Apa itu Mamografi (dengan Riwayat Kanker Payudara) ?

Mamografi adalah tes skrining yang sangat dianjurkan untuk wanita dengan riwayat kanker payudara. Tindakan ini dapat mendeteksi apakah terdapat tumor pada payudara. Bahkan, saat ukurannya sangat kecil, sehingga tidak dapat dilihat atau diraba. Dengan menjalani mammografi, pasien bisa mendapatkan pengobatan sedini mungkin, jika tumor terbukti ganas.

Siapa yang Perlu Menjalani Mamografi dan Hasil yang Diharapkan

Mamografi sangat disarankan bagi wanita, terutama mereka yang memiliki riwayat kanker payudara. Usia yang tepat untuk melakukan mamografi tergantung pada riwayat kanker payudara yang mereka miliki, seperti:

Memiliki gen kanker payudara - Jika seorang wanita telah dipastikan memiliki gen kanker payudara (BRCA1 dan BRCA2), ia harus mulai menjalani mammogram sejak usia 25. Jika ia didiagnosis pada usia lebih awal, ia disarankan untuk menjalani MRI payudara setiap tahun hingga berusia 25.

Memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara - Riwayat keluarga dengan kanker payudara berarti bahwa pasien memiliki ibu atau saudara perempuan yang didiagnosa menderita kanker payudara. Jika memiliki kondisi seperti ini, wanita harus menjalani skrining kanker payudara, saat berusia 35 dan 40 tahun. Atau, 10 tahun lebih awal dari usia saat anggota keluarganya didiagnosis dengan penyakit tersebut.

Tingkat risiko kanker payudara yang dimiliki seorang wanita bergantung pada siapa anggota keluarga yang didiagnosa kondisi ini. Di bagi menjadi:

  • Tingkat relatif pertama, biasanya seorang ibu, adik, atau anak perempuan, tetapi juga mungkin (meskipun cukup langka) ayah atau saudara laki-laki
  • Tingkat relatif kedua, seperti kakek-nenek, bibi atau paman, cucu, keponakan, atau setengah saudara.
    Seorang wanita dikategorikan berisiko tinggi terkena kanker payudara, jika ia memiliki:

  • Dua sampai empat saudara yang didiagnosis dengan kanker payudara (setidaknya salah satu di antaranya adalah tingkat relatif pertama) sebelum usia 50

  • Satu kerabat tingkat pertama didiagnosis dengan kanker di kedua payudara, sebelum usia 50
    Individu dikategorikan berisiko sedang, jika ia memiliki:

  • Satu kerabat tingkat relatif pertama yang didiagnosis sebelum usia 40

  • Dua kerabat pada tingkat pertama atau kedua yang didiagnosis setelah 50
  • Tiga kerabat pada tingkat pertama atau kedua yang didiagnosis setelah 60
    Riwayat kanker ovarium atau kanker anak langka - Wanita yang memiliki riwayat keluarga, baik kanker ovarium atau kanker langka pada anak-anak dianggap berrisiko terkena kanker payudara. Oleh sebab itu, ia harus menjalani pemeriksaan rutin.

Tapi, tidak berarti bahwa setiap wanita yang memiliki riwayat kanker payudara yang kuat akan menderita kanker payudara. Bahkan, sebagian besar yang didiagnosa dengan kanker payudara, tidak memiliki riwayat kanker. Namun, dokter menyarankan wanita dengan riwayat kanker payudara untuk menjalani pemeriksaan. Sehingga, jika pasien mengidap kanker, pengobatan dapat dilakukan dengan segara. Ini akan membantu pasien untuk pulih sepenuhnya.

Cara Kerja Mamografi

Mamografi adalah tes skrining yang dianjurkan untuk pasien dengan riwayat kanker payudara. Mamografi melibatkan sinar-x dengan radiasi rendah yang dipaparkan pada jaringan payudara untuk mendeteksi kanker payudara secara dini. Saat ini, ada dua jenis mamografi, yaitu tradisional dan digital, yang lebih canggih karena menggunakan pencitraan komputer. Terlepas dari jenis tes, seluruh proses biasanya memakan waktu sekitar 30 menit.

Dalam mamografi standar, pasien akan diminta untuk membuka pakaian di bagian atas tubuh, termasuk bra. Tiap payudara akan ditempatkan di plat plastik bening dari mesin mamografi. Lalu, payudara akan dihimput dengan menggunakan plat datar lain yang disebut peddle compression, agar payudara tidak bergerak dan melebar. Ini dilakukan untuk memastikan, gambar x-ray yang dihasilkan jelas dan meperoleh gambaran kondisi seluruh bagian payudara, meskipun dengan radiasi tingkat rendah.

Prosedur ini mungkin menimbulkan sedikit rasa nyeri atau tidak nyaman bagi kebanyakan wanita. Tiap gambar dapat diperoleh dalam satu menit, namun biasanya dokter mengambil dua gambar dari setiap payudara. Pasien akan diminta untuk merubah posisi agar mendapatkan gambar dengan sudut yang berbeda.

Mamografi standar atau tradisional maupun digital dapat mendeteksi kanker payudara dini pada pasien berisiko tinggi dan moderat di usia tertentu, biasanya pada masa menopause. Namun, versi digital memiliki kemampuan mendeteksi kanker payudara dini pada pasien yang lebih muda juga pada wanita yang jaringan payudaranya lebih padat.

Mamografi dapat mendeteksi kanker (tumor ganas), tumor jinak dan kista. Hasil mamografi akan menunjukkan jika seorang wanita memiliki jaringan payudara yang padat. Ini bisa berarti kanker atau kalsifikasi. Jaringan padat akan terlihat lebih terang dan lebih putih dari jaringan normal, terlihat lebih gelap.

Meskipun jarang terjadi, ada kasus di mana mammogram tidak dapat menentukan apakah suatu kelainan yang muncul di hasil pemindaian adalah kanker. Pada situasi ini, pasien disarankan untuk menjalani biopsi jaringan payudara.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Mamografi

Mamografi adalah prosedur rutin yang aman. Namun, masih ada beberapa risiko yang terlibat. Salah satunya adalah paparan radiasi.

Karena pemindaian menggunakan radiasi, meskipun pada tingkat yang rendah. Sebelum menyarankan mamografi, dokter akan mempertimbangkan rekam medis pasian dengan hat-hati. Oleh sebab itu, biasanya pasien mendapatkan pertanyaan seputar pengalaman mereka dengan rontgen, baik yang terkait dengan mamografi ataupun tidak. Paparan terhadap radiasi sebaiknya dihindari oleh wanita hamil atau pasien yang dicurigai sedang hamil, karena dapat mengakibatkan cacat lahir. Jika pasien benar-benar harus menjalani mammogram, beberapa tindakan pencegahan khusus akan digunakan. Seperti memakai peralatan khusus, selama tes untuk meminimalisir paparan radiasi terhadap janin.

Rujukan:

  • American Cancer Society. American Cancer Society Recommendations for Early Breast Cancer Detection in Women Without Breast Symptoms. Last revised October 24, 2013. Available at: www.cancer.org/cancer/breastcancer/moreinformation/breastcancerearlydetection/breast-cancer-early-detection-acs-recs.

  • American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). ACOG practice bulletin no.122. Breast cancer screening. Obstet Gynecol. 2011;118:372-82. PMID 21778569 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21775869.

Bagikan informasi ini: