Apa itu Pengobatan Prostat dengan Laser

Ada jutaan pria di dunia, dari berbagai usia dan kelas sosio-ekonomi, menderita gangguan prostat. Kelenjar yang sangat penting bagi sistem reproduksi pria ini terletak di leher kandung kemih. Pria yang sehat memiliki prostat yang berukuran sebesar kacang walnut dan beratnya sekitar 7-16 gram. Namun, ada kondisi dan faktor tertentu yang dapat menyebabkan prostat bertambah besar. Sehingga, pria akan kesulitan buang air kecil.

Salah satu kondisi yang mengakibatkan pembesaran kelenjar prostat adalah benign prostatic hyperplasia (BPH), juga dikenal sebagai pembesaran prostat jinak. Perubahan ukuran prostat dapat menyebabkan kandung kemih dan uretra menyempit, sehingga buang air kecil menjadi sulit dan menyakitkan. Bahkan dalam beberapa kasus, pasien sama sekali tidak bisa buang air kecil.

Salah satu pengobatan yang modern untuk gangguan prostat, terutama BPH, adalah operasi laser. Operasi ini dapat menghilangkan kelebihan jaringan yang menyebabkan prostat membesar. Laser dapat digunakan untuk menangani pembesaran kelenjar prostat melalui enukleasi (memotong kelebihan jaringan di kelenjar prostat menggunakan sinar laser) dan ablasi (menggunakan energi panas dari laser untuk melelehkan kelebihan jaringan yang menyumbat uretra).

Berikut ini adalah jenis tindakan laser yang dapat mengobati gangguan prostat:

  • HoLAP atau Holmium laser ablation of the prostate – Ini adalah tindakan ablasi, yang berarti energi panas dari laser akan digunakan untuk menguapkan kelebihan jaringan di kelenjar prostat.
  • HoLEP atau Holmium laser enucleation of the prostate – Tindakan ini dilakukan dengan memotong dan mengangkat kelebihan jaringan prostat yang menyumbat uretra dan menyebabkan pasien kesakitan saat buang air kecil. Dokter bedah akan menggunakan alat yang bernama morcellator untuk memotong jaringan menjadi lebih kecil, sehingga mudah diangkat.
  • PVP atau photoselective vaporization of the prostate – Ini adalah tindakan ablasi yang dapat memperlebar uretra.


Jenis tindakan laser yang dipilih oleh dokter, akan bergantung pada usia dan kesehatan pasien, ukuran prostat yang membesar, serta tingkat keparahan dari gejala yang disebabkan oleh kondisi ini.

Siapa yang Perlu Menjalani Pengobatan Prostat dengan Laser dan Hasil yang Diharapkan

Pasien yang menderita BPH merupakan kandidat yang ideal untuk pengobatan prostat dengan laser. Gejala yang biasanya dialami oleh pasien BPH adalah:

  • Kesulitan saat buang air kecil, atau susah buang air kecil
  • Merasa sakit saat buang air kecil
  • Buang air kecil yang berlangsung lebih lama
  • Buang air kecil yang tersendat
  • Kandung kemih tetap terasa penuh walaupun sudah buang air kecil
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih


Kondisi di bawah ini juga dapat menyebabkan pasien memerlukan pengobatan prostat dengan laser:

  • Kerusakan kandung kemih
  • Kerusakan ginjal
  • Inkontinensia
  • Retensi urin
  • Batu kandung kemih
  • Infeksi saluran kemih yang sering kambuh
  • Hematuria


Hasil yang diharapkan dari pengobatan prostat dengan laser adalah:

  • Menghentikan gejala yang dialami pasien, seperti sering buang air kecil
  • Mencegah komplikasi dari gangguan pada prostat


Pengobatan prostat dengan laser sangat disarankan bagi pasien karena manfaatnya sangat banyak, yaitu:

  • Tindakan ini dapat mengurangi risiko pendarahan, terutama bagi pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah atau menderita penyakit yang menyebabkan tubuh tidak dapat membekukan darah dengan baik.
  • Tindakan ini minim invasif, sehingga dapat mempersingkat waktu menginap di rumah sakit atau pasien malah bisa langsung pulang ke rumah. Tindakan ini biasanya dilakukan sebagai tindakan rawat jalan. Namun, pasien yang sedang tidak sehat atau lanjut usia akan diminta untuk menginap di rumah sakit agar dapat diawasi.
  • Tindakan minim invasif juga memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat.
  • Dengan tindakan ini, pasien tidak terlalu membutuhkan kateter. Setelah tindakan selesai, pasien hanya membutuhkan kateter untuk buang air kecil selama maksimal 24 jam.
  • Hasilnya dapat langsung dirasakan

    Cara Kerja Pengobatan Prostat dengan Laser

Pertama, pasien akan menjalani konsultasi awal untuk mengetahui apakah ia dapat menjalani pengobatan prostat dengan laser. Setelah itu, dokter dan pasien akan membuat janji temu – biasanya selama 1 atau 2 hari agar pasien dapat menginap di rumah sakit, jika dibutuhkan. Tindakan ini biasanya membutuhkan waktu antara 30 menit sampai 2 jam, tergantung pada ukuran prostat pasien dan jumlah jaringan yang harus diangkat. Kasus yang lebih rumit bisa membutuhkan tambahan waktu beberapa jam.

Tindakan ini dapat menggunakan bius total atau bius lokal pada tulang belakang, tergantung pada keinginan pasien atau rekomendasi dokter. Setelah obat bius bekerja, dokter akan memasukkan tabung serat optik yang kecil ke ujung penis. Tabung ini akan langsung diarahkan ke uretra. Setelah berada di posisi yang tepat, dokter akan mengaktifkan laser untuk melelehkan atau memotong jaringan yang menyumbat uretra.

Tergantung pada jenis tindakan yang dilakukan, dokter juga dapat memasukkan morcellator untuk mengangkat potongan jaringan prostat yang dipotong dengan laser.

Setelah tindakan selesai, pasien akan menggunakan kateter selama satu hari atau kurang. Kateter akan dilepas setelah pembengkakan pada uretra mereda.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Tindakan Laser Prostat

Pada beberapa kasus, uretra pasien dapat belum sembuh sepenuhnya setelah 24 jam. Pasien juga dapat mengalami komplikasi berikut setelah menjalani pengobatan prostat dengan laser:

  • Darah pada urin, yang dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Namun, jika darah menjadi kental atau menghalangi aliran urin, pasien harus segera menemui dokter.
  • Kesulitan atau sering buang air kecil
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Inkontinensia

    Rujukan

  • Foundation of the Prostate Gland

  • National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse
  • Ohio State University: “Anatomy of the Prostate Gland”
  • American Urological Association
Bagikan informasi ini: