Apa itu Terapi Penglihatan?

Terapi penglihatan atau vision therapy adalah serangkaian latihan dan teknik yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penglihatan dan koordinasi antara mata dan otak, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan belajar dan membaca.

Terapi ini merupakan pengobatan non bedah untuk masalah mata yang umum, termasuk mata malas dan kelainan refraksi seperti miopi, presbiopi, hiperopia, dan astigmatisma. Teknik terapi ini dapat sangat memperlambat atau mencegah perkembangan penyakit.

Berlawanan dari keyakinan umum, terapi penglihatan tidak hanya terbatas pada latihan untuk mata, meskipun itu adalah salah satu strategi yang paling terkenal. Terapi ini juga menggunakan teknik perilaku untuk meningkatkan persepsi atau proses pengolahan gambar pada mata, serta mengobati atau mencegah masalah mata tertentu.

Siapa yang Perlu Menjalani Terapi Penglihatan & Hasil yang Diharapkan

Terapi penglihatan disarankan untuk:

Anak-anak yang mengalami kesulitan belajar – berdasarkan banyak penelitian, banyak masalah belajar dan membaca yang mempengaruhi anak-anak sebenarnya disebabkan oleh mata yang tidak sejajar.

Walaupun hanya ahli kesehatan yang mampu mendiagnosa pasien yang mengalami masalah belajar, namun pasien juga dapat mengenali tanda-tandanya yang paling umum, yaitu:

  • Disleksia
  • Kesulitan membaca, berbicara, dan mengeja
  • Sering sakit kepala atau migrain
  • Perubahan mood, termasuk depresi atau kecemasan
  • Sulit konsentrasi
  • Prestasi buruk di sekolah

Orang dengan kelainan refraksi – Mata mengolah gambar seperti cara kerja kamera. Cahaya, fokus, dan proses refraksi, bekerjasama untuk menyampaikan gambar dengan tepat. Apabila ada kelainan refraksi—yaitu bentuk kornea yang abnormal—orang tersebut dapat mengalami rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), atau astigmatisma. Orang yang sudah tua juga dapat terkena presbiopia (kesulitan membaca karena usia tua).

Bagi mereka yang sangat tergantung dengan penglihatan – Semua orang tentu membutuhkan penglihatan yang baik, namun beberapa lebih membutuhkannya lebih dari orang lain, termasuk dokter bedah yang bekerja dengan bergantung pada ketepatan dan ketelitian.

Menjalani terapi penglihatan dapat:

  • Meningkatkan kemampuan dasar dan efisiensi penglihatan
  • Menjadikan membaca, mengeja, dan belajar lebih mudah dan menyenangkan
  • Meningkatkan prestasi anak atau orang dewasa berkebutuhan khusus dalam kehidupan nyata seperti sekolah atau tempat kerja
  • Mengubah cara mata dan otak mengolah gambar atau informasi visual

Cara Kerja Terapi Penglihatan

Pertama, ahli optometri akan mengevaluasi tingkat keparahan gangguan penglihatan melalui pemeriksaan mata menyeluruh. Pemeriksaan ini dapat termasuk memeriksa sejarah kesehatan pasien dan keluarganya, kesehatan keseluruhan, pemeriksaan mata, menguji pergerakan mata, dan mengenali kelainan refraksi.

Tergantung pada hasilnya, selanjutnya ahli optometri akan membuat rencana yang mencakup kondisi fisik, mental, dan tingkah laku. Seluruh prosedur harus berkelanjutan, artinya ketika pasien mengalami peningkatan, maka tekniknya juga harus ditingkatkan.

Alat yang digunakan saat terapi sangat beragam, termasuk penyaring, plester mata khusus, lensa terapeutik, dan papan penyeimbang. Terapi ini hanya boleh dilakukan oleh yang terlatih dan diizinkan untuk menjalankan terapi penglihatan.

Setiap sesi terapi penglihatan dapat berlangsung hingga 1 jam dan harus dilakukan di klinik atau ruang dokter. Meskipun begitu, ahli optometri dapat meningkatkan rencana terapi dengan melakukan pemeriksaan di rumah pasien.

Kemungkinan Komplikasi & Resiko Terapi Penglihatan

Karena terapi ini merupakan pengobatan non-bedah untuk menangani masalah mata, resiko dan komplikasinya lebih sedikit dari pembedahan, seperti LASIK. Namun, kemungkinan masalah tetap ada.

Pertama, tidak semua gangguan penglihatan dapat disembuhkan dengan terapi penglihatan. Misalnya, penyakit yang parah akan membutuhkan operasi. Kedua, tidak ada jaminan bahwa terapi akan berhasil. Berdasarkan penelitian ilmiah tertentu, terapi ini mungkin tidak efektif untuk pengobatan disleksia dalam jangka panjang.

Apabila rencana perawatan awal tidak berhasil, ahli optometri mungkin terpaksa mengubahnya, yang hanya akan memperlambat perawatan.

Beberapa ahli optometri menggunakan teknik tetes mata untuk mengukur tingkat kerusakan refraksi. Akan tetapi, teknik itu juga diketahui dapat menyebabkan hasil tidak akurat. Ini berarti kemungkinan pasien dapat menerima diagnosis yang salah atau kurang baik.

Rujukan:

  • http://www.aapos.org/terms/conditions/108
  • http://www.covd.org/?page=Vision_Therapy
  • http://www.naturaleyecare.com/vistherindex.asp
  • http://www.thevisiontherapycenter.com/what-is-vision-therapy/definition
Bagikan informasi ini: