pembukaan jahitan di area dengan aliran darah yang bagus biasanya lebih cepat karena lebih dulu pulih. Di bawah ini adalah acuan masa pembukaan jahitan:

  • Jahitan wajah – 3-5 hari
  • Tangan dan kaki – 10 hari
  • Persendian – 10-14 hari
  • Punggung – 14 hari
  • Perut – 7 hari


Setelah tanpa jahitan, luka akan berangsur membaik hingga kekuatan alaminya kembali. Luka perlu ditangani dengan baik sampai benar-benar sembuh, untu mencegah bekas luka dan komplikasi lainnya. Wajar bila kulit luka menjadi menonjol kemerahan selama 2-3 bulan. Biasanya akan berangsur normal dalam 6 bulan. Sedangkan pemulihan total membutuhkan waktu 8 bulan.

Cara Kerja Pengangkatan Jahitan dengan Anestesi

Langkah-langkah pengangatan jahitan di bawah pengaruh anestesi adalah:

  • Dokter akan membuka kasa atau pembalut yang menutupi luka.
  • Dokter akan membersihkan area luka dengan antiseptik.
  • Kemudian, dokter menjepit ujung di tiap simpul jahitan dengan tang penjepit steril.
  • Dokter memotong jahitan dengan gunting bedah atau pisau bedah kecil.
  • Lalu dokter menjepit dan perlahan mencabut jahitan dari kulit. Teknik pengangkatan disesuaikan dengan teknik jahitan. Contohnya di antaranya jahitan terputus (interrupted/intermittent suture) dan modifikasi (blanket/continuous sutures).
  • Setelah seluruhnya terangkat, dokter akan membersihkan dan kembali membalut luka.


Selama prosedur berlangsung, pasien tidak akan merasa sakit karena berada dibawah pengaruh obat bius.

Terkadang, jahitan tidak seluruhnya dapat diangkat dalam satu sesi. Pasien diminta berkunjung kembali. Jika luka tidak kunjung membaik, jahitan pengganti atau yang kedua akan diangkat terlebih dahulu. Sedangkan sisa jahitan diangkat di kemudian hari atau minggu. Namun, jika seluruh bagian luka membaik, maka seluruh jahitan akan diangkat.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pengangkatan Jahitan dengan Anestesi

Pasien dengan luka jahitan harus selalu menjaga kebersihan, mengeringkan, serta mengganti kasa atau pembalut secara rutin. Ini adalah cara untuk meminimalisir bekas luka untuk meminimalisir bekas luka. Jika luka senantiasa pulih dengan baik, maka jahitan dapat dibuka dengan mudah, tanpa komplikasi apapun.

Obat bius untuk prosedur ini digunakan dalam dosis rendah. Meski demikian, resiko obat bius tetap ada. Di antaranya:

  • Reaksi alergi
  • Anafilaksis atau reaksi alergi yang sangat parah
  • Sakit tenggorokan
  • Saraf terluka
  • Kebutaan


Proses pembukaan jahitan sendiri dapat memicu komplikasi. Ini termasuk:

  • Tidak mampu memisahkan seluruh jahitan dari jaringan
  • Luka kembali terbuka saat prosedur berjalan
  • Bekas luka hipertrofik
  • Terbentuk keloid


Pasca pengangkatan jahitan, pasien harus segera menghubungi dokter bila menyadari atau merasakan gejala-gejala berikut:

  • Kemerahan
  • Nyeri semakin bertambah
  • Demam
  • Pembengkakan
  • Peradangan di sekitar luka
  • Luka mengeluarkan nanah
  • Perdarahan

Rujukan:

  • Samartsev V, Kuchumov A, Gavrilov V. “Sutures in abdominal surgery: biomechanical study and clinical application.” Central European Journal of Medicine. 2014 Dec; 9(6): 849-859. http://link.springer.com/article/10.2478/s11536-013-0334-7

  • Young K. “An Overview of Sutures in Surgical Practice.” World Journal of Medical education and Research. 2013 July. 3(1). http://www.wjmer.co.uk/downloads/journalvolume3indarticles/PDF/AnOverviewofSuturesinSurgicalPractice.pdf

Bagikan informasi ini: