Apa itu USG Doppler pada Pembuluh Vena Kaki

Pemindaian ultrasonik adalah pemeriksaan diagnostik yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar. Tindakannya dilakukan menggunakan transduser kecil (alat pemancar dan penerima suara) dan gel ultrasonik yang dioleskan langsung pada kulit. Peregerakan dari transduser pada kulit akan memunculkan gambar yang ditampilkan pada layar komputer. Salah satu teknik, yaitu pemindaian ultrasonik Doppler, memungkinkan dokter untuk melihat dan menilai aliran darah melalui arteri dan pembuluh vena pada perut, tangan, kaki, leher, otak serta organ dalam tubuh lainnya. Pemeriksaan Doppler pada pembuluh d vena ini adalah tindakan yang lebih spesifik dengan menggunakan kemampuan ultrasonik Doppler untuk memfokuskan pemindaian pada pembuluh vena yang besar pada kaki (yang membuat nama pemeriksaannya menjadi Leg Venous Doppler) atau tangan (Arm Venous Doppler). Pemindaian pembuluh vena dengan Doppler dapat menunjukkan adanya pembuluh vena yang tersumbat. Ditandai dengan adanya gumpalan darah yang menghambat sirkulasi darah.

Siapa yang Perlu Menjalani USG Doppler pada Pembuluh Vena Kaki dan Hasil yang Diharapkan

Kaki memiliki dua pasang pembuluh vena, yaitu pembuluh vena superfisial yang terletak tepat di bawah kulit dan pembuluh vena yang dalam dan terletak di bawah otot. Pembuluh vena ini berperan untuk mendorong darah ke arah jantung dan mencegahnya kembali lagi. Pemeriksaan Leg Venous Doppler bertujuan untuk memastikan tiga kemungkinan yang menganggu sirkulasi darah yang normal. * Thrombophlebitis (peradangan) pembuluh vena superfisial adalah peradangan pembuluh vena yang disebabkan oleh pembekuan darah yang biasanya terbentuk di urat superfisial setelah adanya cedera atau adanya bekas [varises] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/varises). Dalam beberapa kasus, hal ini juga dapat terjadi setelah pasien mendapatkan infus atau kateter ke dalam tubuh. Orang yang memiliki resiko menderita peradangan ini adalah orang-orang yang duduk atau berdiam diri dalam waktu yang lama atau sedang mengonsumsi obat-obatan kontrasepsi. Mereka yang memiliki varises, sedang hamil, dan memiliki gangguan yang terkait dengan [pembekuan darah] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/gumpalan-darah-beku) juga memiliki resiko lebih tinggi terkena peradangan ini. Salah satu gejala yang paling umum adalah rasa sakit pada tungkai kaki, dan pengerasan pembuluh vena. * Thrombosis (gumpalan darah) di Pembuluh vena Dalam (DVT) adalah kondisi di mana pembekuan darah muncul di bagian pembuluh vena yang dalam pada kaki dan terkadang pada lengan. Pembeukan darah terbentuk saat aliran darah melalui pembuluh vena menjadi melambat. Ada banyak hal yang dapat mengubah aliran darah, seperti periode bed rest yang lama atau duduk di posisi yang sama terlalu lama (seperti saat sedang bepergian dengan pesawat terbang), memiliki riwayat penyakit keluarga yang mengalami pembekuan darah, patah tulang panggul atau kaki, [kehamilan] (http://www.docdoc.com/id/id/info/procedure/kehamilan) dan melahirkan, obesitas, dan baru saja menjalani pembedahan. Orang yang mengidap DVT hampir selalu memiliki pengalaman sakit pada kaki atau pembengkakan pada kaki * Lemahnya Pembuluh Vena – adalah kondisi saat pembuluh vena menjadi lemah dan katup di pembuluh vena bagian dalam pada kaki kesulitan untuk memompa darah kembali ke jantung. Pembuluh vena kemudian menjadi penuh dengan darah dan membuat kaki menjadi berat, kram, dan sakit pada kaki terutama pada saat berdiri, serta munculnya varises vena dan warna kemerahan pada kaki dan pergelangan kaki. Hasil pemeriksaan yang normal biasanya menampilkan pembuluh vena tidak mengalami adanya penyempitan, pembekuan darah, dan adanya aliran darah yang normal pada pembuluh darah arteri. Namun, hasil pemeriksaan yang abnormal akan mengindikasikan adanya hambatan, pembekuan darah, dan penyempitan atau pelebaran pembuluh darah arteri atau penutupan pembuluh vena.

Cara Kerja USG Doppler pada Pembuluh Vena Kaki

Pemeriksaan USG doppler pada pembuluh vena kaki dilakukan pada departemen ultrasonik atau radiologi sebuah rumah sakit, di ruangan dokter, atau laboratorium vaskular tambahan. Tidak ada persiapan khusus yang dibutuhkan sebelum memulai pemeriksaan ini. Namun, pasien perokok akan diminta untuk berhenti merokok setidaknya sehari sebelum pemeriksaan dilakukan karena merokok akan menghambat pembuluh darah, yang akan mempengaruhi hasil pemeriksaan. Hal-hal berikut ini mungkin akan dilakukan selama tindakan: * Pasien akan diminta untuk berganti pakaian dengan gaun rumah sakit untuk kemudahan sebelum berbaring di meja pemeriksaan atau tempat tidur * Teknisi atau dokter akan mengoleskan sebuah gel yang jernih dan terbuat dari air pada kulit atau pada transduser untuk memastikan kontak yang aman dengan tubuh dan untuk meningkatkan kualitas gelombang suara ke daerah yang akan diperiksa. Teknisi kemudian akan menggerakkan transduser di sepanjang kulit di berbagai lokasi yang akan diperiksa untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik. * Untuk pembuluh darah arteri pada kaki, dokter akan mencari di mana keberadaan penyempitan pembuluh darah. Ia juga mungkin akan memasangkan gelang pemeriksa tekanan darah di berbagai posisi kaki, seperti pada paha, betis, dan pergelangan kaki untuk membandingkan tekanan darah bagian kaki yang sedang diperiksa dengan berbagai bagian kaki lainnya * Setelah proses pengambilan gambar sudah selesai, gel akan dibersihkan * Seluruh proses biasanya akan berlangsung selama satu jam, dan pasien dapat meneruskan aktivitas kesehariannya. * Hasil akan diberikan ke pada dokter yang melakukan diagnosis dua atau tiga hari setelah tindakan dilakukan. Selama itu, pasien diharapkan melakukan kunjungan lanjutan pada dokter. Jika ada anomali dengan tes yang dilakukan atau ada hasil temuan yang mencurigakan, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dan pemantauan kondisi mungkin perlu dilakukan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko USG Doppler pada Pembuluh Vena Kaki

Pemeriksaan doppler untuk pembuluh vena pada kaki tidak menyakitkan dan merupakan tindakan yang tidak invasif. Tidak ada resiko dalam tindakan ini, meskupun mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman saat transduser bergerak di daerah yang sedang sakit atau lemah. Tindakan ini juga akan menghasilkan suara seperti detak jantung saat transduser bergerak di atas pembuluh darah arteri. Suara ini berubah dalam interval yang pas, yang menandakan aliran darah pada pembuluh vena.

Rujukan: * Fowler GC, Reddy B. Noninvasive Venous and Arterial Studies of the Lower Extremities. In: Pfenninger JL, Fowler GC, eds. Pfenninger & Fowler's Procedures for Primary Care. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2011:chap 88.

Bagikan informasi ini: