Definisi dan Gambaran Umum

Berpergian ke berbagai daerah atau negara dapat membuat Anda terpapar pada berbagai penyakit yang mana tubuh Anda belum siap untuk menerimanya. Jangan takut karena ini bukan berarti Anda harus membatalkan rencana jalan-jalan Anda. Kini para wisatawan dapat melindungi diri mereka dari penyakit mewabah (endemik) melalui vaksinasi yang tepat dan sesuai dengan daerah tempat Anda akan berpergian.

Vaksin wisatawan merupakan vaksin yang mirip dengan vaksin biasa. Vaksin atau imunisasi merupakan larutan yang dapat memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung mikro-organisme yang sudah mati atau sudah dilemahkan. Ada juga vaksin yang hanya mengandung bagian dari organisme tersebut, biasanya berupa antigen pada permukaan organisme atau toksin (racun) yang dihasilkan organisme tersebut. Vaksin tersebut kemudian akan memicu respon dari tubuh dan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan organisme tersebut. Dengan cara ini meskipun tubuh terkena organisme tersebut lagi, tubuh dapat melawan mereka. Vaksin pada umumnya merupakan sesuatu yang aman, meskipun ada efek samping yang sangat jarang terjadi.

Vaksin wisatawan merupakan imunisasi khusus yang diberikan kepada para wisatawan sebelum mereka pergi ke daerah yang mereka inginkan. Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah infeksi dan perpindahan dari beberapa jenis penyakit menular tertentu. Vaksin ini dibagi menjadi 3 kategori umum yaitu vaksin rutin, vaksin rekomendasi dan vaksin wajib.

Vaksin Rutin

Vaksin rutin merupakan imunisasi dasar yang termasuk ke dalam kebanyakan program kesehatan nasional. Vaksin-vaksin ini biasanya diberikan kepada anak-anak dan umumnya diberikan suntikan booster (pendorong) agar kekebalan yang dihasilkan dapat lebih efektif. Beberapa penyakit seperti poliomyelitis yang sudah tidak ada di negara berkembang, ternyata masih ada di beberapa orang. Yang mengejutkan adalah ternyata masih banyak orang dewasa yang tidak memperbaharui vaksinasi mereka dan bahkan ada yang tidak mendapat imunisasi sama sekali. Oleh sebab itu, berpergian merupakan salah satu cara untuk memberikan vaksinasi kepada mereka, agar mereka tidak terjangkit penyakit dan agar mereka yang tinggal di wilayah mewabah tidak memindahkan penyakit tersebut. Ada berbagai macam vaksin rutin mulai dari campak, campak Jerman, difteri, pertusis, tetanus, polio, hepatitis B, sampai influenza B. Pada beberapa negara, vaksin untuk cacar, rotavirus, HPV, BCG dan tuberkulosis juga dimasukkan ke dalam program imunisasi rutin. Bagi beberapa golongan dengan usia tertentu vaksin influenza juga menjadi salah satu vaksin rutin.

Vaksin Rekomendasi

Vaksin rekomendasi merupakan imunisasi yang diberikan kepada mereka yang akan berpergian ke daerah dengan tingkat paparan penyakit tertentu yang tinggi. Vaksin ini sama seperti vaksin rutin, bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit ke negara lain. Kebanyakan dari vaksin ini menargetkan penyakit yang kemungkinannya tinggi di area yang padat atau kumuh. Vaksin yang termasuk ke dalam jenis ini adalah vaksin kolera, hepatitis A, rabies dan demam tifoid, dan diberikan terutama bagi mereka yang akan berpergian ke Asia dan Amerika Selatan. Penambahan vaksin ensefalitis (radang otak) Jepang diberikan bagi mereka yang berpergian ke negara Asia tertentu dan vaksin ensefalitis tick-borne kepada yang berpergian ke Rusia dan negara Baltik.

Vaksin Wajib

Hanya ada 3 macam vaksin yang merupakan vaksin wajib yaitu vaksin demam kuning, meningokokal dan polio. Dari ketiga vaksin tersebut, Peraturan Kesehatan Internasonal mewajibkan vaksin demam kuning sebagai vaksin yang harus diberikan. Para wisatawan yang berpergian ke benua Afrika dan hampir semua negara di Amerika Tengah dan Selatan diwajibkan untuk mendapat imunisasi demam kuning. Beberapa negara bahkan mewajibkan ini kepada wisatawan yang mengunjungi negara wabah demam kuning hanya untuk transit. Mereka yang sudah mendapat imunisasi demam kuning akan diberi sertifikat internasional sebagai bukti nyata. Negara Saudi Arabia mewajibkan vaksinasi meningokokal kepada mereka yang pergi ke Mekah untuk naik haji. Beberapa negara juga mewajibkan vaksin polio bagi wisatawan yang kembali dari negara yang memiliki laporan adanya poliomielitis tipe liar.

Wisatawan diwajibkan untuk berkonsultasi dengan spesialis kesehatan wisata sebelum berpergian. Mereka adalah ahli yang dapat memberikan saran kepada Anda mengenai hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terkena infeksi serta jenis vaksin yang Anda butuhkan. Anda perlu memberi tahu spesialis kesehatan wisata mengenai detil perjalanan Anda seperti tempat-tempat tertentu yang akan Anda kunjungi, jenis akomodasi Anda di negara tersebut dan hal-hal lainnya. Risiko untuk terjangkit penyakit menular berbeda-beda tergantung dari lokasinya meskipun lokasi-lokasi tersebut berada dalam satu negara. Orang yang berpergian untuk urusan bisnis dan menginap di hotel memiliki risiko terkena penyakit yang berbeda bila dibandingkan dengan pekerja sosial yang ditempatkan di tempat kumuh dan tidak higenis pada negara yang sama.

Idealnya, Anda seharusnya membuat perjanjian dengan spesialis kesehatan wisata 4 sampai 8 minggu sebelum Anda pergi karena ada beberapa imunisasi yang membutuhkan rentetan vaksin untuk diberikan selama beberapa minggu agar efeknya dapat timbul. Secara umum, vaksin yang tidak aktif dapat diberikan pada waktu yang sama. Vaksin hidup dapat diberikan bersamaan namun harus diberikan melalui jalur masuk yang berbeda. Bila ini tidak dapat dilakukan maka vaksin tersebut perlu diberikan 1 bulan setelahnya. Vaksin kombinasi dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan karena mereka mendapatkan imunisasi yang berbeda dalam 1 suntikan. Respon imun dari setiap orang berbeda-beda tergantung dari beberapa faktor seperti jensi imunisasi dan jumlah dosis yang dibutuhkan. Onset (waktu yang dibutuhkan untuk vaksin bekerja) dan durasi dari perlindungan yang diberikan vaksin juga dapat berbeda tergantung dari jenis vaksinnya.

Perlu diingat bahwa meskipun imunisasi mengurangi risiko Anda terjangkit penyakit menular yang khusus bukan berarti bahwa itu akan memastikan Anda tidak akan terjangkit sama sekali. Wisatawan harus paham sepenuhnya mengenai langkah-langkah pencegahan penularan penyakit. Langkah-langkah dasar yang dimaksud adalah menjaga higenitas, mencuci tangan, menghindari konsumsi makanan dan minuman yang tercemar, dan penggunaan pengusir serangga. Selain itu perlu diingat juga bahwa tidak semua penyakit menular memiliki vaksin pencegah. Ada beberapa obat profilaksis (pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit) yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit endemik seperti malaria dan tuberkulosis, namun beberapa penyakit seperti HIV hanya dapat dicegah melalui langkah-langkah pencegahan.

Kebanyakan ahli kesehatan wisata percaya bahwa pendidikan pasien merupakan kunci menuju perjalanan yang bebas dari penyakit. Ada sejumlah situs seperti situs kesehatan wisata dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) dan World Health Organization (WHO), yang dapat membantu anda untuk mencari klinik wisata terdekat di area Anda, membantu Anda untuk sadar akan berita-berita kesehatan wisata yang terbaru serta membimbing Anda untuk mencari tahu vaksinasi apa saja yang anda butuhkan untuk perjalanan Anda.

Referensi:

  • Center for Disease Control and Prevention (CDC)
  • World Health Organization (WHO)
Bagikan informasi ini: