Apa itu Pankreatektomi?

Pankreatektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat sebagian atau seluruh bagian pankreas, organ berkelenjar yang merupakan bagian dari sistem endokrin dan pencernaan manusia. Pankreas yang terletak di rongga perut tepat di samping lambung, berperan memproduksi bermacam jenis hormon yang penting untuk berbagai proses di dalam tubuh. Di antaranya polipeptida, insulin, somastatin, dan glukagon. Pankreas juga bertanggung jawab dalam memproduksi dan mengeluarkan enzim yang melancarkan proses pencernaan, memudahkan penyerapan zat gizi di dalam usus manusia, dan membantu memecahkan lipid, protein, dan karbohidrat. Prosedur reseksi pankreas bertujuan untuk menangani penyakit yang menyerang pankreas, seperti tumor pankreas jinak maupun ganas, dan pankreatitis.

Pankreatektomi memiliki empat jenis prosedur, yaitu:

  • Pankreatikduodenoktomi – Dikenal sebagai prosedur Whipple, prosedur reseksi pankreas ini melibatkan organ tubuh lain, seperti usus duabelas jari. Prosedur ini umumnya direkomendasi untukk pasien yang memiliki tumor pankreas ganas disertai dengan pertumbuhan kanker pada papilla duodenum, duktus bilaris komunis, atau usus duabelas jari di dekat pankreas.
  • Pankreatektomi distal – Prosedur pengangkatan sebagian pankreas bawah dan direkomendasi untuk pasien dengan kondisi tumor ganas di ekor atau bagian dasar pankreas.
  • Pankreatektomi segmental tengah – Prosedur dilaksanakan pada bagian segmen tengah pankreas.
  • Pankreatektomi total – Prosedur untuk mengangkat seluruh bagian pankreas.

Siapa yang Perlu Menjalani Pankreatektomi dan Hasil yang Diharapkan

Prosedur reseksi pankreas dilaksanakan sebagai prosedur pengobatan atau penanganan penyakit:

  • Pankreatitis nektotika – Kondisi penumpukan cairan dan nekrosis pada pankreas, biasanya merupakan komplikasi dari pankreatitis akut. Kemudian, cairan yang terkumpul di dalam pankreas akan membentuk dinding yang dikenal sebagai kista pankreas atau pseudocyst yang memiliki kadar enzim pankreas tinggi. Ketika peseudocyst terinfeksi, maka ia berubah menjadi abses pankreas. Pankreatitis nekrotika dapat menyebabkan sepsis dan kegagalan organ ganda. Prosedur pankreatektomi dapat menghalau serangan nekrosis terhadap pankreas, sehingga harapan hidup pasien meningkat.

  • Pankreatitis kronis – Kondisi peradangan pankreas yang terjadi dalam waktu yang lama. Pasien yang mengidap penyakit ini akan mengalami kerusakan pencernaan makanan dan memiliki kadar hormon pankreatik rendah.

  • Trauma pada pankreas – Cedera pada pankreas biasanya sulit terdiagnosis, tapi cedera ringan mudah untuk ditangani. Namun, ketika cedera ringan tidak terdiagnosis dengan baik, atau jika pankreas mengalami cedera berat, pasien dapat merasa gejala yang sangat sulit untuk diobati dan ditangani.

  • Adenokarsinoma duktus pankreas (PDAC) – Jenis kanker pankreas ini tumbuh di lapisan sel duktus pankreas yang berperan mengangkut getah pencernaan ke dalam usus kecil. Duktus adenokarsinoma dapat tumbuh pada bagian pankreas manapun, tapi biasanya ditemukan di kepala pankreas.

  • Kista adenokarsinoma serous – Kista adenokarsinoma termasuk kasus yang jarang, tapi biasanya diawlai dengan kista jinak yang menampung cairan seperti air.

  • Tumor neuroendoktrin pankreas (NETs) – Jenis tumor ini tumbuh dari sel penghasil hormon pankreas dan biasanya menyerang orang-orang dengan riwayat keluarga yang mengidap sindrom von Hippel-Lindau dan Neoplasia Endokrin Ganda.

  • Neoplasma mucinous kistik dengan karsinoma invasif – Penyakit yang menyebabkan pertumbuhan kanker ini biasanya terjadi pada bagian badan atau ekor pankreas, dan umumnya terdiagnosis pada wanita paruh baya. Berbeda dengan jenis tumor pankreas lainnya, tumor ini dipenuhi dengan lendir.

  • Karsinoma sel acinar – Kanker pankreas yang jarang terjadi. Kanker ini tumbuh pada sel acinar yang berfungsi memproduksi dan mengeluarkan enzim pencernaan. Tumor ini akan memprduksi enzim lipase dalam jumlah banyak, yang dapat membantu pencernaan lemak. Gejala yang jelas dari penyakit ini adalah nyeri sendi dan ruam kulit.

  • Hiperinsulinemia hipoglikemia yang parah – Penyakit ini timbul akibat produksi dan sekresi insulin dengan kadar tinggi, sehingga kadar glukosa darah menjadi rendah.

Cara Kerja Pankreatektomi

Prosedur pankreatektomi dapat dilaksanakan dengan metode bedah terbuka dan laparoskopi. Metode laparoskopi lebih sering dipilih karena resiko yang kecil dan waktu pemulihan singkat. Kedua metode pankretektomi memerlukan bius total.

Dengan pankretektomi laparoskopi, dokter bedah hanya membuat empat sayatn kecil di area perut pasien, yang menjadi jalan masuk bagi alat bedah berbentuk tabung tipis. Perut pasien akan dipenuhi karbon dioksida untuk membantu dokter dalam melihat rongga perut melalui kamera kecil yang masuk melalui salah satu sayatan.

Pada pankreatektomi parsial, dokter akan menjepit pembuluh darah sebelum memotongnya. Dokter juga akan melekatkan dan membagi pankreas menjadi beberapa bagian sebelum diangkat. Jika penyakit pasien menyerang vena atau arteri limpa, maka organ tersebut juga akan diangkat.

Sedangkan pankretektomi total mengharuskan dokter mengangkat seluruh bagian pankreas, termasuk organ yang menempel (seperti duktus biliaris komunis). Ujung lambung akan dibagi dan dipisahkan, pankreas (beserta organ yang terikat) diangkat, dan disambungkan kembali pada usus kecil.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pankreatektomi

Reseksi pancreas terkait dengan komplikasi dan resiko berikut:

  • Pendarahan pasca operasi, yang meningkatkan resiko kematian hingga 50%
  • Pengosongan lambung tertunda
  • Kebocoran anastomosis ke pankreas
  • Infeksi

    Rujukan:

  • Claudius C, Lillemoe KD. Palliative Therapy for Pancreatic Cancer. In: Cameron JL, Cameron AM, eds. Current Surgical Therapy. 11th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2014: 481-487.

  • Jensen EH, Borja-Cacho D, Al-Refaie WB, Vickers SM. Exocrine Pancreas. In: Townsend CM Jr, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012: bab 56.

Bagikan informasi ini: