Apa itu Mammografi Tanpa Riwayat Kanker Payudara?

Mammografi adalah pemindaian yang sangat direkomendasi untuk wanita yang mulai memasuki atau sedang dalam usia menopause, khususnya yang memiliki riwayat kanker payudara. Mammografi dilakukan untuk memeriksa, apakah ada pertumbuhan abnormal pada payudara pasien. Jika ada abnormalitas atau penyakit lain, maka dapat terdeteksi sejak stadium awal.

Mammografi dapat membantu wanita yang membutuhkan perawatan sejak dini dan berguna meningkatkan kesempatan sembuh.

Siapa yang Perlu Menjalani Mammografi Tanpa Riwayat Kanker Payudara dan Hasil yang Diharapkan

Mammografi sangat bermanfaat bagi seluruh wanita, termasuk wanita yang tidak memiliki riwayat kanker payudara, karena ia bukan satu-satunya faktor pemicu risiko perkembangan penyakit.

  • Usia semakin tua
  • Melahirkan anak pertama saat usia lanjut saat
  • Mendapatkan menstruasi pertama saat usia dini
  • Usia menopause
  • Konsumsi alkohol
  • Jenis kelamin (wanita cenderung lebih rentan, namun pria bukanlah pengecualian)
  • Keturunan Yahudi
  • Penggunaan alat kontrasepsi
  • Kadar androgen atau esterogen meningkat setelah menopause
  • Memiliki penyakit payudara atau penyakit lunak lainnya
  • Memiliki kadar hormon IGF-1 (Insuline Like Growth Factor-1) yang tinggi sebelum menopause
  • Terapi hormon
  • Memiliki riwayat penyakit kanker jenis lain
  • Kadar hormon prolaktin yang tinggi
  • Sering terkena paparan radiasi
  • Pernah mengikuti perawatan menggunakan radiasi
  • Kepadatan jaringan payudara yang tinggi
  • Kepadatan mineral tulang
    Pemeriksaan akan menunjukkan keberadaan jaringan payudara abnormal, yang bisa jadi merupakan tanda kanker atau bukan kanker, namun hanya menyerupai. Apabila terdapat gangguan pada jaringan payudara, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan (seperti biopsi) dan akan memberi informasi pada pasien mengenai cara menangani atau mengurangi risiko.

Untuk pasien yang dianggap memiliki risiko kanker payudara, pemeriksaan pemindaian umum akan direkomendasi, karena prosedur ini mampu mengenali perkembangan penyakit sejak dini. Semakin dini pengobatan yang dilakukan semakin besar kesempatan pasien untuk pulih.

Sebaiknya, mammografi untuk wanita yang tidak memiliki riwayat kanker payudara dilakukan satu kali dalam dua tahun ketika mereka berusia 50 atau telah masuk usia menopause. Sementara wanita yang memiliki faktor risiko utama kanker payudara, harus menjalani prosedur pemindaian satu kali dalam setahun, dimulai sejak ia memasuki usia 40 tahun.

Cara Kerja Mammografi Tanpa Riwayat Kanker Payudara

Mammografi dilaksanakan dengan prosedur yang sama, baik pada wanita dengan riwayat maupun tanpa riwayat kanker payudara. Pemeriksan dilakukan di laboratorium khusus yang dilengkapi mesin mammogram. Payudara akan diletakkan datar pada lapisan plastik dan dihimpit dari atas dengan lapisan berbahan sama. Gambar jaringan payudara akan diambil saat payudara dihimpit.

Selama prosedur berjalan, pasien mungkin akan merasa nyeri dan tidak nyaman selama beberapa menit ketika payudaranya dihimpit. Selain rasa tidak nyaman, pasien diharuskan untuk diam tidak bergerak, karena gerakan tambahan akan menyebabkan gambar menjadi tidak jelas, sehingga membuat hasil pemeriksaan tidak akurat, bahkan gagal.

Pemeriksaan berjalan selama 20 hingga 30 menit. Pasien harus menunggu selama satu minggu untuk mendapatkan hasil pemeriksaan dan dokter akan membicarakan penemuan gejala atau risiko penyakit yang terlihat pada hasil tes.

Apabila hasilnya tidak menunjukkan adanya gangguan kesehatan, maka pasien disarankan datang kembali untuk mengikuti pemeriksaan berikutnya. Apabila terdapat kondisi yang tidak normal, dokter akan memberikan pemeriksaan tambahan untuk menentukan ada atau tidaknya tanda-tanda kanker atau penyakit payudara. Kemudian, dokter akan memberikan petunjuk untuk pasien mengenai langkah-langkah yang harus segera diambil.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Mammografi Tanpa Riwayat Kanker Payudara

Selain keakuratan dan penggunaan umum mammografi pada prosedur pemindaian kanker payudara, terdapat risiko kecil bahwa hasil pemeriksaan menjadi tidak akurat. Risiko ini disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

  • Penggunaan bedak talc, krim, lotion, parfum, dan deodorant di kulit payudara atau sekitarnya
  • Implan payudara, yang dapat menghalangi pemindaian jaringan payudara
  • Perubahan hormon payudara, yang merupakan hal wajar dan tidak wajar, serta menyebabkan hasil pemeriksaan positif atau negatif salah.
  • Pernah menjalani bedah payudara
    Untuk menghindari risiko tersebut, mammografi harus dilaksanakan satu atau dua minggu setelah tanggal dimulainya menstruasi, karena payudara akan lebih lembut dan rentan akan perubahan hormon pada minggu-minggu sebelum dan saat menstruasi. Pasien juga disarankan untuk tidak menggunakan produk kecantikan apapun pada payudara atau bagian sekitar payudara pada hari pemeriksaan.

Apabila pasien menggunakan implan payudara atau pernah menjalani bedah payudara yang menyebabkan jaringan payudara menjadi terhalang dan tidak terlihat jelas, persiapan dan teknik khusus akan digunakan untuk mendapatkan gambar jaringan payudara yang jelas dan lengkap.

Rujukan:

  • American Cancer Society. American Cancer Society Recommendations for Early Breast Cancer Detection in Women Without Breast Symptoms. Last revised October 24, 2013. Available at: www.cancer.org/cancer/breastcancer/moreinformation/breastcancerearlydetection/breast-cancer-early-detection-acs-recs. Accessed January 29, 2015.

  • American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). ACOG practice bulletin no.122. Breast cancer screening. Obstet Gynecol. 2011;118:372-82. PMID 21778569 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21775869.

Bagikan informasi ini: