Apa itu Trabekulektomi?

Trabekulektomi, dikenal sebagai bedah filtrasi glaukoma, adalah prosedur invasif yang melibatkan pembuatan area penyaring atau beranda depan (aqueous humor) untuk mengurangi penumpukan tekanan intraocular di dalam bola mata.

Aqueous humor adalah cairan bening yang diproduksi oleh badan siliaris yang mengalir melalui bilik anterior mata ke dalam trabecular meshwork sebelum mengering. Cairan ini tidak hanya memberikan nutrisi pada bagian mata yang tidak mendapat aliran darah, tetapi juga mengatur tekanan mata. Saat cairan tidak mengalir dengan baik, maka tekanan intraokular akan menumpuk. Jika hal ini terus terjadi, maka akan menyebabkan glaukoma, yaitu penyakit mata yang berupa kerusakan pada saraf optik. Glaukoma membuat seseorang kehilangan kemampuan melihat atau buta dan tidak dapat disembuhkan.

Trabekulektomi dapat direkomendasi sebagai metode pengobatan utama atau terakhir, apabila pasien telah menjalani seluruh metode non bedah namun tidak berhasil. Dokter spesialis mata akan memutuskan prosedur yang tepat bagi pasien dengan mempertimbangkan beragam faktor, termasuk keparahan atau penyebaran kerusakan dan kondisi khusus yang dimiliki pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Trabekulektomi dan Hasil yang Diharapkan

Secara umum, trabekulektomi dilaksanakan pada pasien yang terdiagnosis glaukoma.

Glaukoma terdiri dari beberapa jenis, salah satu yang paling umum adalah glaucoma sudut terbuka atau glaukoma kronis, yang berkembang secara bertahap. Gejala pertama dari glaukoma kronis baru akan muncul dalam 10 tahun. Namun, kerusakan saraf optik pada seluruh jenis glaukoma tidak akan bisa diperbaiki. Prosedur yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis mata untuk menangani kondisi ini adalah menghambat atau mencegah perkembangan penyakit dengan mengatur tekanan intraokular.

Beberapa pasien mungkin akan mengalami glaukoma sudut terbuka primer, yaitu kondisi akut dimana tekanan meningkat dengan cepat dalam waktu singkat. Walaupun termasuk jarang, namun kondisi ini dianggap lebih membahayakan nyawa.

Glaukoma dapat terbentuk sebagai hasil dari penyakit mata lainnya, seperti peradangan uveal tract atau cedera traumatik.

Pasien yang mengidap glaukoma seringkali dianjurkan untuk memakai obat tetes mata atau mengikuti bedah laser. Jika salah satu diantara kedua pengobatan ini tidak memberikan hasil yang efektif dan penyakit tetap berkembang, maka dokter baru akan merekomendasi trabekulektomi. Namun, trabekulektomi merupakan pilihan pengobatan pertama untuk penyakit yang parah.

Tingkat kesuksesan trabekulektomi termasuk tinggi dan banyak pasien yang dapat kembali mengatur tekanan matanya. Namun, prosedur ini tidak akan mampu menahan penumpukan yang terjadi di waktu mendatang. Artinya, pasien yang memiliki tekanan intraokular tinggi dan tidak dapat diatur, perlu menjalani trabekulektomi lagi.

Cara Kerja Trabulektomi

Tujuan utama dari bedah filtrasi glaukoma adalah mengeringkan aqueous humor dengan mengalihkan cairan pada area drainase lain, yang seringkali disebut bleb. Bleb ini umumnya terbentuk pada salah satu permukaan mata paling atas sehingga tidak akan terlihat, kecuali pasien dengan sengaja mengangkat kelopak mata atas.

Tidak ada persiapan khusus yang dibutuhkan sebelum pembedahan. Pasien hanya akan disarankan menghindari konsumsi obat-obatan antikoagulan atau pengencer darah, seminggu sebelum prosedur trabekulektomi.

Trabekulektomi umumnya dilaksanakan di rumah sakit atau klinik mata dengan ruang bedah khusus. Prosedur ini menggunakan bius lokal atau total, namun sebelumnya pasien akan diberi obat tetes mata, kemudian suntikan bius langsung ke dalam mata. Obat bernama mitomycin C akan dipakaikan ke atas permukaan mata untuk menghindari luka yang membuat hasil prosedur tidak sempurna.

Dokter bedah akan membuat bukaan dengan membuat katup di konjungtiva, agar dapat menjangkau sklera. Sebagian trabecular meshwork akan dibuang untuk membuat bukaan lain pada bilik depan mata. Sedikit bagian selaput pelangi juga akan dibuang untuk menghindari penyumbatan pada lubang. Katup akan disimpan kembali dan dijahit dengan benang nilon. Cairan yang menumpuk pada bukaan baru akan menyerap ke dalam aliran darah.

Prosedur ini berlangsung selama satu jam dan pasien boleh langsung pulang dalam beberapa jam. Namun, kondisi tertentu akan mengharuskan pasien menginap di rumah sakit agar dapat dipantau dengan seksama.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Trabekulektomi

Rasa tidak nyaman, pembengkakan, kelopak mata menurun, dan nyeri merupakan komplikasi umum, intensitasnya akan semakin berkurang dan kemudian hilang dalam beberapa hari atau minggu. Meskipun jarang, komplikasi yang lebih serius dapat terjadi, seperti:

  • Pendarahan di dalam mata
  • Infeksi
  • Bekas luka yang tidak akan hilang
  • Penglihatan kabur atau berkabut

    Rujukan:

  • Cassel, Gary H., M.D., Michael D. Billig, O.D., and Harry G. Randall, M.D. The Eye Book: A Complete Guide to Eye Disorders and Health. Baltimore, MD: Johns Hopkins University Press, 1998

Bagikan informasi ini: