Apa itu Dental Radiografi

Lebih dikenal sebagai dental radiografi, radiografi kedokteran gigi adalah tindakan diagnosa yang membantu dokter gigi untuk melihat struktur gigi yang tidak dapat terlihat langsung oleh mata. Dental radiografi juga dapat digunakan untuk mencari keberadaan lubang pada gigi, kerusakan tulang pada gigi dan tulang rahang, dan begitu juga untuk mendeteksi keberadaan tumor (baik yang jinak maupun yang ganas) di dalam mulut. Dental radiografi tidak hanya dapat menghasilkan gambar bayangan gigi pasien, tetapi juga dapat menghasilkan gambar struktur jaringan lunak dan tulang rahang.

Biasanya, dental radiografi diambil saat konsultasi dokter gigi yang pertama. Gambar bayangan yang dihasilkan ini akan membantu dokter gigi untuk memeriksa area tertentu dan menentukan diagnosa yang tepat setelah mendengar keluhan pasien. Gambar bayangan ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk tindakan lanjutan setelah satu tindakan lain selesai dilakukan, untuk memastikan bahwa perawatan yang sudah dirancang sudah berjalan dan memberikan hasil sebagaimana mestinya.

Hampir semua dokter gigi menggunakan dua jenis sinar-X, yaitu tipe intraoral dan ekstraoral. Kedua jenis ini dibagi berdasarkan daerah di mana sinar-X digunakan. Sinar-X intraoral, jenis yang paling umum, memberikan gambar bayangan struktur gigi (termasuk juga tulang rahang tempat gigi terletak). Sementara itu, sinar-X ekstraoral digunakan untuk melihat struktur tulang tengkorak dan juga tulang rahang lewat gigi pasien yang juga tampak pada gambar hasilnya.

Sinar-X intraoral biasanya menghasilkan gambar yang lebih detail dibandingkan gambar hasil sinar-X ekstraoral, dan sering digunakan untuk mendeteksi keberadaan lubang pada gigi, melihat akar gigi dan tulang di sekitarnya, memantau perkembangan pertumbuhan gigi, dan juga untuk memperoleh informasi kesehatan gigi pasien secara umum. Jenis sinar-X intraoral termasuk sinar-X bite-wing (memberikan gambar deretan gigi bawah dan deretan gigi atas dalam satu gambar), sinar-X occlusal (memberikan gambar yang berukuran paling besar dan dapat menyajikan gambar seluruh gigi. Sinar-X jenis ini menampilkan seluruh deret gigi di kedua sisi rahang), dan sinar-X periapical (menampilkan gambar keseluruhan untuk satu gigi saja, dari bagian akar yang tertanam di tulang rahang hingga mahkota gigi). Satu set gambar bayangan sinar-X periapical, yang berjumlah 21 buah, biasanya diambil saat kedatangan pertama pasien. Sedangkan untuk pengambilan gambar bayangan sinar-X bitewing biasanya diambil untuk keperluan perawatan lanjutan.

Sementara itu, sinar-X ekstraoral dapat berguna untuk mendeteksi keberadaan gigi yang terjepit. Beberapa ahli medis juga menggunakan teknik ini untuk mendiagnosa keberadaan tumor di dalam mulut dan struktur di sekitarnya. Jenis sinar-X ekstraoral yang paling umum dalah sinar-X panorama. Jenis sinar-X ekstraoral lainnya adalah projeksi cephalometrik (digunakan untuk menghasilkan gambar dari salah satu sisi kepala pasien; ini perlu dilakukan untuk memeriksa hubungan antara gigi dan tulang rahang), tonogram (berguna untuk mengambil gambar di bagian tertentu pada mulut untuk pemeriksaan yang lebih jelas), CT Scan (menghasilkan gambar tiga dimensi dari struktur mulut), dan sialografi (digunakan untuk membuat model kelenjar air liur pasien dengan bantuan cairan khusus untuk memperjelas bentuknya).

Siapa yang Perlu Pemeriksaan dengan Dental radiografi

Hampir semua pasien perlu melakukannya, bahkan untuk pasien yang memiliki riwayat kesehatan gigi yang baik, karena tindakan ini adalah prosedur standar selama konsultasi gigi. Pemeriksaan dengan sinar-X perlu dilakukan setidaknya sekali setiap tahunnya, atau dua kali setahun jika pasien sedang menjalani perawatan atau jika dokter gigi sedang memantau kondisi kesehatan gigi pasien.

Jika ada masalah pada mulut, gigi, dan tulang rahang – terutama jika tidak ada penyebab yang tampak – perlu segera melakukan pemeriksaan menggunakan sinar-X. Berbagai masalah yang tersembunyi, seperti gigi terjepit, kerusakan gigi, kerusakan pada akar gigi dan tulang rahang, cedera pada gigi, masalah pada saraf, bisul, tumor, dan kista dapat dilihat dengan menggunakan teknik pengambilan gambar bayangan ini. Merencanakan pengobatan atau pemasangan alat bantu gigi juga dapat terbantu dengan sinar-X; gambar bayangan ini dapat membantu dokter gigi untuk melihat struktur gigi yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pencabutan gigi yang kompleks, pembedahan saluran akar, dan pelurusan gigi juga dpat dibantu dengan gambar bayangan sinar-X yang akurat.

Hasil yang normal dari tindakan ini umumnya menandakan pasien memiliki kesehatan gigi yang baik, dengan tidak tampaknya lubang, cedera, dan masalah lain di dalam mulut. Namun, hasil yang abnormal menandakan pasien perlu pengobatan atau pembedahan sesegera mungkin untuk beberapa masalah tertentu.

Cara Kerja Dental Radiografi

Tindakan pengambilan gambar bayangan ini relatif mudah dan tidak memerlukan persiapan khusus. Demi menjaga sopan-santun, pasien diminta untuk menyikat giginya terlebih dahulu sebelum tindakan dilakukan.

Jenis – jenis sinar-X tentunya memerlukan tindakan dan penanganan yang berbeda. Pada sinar-X bitewing, pasien akan diminta mengigit sebuah kertas film khusus, sedangkan untuk sinar-X occlusal, pasien akan diminta untuk menutup rahang sebelum pengambilan gambar bayangan dilakukan. Sinar-X panorama memerlukan bantuan alat yang berputar mengelilingi kepala pasien, sedangkan sinar-X palatal mengambil gambar dalam satu kali jepretan. Pasien diminta untuk tetap diam selama tindakan berlangsung dan akan diminta untuk bernapas lewat hidung. Rasa tidak nyaman mungkin akan dirasakan, terutama pada tindakan sinar-X bitewing, tapi tindakan tidak akan berlangsung lama.

Setelah pengambilan gambar bayangan sudah selesai dilakukan, dokter gigi akan memproduksi gambarnya atau memindahkan gambar bayangan tersebut ke sebuah komputer untuk dianalisis.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Dental Radiografi

Dental radiografi hanya menggunakan sedikit sekali radiasi, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker tiroid dapat dikaitkan dengan pengambilan gambar bayangan semacam ini. Wanita hamil biasanya tidak diminta untuk melakukan pengambilan gambar dengan sinar-X, karena radiasinya dapat membahayakan jabang bayi dan ibunya.

Rujukan:

  • Rout J, Brown JE. Dental and maxillofacial radiology. In: Adam A, Dixon AK, eds. Grainger & Allison's Diagnostic Radiology: A Textbook of Medical Imaging. 5th ed. New York, NY: Churchill Livingstone; 2008:chap 63.
Bagikan informasi ini: