Apa itu Terapi Penggantian Testosteron?

Terapi penggantian testosteron adalah terapi yang biasanya direkomendasi pada pasien yang menderita hipogonadisme pria, kondisi yang ditandai dengan penurunan aktivitas fungsional gonad atau testis. Prosedur ini pun juga dikenal sebagai terapi penggantian androgen.

Testosteron adalah jenis hormon steroid yang dilepaskan dihasilkan oleh testis dan kelenjar adrenal. Hormon testosteron berperan penting dalam perkembangan jaringan reproduksi pria dan membangun karakteristik seksual sekunder, termasuk meningkatkan volume tulang dan otot, serta pertumbuhan rambut-rambut tubuh. Selain menegaskan ciri fisik pria (sedikit kontribusi pada wanita), testosteron pun juga penting bagi memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Riset membuktikan bahwa testosteron adalah pemeran utamaberperan penting dalam membakar tenaga fisik dan mental, dan mengatur reaksi fight-or-flight serta ciri evolusi lain yang hanya dimilikikarakteristik evolusioner eksklusif manusia. Tetosteron pun juga dapat mencegah osteoporosis.

Produksi hormon testosteron akan menurun seiring dengan proses penuaan. Andropause atau menopause versi pria dipercaya sebagai hasil dariterjadi karena proses penurunan testosteron. Pria yang sedang dalam kondisi ini akan mengalami berbagai macam gejala, di antaranya depresi, kadar lemak naik, volume otot menurun, sulit berkonsentrasi atau tidur, dorongan untuk melakukan pekerjaan produktif atau menyenangkan semakin berkurang, lemah secara fisik, kepadatan tulang berkurang, ginekomastia (pertumbuhan payudara pada pria), libiudo menurun, dan disfungsi ereksi.

Riset membuktikan bahwa umumnya pria mengalami penurunan kadar testosteron hingga 50% saat mereka menginjak usia 80 tahun. Namun, ada beberapa pasien yang mengalami kondisi yang sama di usia lebih muda., hal Hal ini akan sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Gejala andropause yang muncul pada pasien, bisa ditangani oleh terapi penggantian testosteron.

Siapa yang Perlu Menjalani Terapi Penggantian Testosteron dan Hasil yang Diharapkan

Selain di anjurkan pada pasien dengan kadar testosteron rendah di usia yang terbilang muda, terapi penggantian testosteron dapat direkomendasi untuk meredakan gejala yang dirasakan oleh penderita:

  • Hipogonadisme, khususnya pasien yang mengalami gejala letih dan aneaemia
  • Osteoporosis
  • Diabetes mellitus
  • Disfungsi ereksi atau impotensi
  • Demensia
  • Gagal jantung kronis
    Jenis terapi ini jugapun dapat diberikan pada pria transgender, sehingga tubuh mereka dapat menyimpan memiliki karakteristik fisik dari jenis kelamin pria.

Cara Kerja Terapi Penggantian Testosteron

Ada beberapa cara untuk mengelola terapi penggantian testosteron danTerapi testosteron dapat dilakukan dengan beberapa metode, yang kebanyakan biasanya dapat dilakukan sendiri oleh pasien, dibawah dengan pengawasan dari ahli kesehatan. Cara-cara yang dapat digunakan, antara lain:

  • Transdermal TRT. Cara ini dilakukan dengan menempel bahan yang mengandung obat pada kulit di bagian tubuh atas atau lengan sebanyak satu kali sehari selama masa terapi. Kandungan obat akan diserap oleh kulit dan memasukki aliran darah, sehingga kadar testosteron berangsur normal.

  • Gel topikal. Cara ini dilakukan dengan mengusap gel yang mengandung testosteron pada bahu, lengan atas, dan perut. Gel testosteron hanya diberikan melalui resep dokter. Merk-merkBeberapa merk gel testosteron yang terkenal di pasaran adalah , termasuk AndroGel, Fortesta, dan Axiron. Ada pula gel Natesto yang dapat dioleskan di dalam hidung, yaitu Natesto.dengan area pemakaian hidung.

  • Suntikan atau implan. Alternatif ini memerlukan suntikan testosteron oleh ahli kesehatan yang memenuhi syarat. Testosteron disuntikkan langsung ke dalam otot pasien atau dengan prosedur bedah penanaman implan sebesar pil ke dalam jaringan lunak. Implan ini dirancang khusus untuk melepaskan testosteron ke dalam tubuh secara perlahan dan berkala. Prosedur penanaman memerlukan bius total dan biasanya masa aktif satu butir implan adalah 6 bulan.

  • Pil. Pil testosterone yang dapat dikonsumsi melalui mulut punjuga sudah tersedia di pasaran, namun dokter biasanya tidak merekomendasi jenis pil ini karena dapat berdampak buruk terhadap hati. Jenis pil ini akan masuk melewati hati dan langsung melepaskan testosteron ke dalam darah.

  • Masker mulut. Pemasangan masker atau lembaran di mulut sebanyak dua kali sehari. Masker berfungsi melepaskan hormon ke dalam aliran darah melalui jaringan mulut.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Terapi Penggantian Testosteron

Terapi hormon testosteron terkait dengandapat menimbulkan gangguan kesehatan ringan dan berat. Oleh karena itu, sebelum memulai terapi, pasien disarankan untuk merundingkan dan mempertimbangkan keuntungan serta kerugian terapi pada dengan dokter. Kemungkinan komplikasi dan resiko ini, antara lain:

  • Pertumbuhan hipertrofi prostat jinak, berupa pembesaran kelenjar prostat
  • Kondisi sleep apneaapnea tidur memburuk
  • Terbentuk gumpalan darah di dalam vena, kondisi ini berpotensi meningkatkan resiko trombosis vena dalam dan emboli paru
  • Resiko terserang kanker prostat meningkat
  • Gagal jantung kongestif semakin parah

    Rujukan

  • Bhasin S, et al. Testosterone therapy in men with androgen deficiency syndromes: An Endocrine Society clinical practice guideline. Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. 2010;95:2536.

  • Longo DL, et al. Disorders of the testes and male reproductive system In: Harrison's Principles of Internal Medicine. 18th ed. New York, N.Y.: The McGraw-Hill Companies; 2012. http://accessmedicine.com. Accessed Feb. 4, 2015.

Bagikan informasi ini: