Apa itu Evoked Potential Testing?

Evoked potential testing atau tes pembangkit potensi otak adalah uji diagnostik yang digunakan untuk mengukur aktivitas elektrik otak dalam menanggapi rangsangan sensorik, dengan tujuan mendeteksi pengiriman sinyal saraf yang lambat atau tertunda akibat kerusakan saraf. Tes ini diterapkan pada seseorang yang diduga memiliki sklerosis multipel atau MS, dan pada kasus di mana pemeriksaan saraf tidak dapat memberikan cukup informasi. Tes ini dilakukan dengan cara membangkitkan tanggapan saraf melalui penglihatan, pendengaran, dan rangsangan somatosensorik. Tes ini juga dianggap aman, pasien pun hanya mengalami sedikit sekali rasa tidak nyaman, dan risikonya hanya terbatas pada apa yang mungkin muncul akibat masalah kesehatan yang sudah ada.

Siapa yang Perlu Menjalani Evoked Potential Testing & Hasil yang Diharapkan

Penggunaan evoked potential testing yang paling sering adalah untuk pemeriksaan sklerosis mutipel, tetapi secara umum dapat digunakan untuk menemukan kerusakan atau demielinasi, terutama ketika kerusakan terlalu kecil untuk dideteksi dalam pemeriksaan saraf. Jenis kerusakan yang dapat dideteksi melalui tes ini juga termasuk pada tumor otak, masalah saraf tulang belakang, dan gangguan saraf tertentu. Dengan demikian, tes ini tidak dianggap sebagai pengujian yang hanya khusus untuk diagnosa sklerosis multipel.

Tes ini dapat memiliki hasil yang normal atau tidak normal:

  • Normal – Hasil yang normal adalah ketika waktu antara pengiriman rangsang dan tanggapan saraf dalam angka yang normal.

  • Tidak normal – Hasil yang tidak normal adalah ketika waktu tanggapan saraf lebih lambat dari pada batas normal. Jika demikian, hal ini menunjukkan ada yang tidak normal pada otak atau jalur saraf.
    Akan tetapi, tes ini tidak dapat menentukan akar penyebab kerusakan atau tanggapan otak yang tertunda. Dengan demikian, tes pembangkit potensi ini hanya dapat digunakan sebagai tes awal, atau dalam kasus sklerosis multipel, untuk memastikan diagnosa yang sudah diperkirakan. Apabila terdeteksi terdapat dua demielinasi atau kerusakan, ada risiko besar diagnosa sklerosis multipel menjadi positif.

Cara Kerja Evoked Potential Testing

Evoked potential testing dilakukan dan diterjemahkan oleh neurolog (dokter saraf) atau ahli neurofisiologi; asalkan telah melalui pelatihan khusus dalam menggunakan tipe tes yang berbeda. Tes ini dilakukan di laboratorium, karena di sana terdapat peralatan tertentu yang diperlukan. Biasanya, tes ini memakan waktu sekitar 30-60 menit.

Ada tiga cara untuk melakukan evoked potential test; masing-masing menggunakan tipe rangsangan yang berbeda:

  1. Visual Evokes Response (VER) – Tes ini adalah yang paling sering digunakan terutama dalam mendiagnosa MS, karena tingginya tingkat terjadinya kerusakan saraf mata yang diamati sebagai gejala awal MS. Dalam ujian ini, pasien diminta untuk melihat pola yang merubah atau membalik warna atau lampu sorot yang berkedip dalam beberapa menit, untuk merangsang saraf mata. Pasien, duduk dalam jarak 1 meter dari layar (cahaya), akan diminta untuk fokus pada tengah-tengah pola dan menutup satu mata pada satu waktu.

  2. Auditory Brain Stem Evoked Response (ABER) – Tes ini merangsang saraf telinga dengan membuat pasien mendengar nada, biasanya suara seperti ‘klik’ yang dikirim ke salah satu telinga dalam satu waktu. Selain digunakan untuk diagnosa MS, ABER juga dapat mendeteksi tumor pada batang otak.

  3. Somatosensory Evoked Response (SSER) – Saraf kaki dan tangan dirangsang dengan menggunakan kejut listrik ringan yang diberikan pada pergelangan tangan atau pun lutut. Selain untuk MS, tes ini juga dapat mendeteksi masalah tulang belakang yang menyebabkan rasa kebas dan lemas pada bagian-bagian tubuh.

Pada semua tes tersebut, tingkat kecepatan tanggapan saraf dicatat dengan meletakkan elektroda yang terpasang pada kepala dan bagian tubuh lain pasien. Lokasi elektroda ditentukan oleh jenis tes. Untuk tes VER, elektroda diletakkan di belakang kepala, yang adalah daerah oksipital di mana otak menerima rangsangan visual. Untuk tes ABER, elektroda juga diletakkan pada daun telinga selain pada kulit kepala. Untuk tes SSER, elektroda dipasang pada kulit kepala, pergelangan tangan, dan bagian belakang lutut.

Komplikasi & Resiko Evoked Potential Testing

Evoked potential testing adalah tindakan diagnosa yang sederhana dan aman, yang hanya menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman atau bahkan tidak sama sekali, dan memiliki tingkat efektifitas tinggi dalam mendeteksi kerusakan atau demielinasi.

Akan tetapi, pada mereka yang juga memiliki penyakit lain, kemungkinan akan ada risiko yang muncul. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memberitahukan semua informasi yang berkaitan dengan penyakit tersebut kepada dokter sebelum menjalani tindakan.

Ada beberapa faktor yang dapat merusak keakuratan evoked potential testing, termasuk pada:

  • Rabun jauh parah, yang membuat pasien tidak dapat melihat pola dengan benar
  • Infeksi telinga tengah atau kotoran yang menutup telinga, yang menghalangi pengiriman stimulus pendengaran
  • Kerusakan pendengaran parah, yang akan mencegah pasien mendengar nada yang menstimulasi.

    Rujukan:

  • Shy ME. Peripheral neuropathies. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Cecil Medicine. 23rd ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier. 2007: chap 446.

Bagikan informasi ini: