Apa itu Peninjauan Pengobatan Psikiatri

Dalam sebuah sesi pemeriksaan, seorang [dokter umum] (https://www.docdoc.com/id/id/info/specialty/dokter-umum) atau seorang dokter ahli psikiatri akan meninjau dan memeriksa semua obat-obatan yang dikonsumsi seorang pasien untuk mengatasi masalah mental yang ia derita. Tujuannya adalah untuk memberikan obat-obatan yang efektif, dan pada akhirnya, untuk mengingkatkan hasil perawatan untuk pasien.

Siapa yang Perlu Melakukan Peninjauan Pengobatan Psikiatri

Peninjauan pengobatan psikiatri bermanfaat bagi pasien psikiatri yang sedang dirawat untuk mengatasi masalah mental yang dialami menggunakan obat-obatan tertentu, seperti obat anti-psikotik, obat pengatur mood, dan obat anti-depresan. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk memastikan obat yang dikonsumsi tidak menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan (seperti yang tertera di bawah) yang dapat membahayakan pasien atau mengurangi efektivitas perawatan yang sedang berjalan.

Efek samping yang biasanya terjadi dari pengobatan psikiatri

  • Kenaikan berat badan
  • Rasa mengantuk
  • Kehilangan selera makan
  • Perubahan pola makan
  • Jumlah air liur yang berlebihan atau mulut yang kering
  • [Mual] (https://www.docdoc.com/info/condition/nausea-and-vomiting)
  • Sakit Perut
  • Jumlah urin yang bertambah
  • [Kelainan Pola Tidur] (https://www.docdoc.com/info/condition/sleep-problems) atau rasa mengantuk yang berlebih
  • Kelainan gerak badan


Efek samping di atas dapat memengaruhi setiap pasien dengan cara berbeda-beda, dan terkadang efek sampingnya tidak bisa dicegah. Karenanya, dokter yang memberikan resep perlu memperhitungkan kondisi pasien tetapi dengan jumlah efek samping sesedikit mungkin yang bisa ditoleransi pasien.

Hasil yang diharapkan

Pemeriksaan pengobatan akan membantu pasien dalam mendiskusikan dengan dokter umum tentang efek samping yang dialami dalam perawatan ini. Jika ada efek samping yang membahayakan pasien, maka dokter bedah atau psikiater dapat :

  • Mengatur ulang dosisnya
  • Mengatur jadwal obat untuk mengonsumsi obat
  • Mengubah resep obatnya
  • Menyarankan perubahan gaya hidup, seperti dengan lebih banyak olahraga
  • Memberi rujukan kepada ahli nutrisi untuk mengubah pola makan pasien
  • Memperbarui daftar obat yang dikonsumsi pasien jika terjadi perubahan gejala dan diagnosis dan jika ada jenis obat baru yang dapat bekerja lebih baik pagi pasien dibandingkan dengan daftar obat yang lama


Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk meningkatkan efek positif dari obat-obatan yang dikonsumsi pasien; dengan kata lain, obat yang dikonsumsi harus dapat mengurangi gejala masalah mental yang dialami tanpa memberikan efek samping berlebih yang dapat membahayakan pasien.

Cara Kerja Pemeriksaan Pengobatan Psikiatri

Pemeriksaan pengobatan psikaiatri diberikan oleh dokter umum, psikiater, atau ahli farmasi, dan biasanya setelah menerima permintaan dari pasien. Selama pemeriksaan, beberapa informasi berikut ini akan ditanyakan:

  • Daftar lengkap obat yang sedang dikonsumsi
  • Daftar lengkap vitamin, suplemen makanan, dan suplemen herbal yang sedang dikonsumsi
  • Dosis dari masing-masing obat
  • Jadwal masing-masing obat tersebut diminum

Akan lebih baik jika pasien memberikan sampel dari semua obat-obatan yang sedang Ia konsumsi saat pemeriksaan. Dokter kemudian akan menilai setiap obat berdasarkan tujuannya, dosis dan konsumsinya, hasil yang diharapkan, efek yang diinginkan, efek samping, dan reaksi dari obat tersebut.

Jika ditemukan masalah, dokter akan merevisi resep obat pasien tersebut. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meminta kunjungan lanjutan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Peninjauan Pengobatan Psikiatri

Peninjauan pengobatan psikiatri tidak mengandung resiko yang berbahaya dan komplikasi dari segi pemeriksaannya itu sendiri. Namun, resiko dan kemungkinan komplikasi muncul jika pemeriksaan tidak dilakukan.

Obat-obatan psikiatri perlu lebih sering diperiksa dan ditinjau dibandingkan jenis obat-obatan lainnya. Selain karena efek samping biasa atau ringan, obat ini memberikan efek samping berat dan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, obat-obatan psikiatri juga dapat menimbulkan komplikasi saraf yang lebih serius jika obat tersebut tidak bekerja sebagaimana seharusnya. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah”

  • Diabetes tipe 2
  • Tardive dysknesia atau kejang tidak terkontrol yang bersifat permanen
  • Gangguan fungsi kognitif
  • Kehilangan ingatan
  • Masalah pada liver
  • Pankreatiitis – Peradangan pada pankreas
  • Masalah pada kelenjar tiroid
  • Kelelahan kronis
  • Hipertensi Pulmonal (hipertensi paru)


Ada juga resiko dari gejala penarikan yang disebabkan oleh mengubah pola konsumsi atau berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu tanpa melakukan pemeriksaan pengobatan psikiatri terlebih dahulu. Diantaranya adalah:

  • Insomnia
  • Kelelahan
  • Rasa Cemas dan gugup
  • Depresi
  • Rasa gelisah
  • Penyakit kejiwaan
  • Hipersensitif


Karenanya, untuk mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang dan gejala dari reaksi penarikan, pasien perlu meminta pemeriksaan pengobatan setidaknya satu kali dalam setahun, atau saat dirasa perlu.

Rujukan:

  • National Institute of Mental Health (NIMH). Antidepressant medications for children and adolescents: information for parents and caregivers. Available at: www.nimh.nih.gov/health/topics/child-and-adolescent-mental-health/antidepressant-medications-for-children-and-adolescents-information-for-parents-and-caregivers.shtml. Accessed October 31, 2014.

  • US Preventive Services Task Force. Screening and treatment for major depressive disorder in children and adolescents: US Preventive Services Task Force Recommendation Statement. Pediatrics. 2009;123:1223-1228. PMID 19336383 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19336383.

Bagikan informasi ini: