Apa itu Penggantian Pinggul Total?

Operasi penggantian pinggul total adalah prosedur medis yang melibatkan pengangkatan dari sendi pinggul yang sakit dan menggantinya dengan sendi prostetik buatan atau implan, biasanya dari plastik dan logam keras. Operasi ini juga dikenal dengan istilah artroplasti. Sendi prostetik yang baru dapat mengembalikan fungsi pinggul dan membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh kondisi seperti [arthritis] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/artritis).

Operasi penggantian pinggul dianggap sebagai salah satu prosedur terobosan dalam bedah tulang. Hal ini dapat dilakukan pada pasien dengan usia berapapun, dari remaja dengan arthritis juvenile hingga pasien tua dengan artritis degeneratif.

Siapa yang Perlu Menjalani Operasi Penggantian Pinggul dan Hasil yang Diharapkan

Operasi penggantian pinggul total biasanya dianjurkan untuk mengobati kasus arthirit yang memburuk dan melibatkan sendi panggul. Prosedur ini kebanyakan dilakukan untuk penyakit arthritis degeneratif (osteoarthritis), suatu kondisi yang terkait dengan penuaan, trauma dan kelainan bawaan. Pasien dengan [rheumatoid arthritis] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/rheumatoid-arthritis), osteonekrosis (suplai darah yang tidak memadai) pada tulang pinggul, penyakit sistemik (termasuk lupus erythematosus) dan patah tulang yang memengaruhi pinggu, juga dapat menjalani prosedur ini.

Pasien yang direkomendasikan untuk penggantian panggul total biasanya mereka yang mengalami sakit kronis dan progresif, yang mengarah ke penurunan fungsi tubuh normal. Ini adalah prosedur elektif dan dapat dipertimbangkan untuk orang-orang yang mengalami rasa sakit yang:

  • Tetap muncul bahkan setelah mengonsumsi obat nyeri dan anti peradangan
  • Mengganggu pola tidur teratur
  • Memburuk saat berjalan dan menaiki tangga, bahkan dengan penggunaan walker atau tongkat
  • Mempersulit duduk dan bangkit dari posisi duduk
    Hasil yang diharapkan dari prosedur ini adalah pasienperlahan-lahan dapat kembali melakukan gerakan-gerakan yang disebutkan di atas, setelah pulih sepenuhnya dari operasi. Selain, rasa nyeri diharapkan hilang dalam waktu yang lama. Namun, setelah sembuh total, beberapa olahraga dan aktivitas berat perlu dihindari, karena operasi penggantian pinggul hanya dapat mengembalikan fungsi tubuh pasien untuk menjalani kegiatan sehari-hari.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan setelah operasi pinggul, antara lain: berjalan, mengemudi, berenang, bermain golf, bersepeda, menari, dan olahraga dengan dampak rendah.

Cara Kerja Operasi Penggantian Pinggul

Sebelum melakukan operasi penggantian pinggul total, dokter bedah ortopedi akan melakukan pemeriksaan fisik umum, tes darah, rontgen dan bahkan MRI untuk memastikan bahwa Anda sehat untuk menjalani prosedur dan memeriksa apakah sendi dan otot sekitarnya cocok untuk penggantian pinggul.

Operasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik bedah tradisional atau metode minimal invasif, perbedaannya terletak pada ukuran sayatan dibuat. Prosedur ini memakan waktu beberapa jam.

Dalam operasi penggantian pinggul tradisional, bius total diperlukan. Dokter bedah membuat sayatan sepanjang 8-10 di sisi pinggul yang terkena dampak dan mengeser otot dasar agar sendi panggul dapat terlihat. Bagian tulang paha dengan bentuk seperti bola dan struktur yang rusak lainnya akan diangkat. Lalu, sendi buatan akan dipasangkan menggunakan perekat khusus yang memungkinkan struktur baru berpada dengan tulang paha yang tersisa.

Prosedur yang sama dilakukan ketika menggunakan metode minimal invasif, tetapi sayatannya lebih pendek (biasanya 2-5 inci). Sehingga mengurangi darah yang hilang, rasa sakit dan jaringan parut. Selain itu, pasien tidak perlu berlama-lama tinggal di rumah sakit dan proses penyembuhan lebih cepat.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Operasi Penggantian Pinggul

Setelah operasi, pasien selalu dipantau untuk memastikan bahwa tidak ada komplikasi yang muncul. Mobilitas akan menjadi sangat terbatas setelah prosedur dan pasien perlu menjalani terapi fisik dalam hitungan hari bahkan bulan, untuk membantu memulihkan fungsi normalnya.

Resiko yang terkait dengan operasi penggantian pinggul adalah sebagai berikut:

  • Pembekuan darah - Gumpalan dapat terbentuk di vena-vena kaki setelah prosedur selesai. Untuk mencegah komplikasi ini, obat pengencer darah biasanya diresepkan.
  • Infeksi - Resiko infeksi muncul di operasi apapun, khususnya di situs sayatan dan jaringan di bawahnya. Jika hal ini terjadi, antibiotik akan diresepkan pada kasus-kasus ringan. Sementara infeksi berat biasanya akan memerlukan prosedur pembedahan lain untuk menggantikan prostesis.
  • Perdarahan - Pendarahan saat operasi penggantian pinggul dapat menjadi parah, sehingga [transfusi darah] (https://www.docdoc.com/id/id/info/procedure/konsultasi-transfusi-darah) perlu dipersiapkan sebelum prosedur. selalu disarankan sebelum prosedur.
  • Fraktur - Patah tulang dapat terjadi pada bagian sendi pinggul yang sehar. Meskipun kebanyakan komplikasi patah tulang sembuh dari waktu ke waktu, beberapa kasus perlu diobati dengan menggunakan struktur logam atau cangkok tulang.
  • Dislokasi - Komplikasi ini terjadi ketika bola prostetik keluar dari soketnya. Tergantung pada tingkat keparahan, dislokasi dapat diperbaiki dengan mudah tanpa perlu operasi lagi.
  • Perubahan panjang kaki - Ada kasus ketika pinggul prostesis baru dipasangmembuat satu kaki lebih pendek atau lebih panjang dari yang lain untuk memaksimalkan stabilitas dan pinggul biomekanik. Jika hal ini terjadi, peregangan dan penguatan progresif dapat membantu memulihkan proporsi kaki hingga normal kembali.

Meskipun efektif dalam mengobati kondisi pinggul kronis, sendi panggul prostetik bisa aus dan longgar setelah beberapa tahun. Hal ini disebabkan kegiatan sehari-hari dan penipisan fisiologis pada tulang (osteolisis). Ketika ini terjadi, penggantian pinggul kedua atau operasi revisi akan direkomendasikan oleh dokter.

Rujukan:

  • Goldman L, et al. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2012. http://www.clinicalkey.com.

  • National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. http://www.niams.nih.gov/HealthInfo/HipReplacement.

Bagikan informasi ini: