Apa itu Umbilektomi?

Umbilektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat umbilikus atau pusar, biasanya karena hernia pusar dalam ukuran besar. Prosedur ini juga dikenal sebagai omfalektomi.

Siapa yang Perlu Menjalani Umbilektomi dan Hasil yang Diharapkan

Umbilektomi merupakan prosedur yang jarang dilakukan dan biasanya dianjurkan untuk hernia pusar dalam ukuran besar.

Hernia pusar atau hernia umbilikalis adalah kelainan dinding perut yang timbul karena cincin pusar gagal menutup, sehingga isi perut menonjol keluar. Bagian perut yang menonjol, biasanya usus, hanya akan ditutupi oleh kulit pusar dan jaringan subkutan di bawahnya. Pada kebanyakan kasus, hernia ini berukuran kecil, bahkan ada yang dapat menutup sendiri.

Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan gejala, hanya mengakibatkan pusar menonjol keluar atau bodong. Walaupun jarang terjadi, namun isi perut dapat terperangkap (incarceration) dan terikat (strangulation). Apabila isi perut terperangkap, pasien akan merasakan nyeri perut, benjolan keras di pusar, dan tanda-tanda penyumbatan seperti muntah. Hernia pusar yang besar biasanya terjadi pada pasien yang obesitas dan memiliki lesi di kulit. Pada beberapa pasien, terutama yang mengidap asites, hernia dapat membentuk fisur atau pecah. Jika hal ini terjadi, pasien harus segera mendapat pertolongan medis.

Adanya massa pada pusar juga dapat memerlukan umbilektomi. Seringkali, massa ini sifatnya jinak. Contohnya adalah kista, lipoma, atau fibroma. Tumor dari sisa embrio seperti urakus juga dapat terbentuk. Beberapa pasien juga dilaporkan memiliki endometriosis pada pusar. Tumor-tumor ini biasanya membutuhkan pembedahan.

Umbilektomi juga dapat dilakukan untuk mengobati infeksi pusar. Kebanyakan infeksi pusar, misalnya omfalitis, dapat ditangani secara konservatif dengan terapi antibiotik. Infeksi dan peradangan pusar yang kronis dapat menyebabkan terbentuknya granuloma. Salah satu contohnya infeksi atau peradangan yang terjadi akibat kontak dan iritasi berkepanjangan dengan benda asing. Jika berukuran kecil, kondisi ini dapat diobati dengan mengoleskan krim yang mengandung nitrat perak. Namun, granuloma yang besar mungkin harus dipotong. Infeksi pusar yang progresif juga dapat menyebabkan tumbuhnya necrotizing fasciitis, suatu kondisi serius yang menyebabkan jaringan tubuh mati (gangren) dan memerlukan debridemen bedah agresif.

Cara Kerja Umbilektomi

Setelah melakukan pencegahan dan antisepsis standar, dokter bedah akan membuat sayatan di sekitar pusar, biasanya sayatan elips melintang. Sayatan ini dapat dilanjutkan hingga lipatan supra umbilikalis atau infra umbilikalis. Belakangan ini, metode laparoskopi juga mulai digunakan untuk umbilektomi dan penanganan kelainan terkait.

Kemudian, area pusar akan diperiksa untuk mengevaluasi semua struktur yang terlihat. Contohnya adalah arteri, vena, dan urakus. Lalu, dokter akan memotong atau memperbaiki kelainan pusar. Apabila hernia pusar berukuran besar, dokter mungkin perlu memasang kasa prostetik. Langkah ini dilakukan setelah organ tubuh dikembalikan ke rongga perut.

Untuk menutup dinding perut, fasia akan dipindah dan jika memungkinkan, ditutup dengan jahitan berlanjut atau terusan. Terakhir, kulit pusar akan ditutup. Dokter akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat pusar terlihat alami. Jahitan terputus dapat dibuat untuk melekatkan pusar ke fasia di bawahnya. Jika terdapat kelebihan kulit pusar, dokter mungkin perlu melakukan pemotongan parsial atau umbilicoplasty. Apabila seluruh bagian pusar telah diangkat, pasien dapat menjalani rekonstruksi pusar dan pembuatan neoumbilikus.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Umbilektomi

Pada umumnya, operasi pusar tidak berbahaya dan komplikasi yang terjadi biasanya berkaitan dengan penyakit lain. Nyeri yang dirasakan setelah prosedur pun umumnya ringan. Pendarahan jarang terjadi, namun hematoma dapat terjadi jika pembedahan menyisakan rongga yang besar. Komplikasi lain yang dapat dialami berkaitan dengan luka. Di antaranya adalah infeksi dan jahitan terlepas tanpa sengaja, terutama pada pasien yang terserang penyakit menular. Komplikasi ini biasanya dapat diatasi dengan penutupan luka yang baik dan antibiotik. Pada hernia pusar, kulit dan jaringan subkutan yang menipis dapat menyebabkan kasa terkikis sehingga akhirnya perlu dilepas.

Rujukan:

  • Schwartz’s Principles of Surgery 9th edition
  • Mastery of Surgery 5th edition
  • Surgery of the Abdominal Wall
Bagikan informasi ini: