Apa itu Doppler Arteri?

Doppler arteri, yang juga dikenal sebagai doppler vaskular atau USG vaskular, adalah tindakan diagnostik tanpa rasa sakit dan tidak berisiko yang dilakukan untuk memvisualisasikan dan mengevaluasi fungsi dari arteri dan pembuluh darah. Tindakan ini menciptakan gambar real-time bagian dalam tubuh pasien, termasuk vena, pembuluh darah, dan arteri yang membentuk sistem pembuluh darah dengan menggunakan gelombang suara.

Tindakan doppler arteri dapat mengukur aliran darah di dalam pembuluh darah dan arteri secara efektif dan akurat, terutama yang ditemukan pada kaki. Dengan demikian, tindakan ini dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan pada aliran darah dan mendeteksi keberadaan darah menggumpal dan sirkulasi darah yang tidak lancar, yang membantu dokter mendiagnosa penyakit terkait dan kondisi kesehatan lainnya. Tindakan ini biasanya digunakan sebagai alternatif untuk tindakan pencitraan lain yang lebih berisiko, seperti venografi dan arteriografi, yang keduanya melibatkan penggunaan pewarna yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Pewarna, yang juga dikenal sebagai agen kontras, akan muncul dalam gambar sinar-X untuk memvisualisasikan jaringan pembuluh darah dan arteri dalam tubuh. Beberapa pasien mungkin memiliki reaksi alergi terhadap zat pewarna, serta komplikasi lainnya. Tindakan doppler arteri, yang tidak menggunakan pewarna, tidak memiliki risiko terhadap reaksi alergi dan komplikasi.

Selain mengidentifikasi penyumbatan, pembekuan, dan menilai kinerja sistem vaksular, tindakan doppler arteri juga dapat dilakukan untuk:

  • Memeriksa kondisi arteri, terutama dalam kasus luka
  • Menentukan apakah pasien memenuhi syarat untuk melakukan tindakan tertentu seperti angioplasti
  • Memantau kemajuan rencana perawatan
  • Mengamati aneurisma dan varises

Siapa yang Harus Menjalani Doppler Arteri

Tindakan doppler arteri direkomendasikan oleh dokter, untuk:

  • pasien yang mengeluhkan gejala seperti lemah pada anggota badannya
  • pasien dicurigai menderita penyumbatan pembuluh darah
  • pasien yang mengeluh sakit kaki
  • mengevaluasi darah pasien mengikuti perkembangan kondisi tertentu seperti stroke yang dapat menyebabkan berbagai gejala dalam sistem vaskular
  • mendiagnosa plak arteri dan menentukan keparahan kondisi
  • membantu dalam pengobatan. Laser dan ablasi radiofrekuensi vena bermasalah dapat dipandu oleh tindakan pencitraan tidak berisiko seperti doppler arteri
  • menilai dan mengevaluasi kesahatan janin. Memeriksa aliran darah yang melewati tali pusat dan plasenta dapat memeriksa dengan aman kondisi otak dan jantung janin untuk melihat jika bayi yang belum lahir menerima oksigen dan nutrisi yang cukup
  • memastikan jika pasien menderita tromboflebitis superfisial

Hasil normal dari tindakan doppler arteri berarti pembuluh darah pasien sehat, dan tidak memiliki tanda penutupan, pembekuan, atau penyempitan saluran darah. Di sisi lain, hasil tidak normal berarti pasien menderita kondisi yang perlu ditangani secepat mungkin. Kondisi ini termasuk gumpalan darah pada arteri, penumpukan lemak yang menghalangi darah mengalir dengan baik, atau gelembung udara yang berbahaya yang muncul dalam pembuluh darah.

Cara Kerja Doppler Arteri

Salah satu keuntungan dari tindakan doppler arteri adalah tindakan ini tidak memerlukan banyak persiapan sebelumnya. Pasien hanya akan disarankan untuk menghentikan penggunaan atau konsumsi produk dengan nikotin, sepert rokok, dan mengunyah tembakau selama setengah jam sampai dua jam sebelum tindakan. Hal ini diperlukan karena nikotin dikenal sebagai penyebab penyempitan pembuluh darah, dan dengan demikian dapat mempengaruhi hasil tindakan.

Tindakan ini dapat dilakukan oleh sonogram atau ahli radiologi, dan harus dilakukan dalam ruang USG klinik atau rumah sakit. Pasien akan disarankan untuk menanggalkan perhiasan atau setiap bagian pakaiannya yang dapat menghambat mesin mengambil gambar berkualitas tinggi.

Gel dingin akan dioleskan pada transduser atau pada kulit pasien untuk memungkinkan transduser untuk menggunakan gelombang suara yang lebih efisien. Gelombang suara kemudian akan menemukan arteri, dan memantul kembali untuk menghasilkan gambar real-time pada arteri di monitor.

Kemungkinan Risiko dan Komplikasi Doppler Arteri

Tidak ada risiko dan komplikasi yang diakibatkal oleh tindakan doppler arteri. Tindakan ini sangatlah aman dan tidak berisiko, serta dapat dilakukan dalam waktu singkat tanpa perlu rawat inap atau periode pemulihan yang lama. Bahkan, pasien dapat kembali melakukan kegiatan normalnya setelah tindakan selesai.

Rujukan:

  • Fowler GC, Reddy B. Noninvasive Venous and Arterial Studies of the Lower Extremities. In: Pfenninger JL, Fowler GC, eds. Pfenninger & Fowler's Procedures for Primary Care. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2011:chap 88.
Bagikan informasi ini: