Definisi dan Ringkasan

Vaksin merupakan salah satu cara terpenting dan tepat guna untuk mencegah penyakit dan menjaga kondisi tubuh. Vaksin, yang juga sering disebut imunisasi, mengambil keuntungan dari fungsi unik yang dimiliki tubuh dalam mempelajari dan melawan kuman-kuman penyebab penyakit. Vaksin membantu menciptakan kekebalan tubuh untuk melindungi Anda dari infeksi tanpa mengakibatkan efek samping yang membahayakan.

Bagaimana Vaksin Bekerja

Vaksin ditujukan untuk melindungi Anda dengan membangun sistem kekebalan tubuh sehingga dapat melawan segala jenis penyakit, dari yang ringan hingga sangat serius. Vaksin tersebut mengandung antigen yang telah dinon-aktifkan sebelumnya sehingga tidak menimbulkan rasa sakit ketika dimasukkan ke dalam tubuh.

Karena antigen dikenali sebagai zat asing oleh tubuh, kehadirannya pada aliran darah akan memicu sistem imun untuk melepaskan antibodi pembela untuk melawannya. Disebut juga sebagai sel B, sel-sel khusus ini menetap di dalam tubuh untuk mengenali dan melawan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri, sehingga penyakit tersebut tidak kembali menjangkiti tubuh. Ini artinya jika Anda melakukan kontak dengan mikroba tersebut di masa mendatang, tubuh Anda akan mampu menghilangkannya sebelum mikroba tersebut merusak kondisi kesehatan Anda. Intinya, vaksin memperkenalkan Anda kepada virus atau bakteri untuk melindungi Anda dari penyakit yang mereka timbulkan di masa mendatang.

Imunisasi untuk beberapa penyakit tertentu perlu diperkuat, sehingga pada beberapa kasus, vaksin yang sama diberikan lebih dari satu kali.

Keuntungan dari Vaksin

Vaksin membantu sistem kekebalan tubuh untuk dapat mempelajari cara melawan penyakit secara tepat guna dan permanen – sebuah kondisi yang disebut imunitas. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Selain merangsang imunitas, vaksin juga bermanfaat bagi mereka yang ada di sekitar Anda. Karena tubuh Anda telah dirancang untuk menghentikan penyakit, maka Anda juga mencegah keluarga, teman, tetangga, dan rekan Anda terkena penyakit yang sama. Inilah mengapa vaksin sangat penting dalam setiap kampanye kesehatan masyarakat.

Jenis-Jenis Vaksin

Secara umum, vaksin dikelompokkan ke dalam tujuh golongan berdasarkan bagaimana mereka dirancang untuk menciptakan mikroba lemah. Ketujuh golongan tersebut adalah:

  • Live attenuated Vaccine: mengandung kuman yang masih hidup namun sudah dilemahkan sebelumnya

  • Inactivated Vaccine: mengandung mikroba dari penyakit yang sudah dibunuh oleh radiasi, panas atau reaksi kimia

  • Vaksin sub-unit: tidak mengandung mikroba utuh, namun hanya beberapa bagian yang dipilih untuk merangsang sistem imun

  • Vaksin toksoid: dipersiapkan dengan menggunakan racun bakteri yang telah dilemahkan secara kimiawi

  • Vaksin terkonjugasi: antigen yang terhubung dengan molekul gula dan dibuat khusus untuk molekul bakteri yang dilapisi oleh polisakarida

  • Vaksin DNA: vaksin ini dibuat dari DNA mikroba

  • Vaksin rekombinan: sama seperti vaksin DNA, jenis vaksin ini menggunakan bakteri atau virus hidup untuk memperkenalkan DNA mikroba kepada tubuh

Beberapa vaksin dianjurkan untuk diberikan sesuai jadwal yang telah direkomendasikan, seperti imunisasi untuk penyakit-penyakit berikut ini:

  • Cacar Air
  • Difteri
  • Haemophilus
  • Influensa Tipe B
  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Human Papillomavirus (HPV, genital atau kelamin kutil)
  • Influensa
  • Campak
  • Penyakit meningokokus
  • Penyakit gondok
  • Pertusis
  • Penyakit Radang Paru
  • Polio
  • Rubella
  • Sinanaga
  • Tetanus

Siapa yang Membutuhkan Vaksin dan Kapan Mereka Membutuhkannya

Vaksin dibutuhkan mulai dari seseorang lahir hingga beranjak dewasa. Bahkan para manula berusia di atas 65 tahun juga masih dapat mendapat manfaat dari vaksin. Dokter kepercayaan Anda akan memberikan Anda nasihat serta menjadwalkan imunisasi bagi Anda. Temui penyedia layanan imunisasi yang mungkin pernah Anda lewatkan, dan imunisasi yang dianjurkan berdasarkan usia, gaya hidup, dan kondisi kesehatan Anda. Vaksin sengaja dirancang agar aman dan nyaman, meskipun diberikan pada bayi atau orang dewasa.

Meskipun vaksin aman untuk diberikan kapan saja tanpa konsultasi yang memadai, namun beberapa kondisi mungkin memerlukan saran dokter sebelum proses imunisasi dilakukan. Pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu jika Anda:

  • Kemungkinan tengah mengandung (hamil)
  • Tengah menyusui
  • Memiliki alergi yang parah
  • Memiliki riwayat penyakit kronis
  • Memiliki alergi terhadap vaksin tertentu
  • Memiliki masalah sistem kekebalan tubuh
  • Baru saja menerima transfusi
  • Memiliki riwayat serangan penyakit mendadak

Jika Anda merasa anak atau Anda sendiri melewatkan beberapa imunisasi, jangan khawatir karena vaksin dapat diberikan kapanpun. Beberapa negara bahkan memiliki ketentuan khusus mengenai imunisasi, jadi Anda sebaiknya mengeceknya ke departemen kesehatan negara Anda. Hal yang tak kalah penting adalah untuk mencatat riwayat imunisasi yang pernah Anda terima agar dokter Anda dapat menjadwalkan imunisasi yang tepat bagi Anda.

Efek Samping dari Vaksin

Pemberian vaksin seringkali menimbulkan efek samping namun biasanya minor dan akan menghilang dalam satu atau dua hari. Beberapa efek samping tersebut antara lain:

  • Rasa gatal dan tidak nyaman pada area bekas suntikan
  • Rasa sakit, kemerahan, atau pembengkakan pada area bekas suntikan
  • Demam ringan
  • Ruam ringan pada kulit
  • Pusing, rasa mual atau pingsan (biasanya pada remaja)
  • Sakit kepala

Anda harus waspada terhadap kondisi yang tidak biasanya terjadi seperti kelelahan berlebihan, demam tinggi dan perubahan perilaku. Jika terdapat reaksi alergi parah seperti kesulitan bernapas, nafas bersuara (wheezing), gatal-gatal dan jantung yang berdetak terlampau cepat, maka Anda sebaiknya segera menemui dokter Anda. Meskipun langka, efek samping serius tersebut di atas biasanya disertakan ke dalam kumpulan data yang bernama Vaccine Adverse Event Reporting System yang diperlihatkan kepada publik.

Fakta Mengenai Vaksin

Ada perdebatan yang merebak seputar vaksin. Beberapa pihak menyatakan bahwa vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, termasuk menyebabkan autisme. Namun, patut dicatat bahwa selain anggapan-anggapan tersebut tidak didasari oleh fakta ilmiah, pemberian vaksin juga telah terbukti mampu melindungi orang-orang dari penyakit menular berbahaya. Vaksin telah melalui uji keselamatan yang ketat selama bertahun-tahun sebelum diizinkan oleh FDA (BPOM Amerika) untuk diedarkan ke masyarakat. Vaksin juga terus dipantau demi keamanan. Vaksin telah digunakan selama beberapa dekade dan terbukti telah menyelamatkan jutaan nyawa. Vaksin telah dianggap sebagai salah satu landasan bagi kesehatan masyarakat.

Referensi:

  • Plotkin SA, Orenstein WA, Offit PA, eds. Vaccines. Philadelphia: Saunders; 2008.

  • National Health Service (2014). “How Vaccines Work.” Tersedia: http://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/pages/how-vaccines-work.aspx

  • U.S. Dept. of Health and Human Services, National Institute of Health (2008). NIH Publication No. 08-4219 “Understanding Vaccines – What They Are and How They Work.” Tersedia: www.niaid.nih.gov/topics/vaccines/documents/undvacc.pdf

Bagikan informasi ini: