Apa itu Tes Karotid Doppler?

Tes karotid Doppler adalah prosedur diagnosis yang memanfaatkan ultrasound untuk melihat laju aliran darah pada arteri karotis di leher, serta aliran darah pada arteri subklavia dan vertebral. Prosedur ini umumnya digunakan untuk menilai tingkat penyakit aterosklerosis, suatu kondisi yang ditandai oleh penimbunan plak di dalam arteri.

Penyakit aterosklerosis bisa saja mengancam jiwa jika terlambat didiagnosis atau ditangani, karena kondisi ini mengurangi jumlah darah kaya oksigen yang mengalir ke otak. Di samping itu, arteri yang tersumbat dapat mengeras dan pecah sehingga menimbulkan gumpalan darah yang mencegah darah mengalir ke arteri karotis.

Siapa yang Perlu Menjalani Tes Karotid Doppler dan Hasil yang Diharapkan

Prosedur tes karotid Doppler biasanya direkomendasikan kepada pasien dengan resiko stroke tinggi dan pasien yang mengidap penyakit berikut:

  • Diabetes
  • Level kolesterol tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke atau serangan iskemik transien pada beberapa bulan terakhir
    Pasien dengan riwayat keluarga memiliki penyakit jantung dan stroke juga sebaiknya menjalani tes ini, paling tidak satu kali dalam setahun untuk tindakan pencegahan. Prosedur ini juga dapat dilakukan jika dokter mendeteksi adanya bunyi abnormal menggunakan stetoskop. Jika ada penimbunan plak yang serius pada arteri karotis, maka dokter dapat memberikan obat-obatan atau melakukan operasi.

Cara Kerja Tes Karotid Doppler

Seperti pada prosedur ultrasound, seorang sonografer (teknisi yang melakukan karotid doppler) menggunakan transduser, sebuah alat yang memancarkan gelombang bunyi. Gelombang bunyi akan dipantulkan di dalam tubuh dan menghasilkan gema. Gema kemudian akan dikirimkan ke komputer. Komputer akan mengolah data dalam bentuk grafik, yang memuat informasi tentang bagaimana darah mengalir menuju arteri karotis.

Selama prosedur, pasien diminta untuk berbaring dan gel hangat akan dioleskan pada kulit leher yang dekat dengan arteri karotis. Sonographer kemudian akan menekan transduser pada sisi leher. Keseluruhan prosedur memakan waktu sekitar setengah jam dan tidak menimbulkan nyeri atau rasa tidak nyaman pada pasien. Kemudian, hasil grafik dikirimkan kepada spesialis jantung atau dokter yang mendiagnosis pasien.

Kemungkinan Komplikasi dan ResikoTes Karotid Doppler

Tes karotid Doppler merupakan prosedur yang sangat aman dan dapat dilaksanakan tanpa resiko dan efek samping yang serius pada pasien.

Rujukan:

  • Fowler GC, Reddy B. Noninvasive Venous and Arterial Studies of the Lower Extremities. In: Pfenninger JL, Fowler GC, eds. Pfenninger & Fowler’s Procedures for Primary Care. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2011:chap 88.
Bagikan informasi ini: