Apa itu Pijat Olahraga?

Pijat olahraga adalah pengobatan yang dirancang khusus untuk mengobati cedera jaringan lunak. Pijatan ini umumnya dilakukan oleh ahli terapi pijat dan merupakan teknik yang populer untuk memberikan beberapa macam tekanan ke tubuh. Meski umumnya tekanan diberikan melalui tangan, namun bisa juga memanfaatkan bagian tubuh lain seperti siku, lengan bawah, lutut, bahkan kaki. Sebuah alat pijat punAlat pijat juga dapat digunakan dengan cara yang sama untuk memberi tekanan yang dibutuhkan secara efektif. Tujuan utama dari pijat olahraga adalah memberikan ketenangan dan kesejahteraan pada pasien.

Pijat olaharaga adalah salah satu jenis pijat yang dirancang khusus untuk mengobati cedera dan nyeri muskuloskeletal. Prosedur ini dikenal sebagai terapi manual karena dilakukan dengan memberi tekanan secara manual untuk meremas otot yang mengalami cedera. Pada kasus tertentu, pijat olahraga memerlukan manipulasi dan mobilisasi sendi. Selain untuk pengobatan, jenis pijat ini membantu mencegah cedera, memperkuat kinerja otot dan meningkatkan kinerja atletik.

Pijat olahraga dikelompokkan berdasarkan waktu pelaksanaannya. Bila dilakukan satu jam sebelum pertandingan atau aktivitas fisik, pijat olahraga pra-pertandingan biasanya diikuti dengan pijat inter-pertandingan bagi atlet yang memerlukan istirahat saat pertandingan. Sedangkan pijat olahraga pasca-pertandingan dilakukan saat atlet dalam masa pendinginan, dan pijat olahraga restoratif dilakukan saat masa tenang.

Siapa yang Perlu Menjalani Pijat Olahraga dan Hasil yang Diharapkan

Atlet dari berbagai cabang olahraga dapat merasakan manfaat dari pijat olahraga. Atlet lari yang menderita cedera lutut dapat mencoba memperkuat tendon dan otot di area cedera dengan mengikuti pijat olahraga. Jenis pijat ini pun membantu memperbaiki gerakan atlet yang berpotensi menyebabkan cedera atau membatasi fungsi gerak.

Pijat olahraga tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang aktif dalam kegiatan olahraga. Atlet dalam masa pemulihan cedera pun bisa mencoba pijat ini untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal dan mengembalikan performa secara optimal. Ini adalah salah satu alasan mengapa pijat olahraga menjadi aspek penting dalam berbagai program rehabilitasi fisik.

Orang-orang yang tidak berprofesi sebagai atlet dapat memanfaatkan jenis pijat olahraga tertentu. Dalam beberapa kasus, nyeri kronis dapat diredakan dan diobati dengan teknik terapi manual. Prinsip yang sama diterapkan pada pasien yang menderita rentang gerakjangkauan geraknya terbatas.

Namun, tidak seluruh orang yang menderita cedera dan nyeri dapat dirujuk pada prosedur ini. Kontraindikasi pijat olahraga adalah luka terbuka, darah beku, otot atau tendon putus, luka bakar, dan patah tulang. Ahli pijat berpengalaman biasanya mengetahui kapan pijat olahraga diperlukan dan tidak diperlukan.

Dalam kebanyakan kasus, pasien yang menjalani pijat olahraga langsung merasa nyeri reda dan mobilitas meningkat setelah beberapa sesi pijat. Mendapatkan pijat olahraga setelah pertandingan olahraga membantu mengurangi rasa sakit pada otot. Pasien yang mengalami cedera olahraga merasakan masa pemulihan yang lebih cepat saat program rehabilitasi yang mereka jalani disertai sesi pijat olahraga. Pasien mengungkapkan manfaat terhadap psikologis pasca pijat olahraga, seperti merasa tenang dan segar.

Cara Kerja Pijat Olahraga

Ada beberapa teknik dalam pijat olahraga, di antaranya:

  • Teknik effleurage, yang menggunakan gerakan pukulan berbeda dengan menggerakkan tangan secara luwes di permukaan kulit. Gerakan memukul dilakukan berirama untuk melancarkan peredaran darah dan meregangkan jaringan yang tegang.

  • Teknik petrissage, yang memerlukan gerakan memeras. Dengan teknik ini, otot akan digenggam dan diperas untuk meregangkan serat otot dan membantu pertukaran cairan. Ini pubTeknik ini dapat membantu melemaskan otot dan meningkatkan mobilitas. Dengan memanfaatkan bantalan jari dan ibu jari, ahli terapi memberikan gesekan teknik friksi untuk memisahkan adhesi dan memperbaiki susunan serat otot. Ini dilakukan pada area terpisah dan tekanan yang diberikan dirancang untuk menghancurkan jaringan parut dan mengembalikan elastisitasnyakelenturannya. Teknik ini pun mampu merangsang aliran darah dan mempercepat proses pemulihan.

  • Teknik tapotement, yang dilakukan untuk mempersiapkan otot dari aktivitas fisik dan menggunakan gerakan mencincang dan melikuk. Ahli terapi dapat menggunakan kedua tangan untuk memberi tekanan pada kulit dan membuat suara-suara khas. Gerakan ini dimaksudkan untuk merangsang aliran darah agar menjauh dari jaringan dalam dan dilaksanakan dengan sangat hati-hati, sesuai dengan kebutuhan tiap atlet.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pijat Olahraga

Keluhan umum pasca pijat olahraga adalah nyeri dan sensitivitas terhadap nyeri meningkat di area prosedur. Kondisi ini dapat segera mereda dengan cara mandi dengan air hangat dan mengkonsumsi obat pereda nyeri.

Ada pula kondisi yang jarang terjadi dimana gumpalan darah memasuki aliran darah, khususnya bila pijat melibatkan jaringan dalam. Kondisi seperti ini dapat berujung pada stroke, embolisme, dan serangan jantung.

Rujukan

  • 1895: "The art of massage" By J.H. Kellogg MD (page 9). 2002: "The History of Massage" By Robert Noah Calvert (page 35). 2003: "Careers in Alternative Medicine" By Alan Steinfeld (page 48).

  • Ottosson, A (2010). "The first historical movements of kinesiology: scientification in the borderline between physical culture and medicine around 1850."

Bagikan informasi ini: