Apa itu Uvulopalatoplasty?

Uvulopalatoplasty adalah prosedur bedah untuk mengangkat uvula. Tujuannya mengobati mereka yang mendengkur dengan keras dan mengurangi gejala apnea atau gangguan tidur lainnya yang terkait dengan pernapasan. Prosedur ini juga dikenal dengan nama operasi dengkur atau pengobatan apnea tidur dengan bantuan laser, karena bisa dilakukan dengan teknologi laser.

Uvula atau uvula palatina adalah daging kecil yang menempel di belakang soft palate (yaitu langit-langit mulut di bagian belakang). Uvula memiliki beberapa fungsi, seperti memerangi infeksi juga memberi pelumas pada tenggorokan saat berbicara atau mencerna makan. Selain itu, bagian tubuh ini mencegah gag reflex (seperti hendak muntah) saat menelan.

Siapa yang Perlu Menjalani Uvulopalatoplasty & Hasil yang Diharapkan

Uvulopalatoplasty dikembangkan untuk menghilangkan kebiasaan mendengkur dengan suara keras. Pengangkatan uvula akan memperlebar saluran napas, mengurangi jaringan yang bergetar saat udara masuk dari mulut dengan cepat. Dengkuran biasanya memburuk seiring bertambahnya usia, penelitian menunjukkan kebiasaan mendengkur lebih banyak dialami pria.

Mereka yang didiagnosa dengan sindrom resistensi saluran napas atas, yang ditandai dengan hambatan napas saat tidur yang menyebabkan insomnia dan rasa kantuk ekstrem di siang hari, juga bisa merasakan manfaat dari pengobatan apnea tidur dengan bantuan laser.

Uvulopalatoplasty juga direkomendasikan bagi mereka yang menderita apnea tidur obstruktif ringan, yang membuat pasien berhenti bernapas beberapa menit saat tidur. Ini menurukan kadar oksigen pada darah dan pasien seringkali terbangun dengan kondisi sesak napas serta membutuhkan udara.

Namun, prosedur ini tidak direkomendasikan bagi mereka yang menderita apnea tidur parah, hyperactive gag reflex, atau sumbing langit-langit mulut. Selain itu, mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, gangguan pendarahan dan mengonsumsi antikoagulan juga tidak diperkenankan menjalani prosedur ini.

Prosedur bedah ini memberikan hasil menguntungkan, beberapa pasien melaporkan peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Sebelum menjalani prosedur, pasien disarankan untuk menghindari aktivitas berat, merokok dan konsumsi alkohol.

Nyeri tenggorokan dan suara serak biasanya dialami setelah operasi tetapi ini akan hilang dengan sendiri beberapa hari setelah prosedur.

Cara Kerja Uvulopalatoplasty

Pengobatan apnea tidur dengan bantuan laser atau operasi dengkur dilakukan secara rawat jalan dalam beberapa sesi. Semua pihak yang terlibat dalam operasi seperti pasien, dokter, dan suster perlu menggunakan kacamata pelindung laser. Lalu, bius akan diadministrasikan untuk membuat tenggorokan dan sekitarnya mati rasa. Dokter bedah akan menggunakan laser karbon dioksida untuk membuat sayatan pada soft palate di kedua sisi uvula. Setelah itu, laser digunakan untuk memotong dan mengangkat uvula, dan bagian soft palate lainnya.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Uvulopalatoplasty

Penggunaan bius lokal selama uvulopalatoplasty dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa pasien. Selain itu, pasien juga dapat mengalami pendarahan selama dan setelah pembedahan. Tapi, kebanyakan dapat dikendalikan dan tidak memerlukan perawatan gawat darurat.

Pasien yang merasakan nyeri lebih lama dari yang seharusnya disarankan mengonsumsi pereda nyeri selama beberapa minggu. Lokasi sayatan juga dapat mengalami infeksi dan pembengkakan sehingga perlu diobati dengan antibiotik.

Setelah uvulopalatoplasty, pasien juga dapat mengalami regurgitasi, yaitu naiknya makanan dari lambung atau kerongkongan tanpa rasa mual, terutama beberapa hari setelah prosedur. Tapi, naiknya tidak hanya lewat mulut bisa juga melalui hidung, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Komplikasi lainnya yang dapat terjadi, namun langka adalah menyempitnya area di belakang langit-langit mulut. Akibatnya, pasien menimbulkan bunyi saat bernapas, berbicara, dan sulit untuk menelan. Jika terjadi, pasien perlu menjalani prosedur pembedahan untuk menyelesaikannya.

Dalam kasus tertentu, uvulopalatoplasty dapat gagal mengobati kondisi pasien. Sehingga, dengkuran pasien kembali. Tapi, hanya dialami sebagian kecil dari mereka yang menjalani prosedur ini.

Rujukan:

  • Aurora RN, Casey KR, Kristo D, et al. Practice parameters for the surgical modifications of the upper airway for obstructive sleep apnea in adults. Sleep. 2010;33(10):1408-13. PMID: 21061864 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21061864.

  • Braga A, Grechi TH, Eckeli A, et al. Predictors of uvulopalatopharyngoplasty success in the treatment of obstructive sleep apnea syndrome. Sleep Medicine. 2013 Dec;14(12):1266-71. PMID: 24152797 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24152797.

Bagikan informasi ini: