Apa itu Pengobatan Varises?

Varises adalah pembengkakan pembuluh darah yang muncul tepat di bawah permukaan kulit, yang juga dikenal sebagai spider vein. Varises muncul dengan pola garis merah, ungu, dan biru yang berputar, ada yang berukuran kecil dan juga besar. Varises paling sering ditemukan pada kaki, namun juga dapat muncul pada bagian lain tubuh, termasuk wajah. Pengobatan untuk varises mulai dari pengobatan di rumah hingga terapi laser. Beberapa kasus mungkin juga memerlukan tindakan operasi.

Siapa yang Harus Menjalani & Hasil yang Diharapkan

Varises tidak selalu membutuhkan pengobatan, terutama jika tidak menyebabkan rasa sakit atau rasa tidak nyaman. Namun, terdapat beberapa kasus di mana pengobatan harus dipertimbangkan, seperti dalam kasus di mana Anda:

  • Mengalami gejala seperti nyeri dan tidak nyaman
  • Mengalami komplikasi, yang mungkin termasuk pembengkakan, perubahan warna kulit, dan ulkus kaki
  • Muncul pembekuan darah yang menyakitkan karena pembuluh darah meradang, yaitu suatu kondisi yang dikenal sebagai tromboflebitis
  • Terganggu oleh munculnya varises Anda

Anda juga harus mencari pengobatan jika Anda mengalami gejala mencakup:

  • Sakit kaki
  • Keram
  • Rasa lelah
  • Rasa gelisah
  • Sensasi terbakar
  • Denyutan
  • Kesemutan
  • Kaki terasa berat

Pengobatan varises juga sering dicari oleh orang yang memiliki risiko lebih tinggi terserang, antara lain:

  • Memiliki riwayat keluarga atau kecenderungan genetika terserang varises
  • Sedang bekerja di pekerjaan yang memerlukan untuk berdiri dalam waktu yang lama, seperti guru
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Sedang menggunakan obat kontrasepsi oral
  • Menjalani terapi penggantian hormone
  • Memiliki riwayat penggumapalan darah
  • Memiliki kondisi yang melatarbelakangi, seperti kehamilan atau tumor
  • Terbiasa mengenakan pakaian ketat seperti korset

Cara Kerja Pengobatan Varises

Bentuk utama dari pengobatan varises menggunakan stoking kompresi, mengubah pola hidup untuk menghindari sikap berdiri dalam waktu lama atau dengan menurunkan berat badan, dan melakukan banyak latihan, seperti berjalan atau jogging. Jika langkah-langkah ini tidak membantu, sebaiknya mencari pengobatan medis. Pengobatan yang tersedia meliputi:

  • Skleroterapi – Tindakan di mana larutan garam disuntikkan langsung ke dalam vena yang radang. Hal ini menyebabkan varises menghilang hanya dalam 3-6 minggu. pengobatan varises ini menjadi terkenal karena pengobatan ini tidak hanya efektif namun juga terjangkau. Tindakan ini juga mudah untuk dilakukan, bukan hanya karena dapat menghilangkan varises dalam beberapa minggu, namun juga karena tindakan ini hanya membutuhkan satu kali kunjungan rawat jalan ke dokter.

  • Pengobatan laser endovena – Tindakan ini melibatkan memasukkan serat laser kecil ke dalam vena yang terserang dan mengirimkan denyut sinar laser melauli serat tersebut. Setelah sinar laser mencapai pembuluh vena, tindakan rendah risiko ini dapat dilakukan pada pasien rawat jalan dan hanya membutuhkan bius lokal.

  • Pengobatan laser permukaan – Selain sinar laser dapat langsung dikirimkan ke pembuluh vena untuk mengecilkannya, sinar laser juga dapat membantu menghilangkan varises ketika digunakan pada permukaan kulit. Pengobatan semacam ini disebut PhotoDerm atau Vasculigh, yang keduanya menggunakan energi panas untuk menghancurkan pembuluh vena yang tidak normal tanpa harus menggunakan jarum atau larutan sclerosis. Namun, tindakan ini tidak sering dianjurkan karena dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, perubahan warna, dan kulit melepuh.

  • Oklusi Radiofrekuensi – Pengobatan varises lainnya, yaitu radiorekuensi oklusi menggunakan kateter kecil untuk memberikan energi radiofrekuensi untuk dinding pembuluh vena yang terserang. Energi tersebut menghantarkan panas, yang kemudian menyebabkan pembuluh vena runtuh dan akhirnya tertutup. Tanpa pasokan darah yang masuk, vena akan menyusut dan kemudian hilang secara perlahan. Pengobatan ini juga dilakukan di bawah bius lokal dengan metode rawat jalan.

  • Operasi pengangkatan. Tergantung pada tingkat keparahan kondisi, operasi pengangkatan seperti pengupasan, pengikatan, atau flebotomi dapat dipertimbangkan. Pengikatan mengacu pada pengikatan pembuluh vena untuk menghentikan aliran darah sementara pengupasan mengacu pada operasi pengangkatan varises. Namun, langkah yang terakhir tidaklah bekerja untuk vena pada permukaan yang besar, yang sebaliknya diangkat menggunakan flebotomi rawat jalan di mana pembuluh vena dikeluarkan melalui sayatan kecil. Pilihan obat bius akan bergantung pada kebijaksanaan dokter dan pilihan pasien, namun bius lokal, tulang belakang, atau bius total dapat digunakan. Badkan dengan pengobatan varises, pasien jarang yang harus tinggal di rumah sakit.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko

Kemungkinan komplikasi dan risiko pengobatan varises bergantung tepat pada jenis pengobatan yang dilakukan.

Ablasi radiofrekuensi dapat menimbulkan risiko parestesia, atau sensasi kesemutan, meskipun risiko ini hanyalah efek samping jangka pendek. Di sisi lain, pengobatan laser endovena dapat membuat pasien memiliki memar dan merasa nyeri serta rasa sesak pada kaki terutama sesaat setelah tindakan dilakukan, meskipun risiko ini juga sementara.

Pada skleroterapi, kurangnya informasi terkait pilihan pengobatan ini yang relatif baru adalah kurangnya informasi risikonya. Dengan tidak ada informasi mengenai efektivitas jangka panjang, skleroterapi mungkin tidak mencegah varises untuk muncul kembali. Penelitian menunjukan pengobatan ini hanya memiliki kesempatan keefektivasan 84% dan 50% tingkat kekambuhan. Tindakan ini juga menyebabkan efek samping seperti darah menggumpal di pembuluh vena lainnya, nyeri pada punggung bawah, pingsan, sakit kepala, dan masalah penglihatan, yang semuanya bersifat sementara.

Rujukan:

  • Freischlag JA, Heller JA. Venous disease. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 65.

  • Goldman MP, Guex JJ, Weiss RA. Sclerotherapy: Treatment of Varicose and Telangiectatic Leg Veins. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011.

  • Nijsten T, van den Bos RR, Goldman MP, et al. Minimally invasive techniques in the treatment of saphenous varicose veins. J Am Acad Dermatol. 2009;60:110-119.

Bagikan informasi ini: