Apa itu Suntik Intraartikular?

Beberapa obat dapat disuntikkan secara langsung pada sendi untuk mengobati beragam penyakit, luka, dan masalah medis lainnya pada daerah tersebut.

Sendi dapat ditemukan pada berbagai daerah tubuh manusia, mulai dari tengkorak, tulang belakang, jari-jari, lutut, siku, pinggang, dan lain-lainnya. Mereka adalah bagian dari sistem muskuloskeletal untuk memungkinkan tulang saling bersatu dan bergerak.

Peran sendi yang penting untuk pergerakan mengakibatkan gangguan pada sistem ini dapat melumpuhkan pasien. Rasa sakit ringan pada sendi dapat menyebabkan ketidaknyamanan ketika menggerakkan bagian tubuh, sedangkan rasa sakit yang sangat kuat dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

Selain luka dan cedera, kemungkinan kondisi lain yang dapat menyebabkan sakit pada sendi antara lain:

  • Osteoartritis - Penyakit ini perlahan-lahan mengikis tulang rawan yang melapisi sendi dan umum menyerang pasien diatas 50 tahun. Kondisi ini menyebabkan pergerakan menjadi sulit dan kaku, dilanjutkan dengan inflamasi dan osteofit, pertumbuhan tonjolan seperti tulang disekitar jaringan dan tulang. Hal ini umumnya memengaruhi sendi pada pinggang, lutut, tulang belakang, dan tangan.

  • Artritis reumatoid - Kondisi ini disebabkan oleh sistem pertahanan tubuh yang menyerang sendi pasien, mengakibatkan rasa sakit dan bengkak karena sinovium, pelapis luar dari sendi, meradang. Keadaan ini juga mengakibatkan perubahan bentuk dari lapisan luar, menghancurkan tulang dan tulang rawan. Ini umum terjadi pada pasien yang lebih tua, dengan wanita berisiko lebih tinggi.

  • Tendinitis - Kondisi ini terjadi ketika adanya peradangan tendon pada persendian, menyebabkan meningkatnya temperature, kemerahan, dan munculnya simpul pada sendi yang terkena.

Ketiga kondisi tersebut dapat memperlemah keadaan seseorang, dan keadaan yang parah tidak dapat disembuhkan hanya dengan terapi atau pengobatan. Kortikosteroid atau tipe steroid lainnya dapat disuntikkan secara langsung pada sendi untuk meringankan peradangan. Ketika peradangan sudah berkurang, pasien tidak akan merasakan gejalanya lagi.

Selain itu juga terdapat pengobatan berbasis suntik intraartikular lainnya yang melibatkan aspirasi, atau pengeluaran cairan dari sendi dan daerah sekitarnya untuk meringankan rasa sakit dengan cepat.

Siapa yang Perlu Menjalani Suntik Intraartikular & Hasil yang Diharapkan

Pasien yang mengalami keadaan parah dari kondisi-kondisi diatas perlu untuk mendiskusikan suntik intraartikular dengan dokter mereka. Pengobatan ini tidak ditujukan untuk menyembuhkan secara total tetapi meringankan rasa sakit dengan cepat dan mengurangi peradangan pada daerah yang dituju.

Cara Kerja Suntik Intraartikular

Prosedur ini dapat dilakukan oleh dokter umum, dokter olahraga, fisioterapis, dokter bedah tulang, atau reumatologis. Prosedur tersebut juga dapat dilakukan oleh perawat yang terlatih dan berkualifikasi. Prosedur ini akan dilakukan di rumah sakit atau klinik.

Dalam beberapa prosedur, bius dapat diberikan dengan memberikannya secara topikal atau menyuntikkannya sebelum steroid. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi rasa sakit ringan atau tidak nyaman yang mungkin terjadi selama prosedur. Kulit pada daerah target akan dibersihkan dengan alkohol atau pembersih steril.

Steroid kemudian akan disuntikkan pada sendi yang dituju. Bila pasien memilih untuk dibius lokal, cairan dapat dicampur dengan steroid pada satu suntikan.

Pada sendi yang lebih besar, pasien akan menjalani ultrasound atau rontgen untuk menentukan lokasi tepat injeksi.

Bila pasien mengalami artritis yang parah, dokter akan menyedot cairan (aspirasi sendi) dari lokasi sebelum menyuntikkan steroid.

Setelah prosedur, pasien diizinkan untuk pulang tetapi harus menghindari aktivitas yang membebani sendi yang diobati. Injeksi pada tulang belakang atau pinggang memerlukan pasien untuk didampingi pulang.

Suntikan steroid adalah salah satu bentuk manajemen gejala. Prosedur ini harus diulangi setiap tiga sampai enam bulan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Suntik Intraartikular

Komplikasi dari suntik intraartikular cukup jarang terjadi, tetapi terdapat beberapa kasus pendarahan dan infeksi. Pasien harus memastikan bahwa mereka mendapatkan pengobatan pada rumah sakit atau klinik dengan reputasi baik, dan dilakukan oleh ahli medis terkualifikasi.

Beberapa pasien mungkin merasakan peningkatan rasa sakit yang dikenal dengan steroid flare. Hal tersebut dapat dengan mudah diatasi dengan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.

Beberapa pasien mungkin menyadari adanya penipisan kulit atau perubahan warna pada daerah injeksi. Hal tersebut adalah normal dikarenakan oleh injeksi berulang.

Walaupun jarang, beberapa pasien melaporkan siklus menstruasi yang tidak normal, perubahan suasana hati, dan pola tidur.

Rujukan:

  • Arthrocentesis and Injection of Joints and Soft Tissue. In: Firestein GS, Budd RC, Gabriel SE, McInnes IB, O'Dell JR. eds. Kelley's Textbook of Rheumatology. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2013:chap 5.

  • Malfair D. Therapeutic and diagnostic joint injections. Radiologic Clinics of North America. 2008;46,(3):439-453.PMID: 18707956. Available at: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18707956.

Bagikan informasi ini: