Pengertian dan Gambaran Umum

Tes psikologis adalah penilaian yang dilakukan oleh profesional yang ahli, biasanya psikolog, untuk mengevaluasi emosi, kecerdasan, dan/atau fungsi prilaku seseorang. Tes psikologi dapat dilakukan baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa, dan dilakukan untuk berbagai alasan (beberapa diantaranya akan dijelaskan kemudian dalam artikel ini) dalam berbagai latar belakang, termasuk sekolah, universitas, badan sosial, rumah sakit, dan layanan rawat jalan.

Beberapa tes psikologi sangat sederhana, biasanya berupa tes tertulis yang dapat dijawab dengan ya atau tidak, sementara beberapa tes dirancang bagi seseorang untuk bereaksi secara interaktif terhadap lingkungan yang dibuat serupa aslinya. Sementara beberapa tes lainnya dilakukan orang per orang dan membutuhkan penafsiran individual, beberapa tes psikologi lainnya dilakukan terhadap populasi besar dan ditafsirkan dengan berbantuan perangkat lunak komputer. Kendatipun terdapat banyak perbedaan dalam penilaian psikologi, kesemuanya bertujuan pada satu hal: membantu para psikolog dan ahli dalam mengumpulkan data dan menafsirkannya untuk memberi informasi terhadap seseorang mengenai fungsi mereka saat itu, membuat mereka memahami perilaku dan memperkirakan fungsi tubuh mereka kedepannya.

Siapa yang sebaiknya menjalani dan menanti hasilnya

Pengujian psikologi biasanya disarankan untuk beberapa alasan. Pada anak-anak, pengujian ini digunakan untuk:

  • Menentukan kemungkinan keterlambatan perkembangan, kesulitan belajar, atau pengolahan permasalahan
  • Memeriksa kondisi seperti gangguan dalam konsentrasi, gangguan spektrum autis, gangguan emosi (gangguan suasana hati, kecemasan) atau gangguan perilaku yang kacau
  • Bakat diri atau untuk mengukur kecerdasan
  • Menentukan kemampuan keahlian (seperti konseling karir bagi dewasa muda)
  • Melacak perkembangan kecerdasan
  • Menentukan permasalahan sosial

Pada dewasa, penilaian psikologi dilakukan untuk:

  • menyaring calon pegawai dari adanya gejala psikopati, seperti gangguan kepribadian atau depresi
  • tujuan pendidikan, seperti menentukan kekuatan dan kelemahan seseorang
  • bagi pengelolaan perilaku
  • sebagai persyaratan dalam penggunaan obat-obat pendukung terapi
  • untuk menegaskan temuan klinis, seperti ketika tidak ada bukti adanya patologi fisik yang ditemui dalam kondisi tertentu.

Tes psikologi ini seperti halnya pengujian medis kebanyakan, dilakukan hanya ketika pasien menunjukkan gejala atau membutuhkannya, untuk satu dan lain hal.

Bagaimana tindakan dilakukan?

Tes psikologi selalu merupakan pengukuran fungsi mental yang formal dan sistematis. Terdapat beberapa jenis tes psikologi yang dapat digolongkan ke dalam:

  1. Tes pencapaian dan kecerdasan - merupakan tes yang dirancang untuk mengukur tingkat intelektualitas dan fungsi kognitif (biasanya pada anak); mereka menggunakan rencana tes dengan acuan yang seragam untuk membentuk norma-norma tertentu

  2. Tes kecerdasan - tes yang mencoba untuk mengukur kecerdasan (seperti pengukuran potensi) atau "Intellegence Quotient (IQ)" termasuk pada kelompok ini

  3. Tes neuropsikologi - berbagai macam tes yang mengukur kemampuan kognitif bagi mereka yang mengalami kerusakan otak, cedera traumatik pada otak, atau mereka yang memiliki masalah saraf, biasanya untuk menemukenali pelemahan dan tingkat penilaian fungsi tubuh; pemindaian bagi anak-anak yang memiliki keterlambatan mental atau kelumpuhan termasuk dalam pengelompokan ini.

  4. Tes Karir - jenis tes psikologi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa dalam ketertarikan Anda terhadap pilihan jenjang karir Anda

  5. Tes kepribadian - tes tersebut mengevaluasi kecenderungan perilaku, emosi dan sifat untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pribada serta mengenali permasalahan pribadi atau gangguan emosi

  6. Tes klinis tertentu - tes yang bertujuan untuk mengukur permasalahan klinis tertentu, seperti tingkat depresi atau kegelisahaan saat ini

Tes psikologi dilakukan, dievaluasi, dan ditafsirkan oleh seorang psikolog profesional yang dilatih dalam bidang keahlian ini. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tes ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Tes standar - tes formal, terstandar, dan tertulis yang dievalusi secara obyektif untuk mengukur kecerdasan, kecenderungan perilaku tertentu, atau kelainan; tes-tes ini menggunakan bahan, perintah administrasi, dan penilaian yang sama bagi seluruh peserta tes untuk menentukan perbandingan yang berarti dan menimimalisir bias

  • Wawancara klinis - tes psikologi juga dapat termasuk wawancara klinis dimana pasien akan ditanya mengenai ketertarikan dan riwayat medis mereka; seorang psikolog akan mendengarkan jawaban yang diberikan dan mengamati perilaku untuk meyakinkan secara subyektif kehadiran dari kondisi tertentu (biasanya dilakukan bersamaan dengan tes obyektif lainnya sehubungan dengan subyektivitas dari metode penilaian ini)

  • Pengamatan perilaku alami - jenis tes ini sangat penting untuk mendiagnosis kondisi psikologis, seperti pada anak-anak; pengamatan ini termasuk mengamati pasien di rumah maupun di tempat kerja atau sekolah untuk membantu lebih jauh dalam menentukan gejala-gejala dari kondisi yang diperkirakan secara lebih tepat.

Menemui seorang psikolog

Tidak ada tes psikologi yang berlaku secara umum untuk semua. Tes-tes tersebut akan disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan dan keadaan dari setiap pasien. Sebagai contoh, jenis tertentu dari materi tes dan penilaian yang akan digunakan oleh seorang psikolog akan sangat berbeda dengan yang dipergunakan oleh psikolog lainnya. Lebih jauh lagi, tes tidak dilakukan berdasarkan lulus atau gagal. Semua informasi yang tersedia akan digunakan untuk melakukan diagnosis, yang kemudian akan digunakan sebagai dasar dari rencana perawatan yang sesuai, jika dianggap perlu. Segera setelah psikolog mengevalusi secara keseluruhan dan memberikan diagnosis, Anda akan dirujuk pada spesialis lain untuk perawatan yang tepat.

Kemungkinan komplikasi dan risiko

Anda harus mencari pelayanan dari seorang ahli untuk sebuah penilaian psikologi. Catat juga bahwa psikolog seringkali menyarankan gabungan dari tes yang berbeda untuk memperoleh diagnosis yang menyeluruh. Terlebih, informasi yang dikumpulkan melalui tes bisanya bukan satu-satunya dasar bagi diagnosis. Riwayat pribadi, pengamatan mendalam dari catatan medis, pendidikan, dan latar belakang psikologis, serta pertimbangan faktor yang mungkin tidak secara langsung berhubungan, seperti budaya, perbedaan bahasa, dan keterbatasan tes juga harus dipertimbangkan.

Biasanya tidak terdapat komplikasi atau risiko dalam sebuah tes psikologi. Tes tersebut dapat dengan baik menyediakan pandangan yang berharga terhadap kemampuan mental dan perilaku seseorang. Namun, satu hal yang harus dipertimbangkan bahwa tes psikologi hanyalah alat yang mungkin memiliki keterbatasan tertentu. Kendatipun terdapat kemungkinan tes yang luas, masih terdapat ketidakyakinan dalam pengukuran yang mungkin gagal diungkap oleh tes tersebut. Lebih jauh lagi, hasil dari tes tersebut mungkin hanya relevan dalam periode tertentu, dan harus dimutakhirkan agar tetap absah dan dapat dipercaya.

Acuan:

  • A Guide to Psychology and Its Practice. “Psychological Testing”Available: http://www.guidetopsychology.com/testing.htm
  • American Psychological Association. “Understanding Psychological Testing and Assessment.”Available: http://www.apa.org/helpcenter/assessment.aspx
  • National Center for Biotechnology Information. “Frequently Performed Psychological Tests.”Available: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK321/ Shum, D., O’Gorman, J. et. al. “Psychological Testing and Assessment 2nd Ed.”Oxford University Press: 2013.
Bagikan informasi ini: