Apa itu Vitrektomi?

Vitrektromi adalah prosedur operasi mata untuk mengeluarkan cairan seperti jeli dari rongga mata, yang dikenal dengan istilah humor vitreous. Ini dilakukan untuk mengobati beberapa kondisi mata yang serius dan memulihkan penglihatan.

Vitreous gel atau humor vitreous sebagian besarnya terdiri dari air. Selain itu juga mengandung sejumlah kecil asam hialuronat, zat yang bertindak sebagai pelumas, dan berbagai jenis protein. Munculnya cairan seperti jeli ini di rongga mata karena adanya fibril kolagen halus yang memberikan membentuk dan kepadatan. Vitreous, yang berkontribusi pada bentuk bola mata, terletak antara lensa dan retina mata, yang menjadi pendukung dan bantal untuk bagian-bagian mata.

Vitrektomi adalah prosedur rumit dilakukan oleh dokter mata spesialis retina di rumah sakit, yang memiliki perangkat bedah mikroskopis untuk mengakses mata. Mengeluarkan vitreous gel tidak memiliki dampak yang signifikan pada fungsi dan ketajaman visual seseorang.

Siapa yang Perlu Menjalani Vitrektomi dan Hasil yang Diharapkan

Pasien memenuhi syarat untuk vitrektomi, jika mereka memiliki kondisi:

  • Pendarahan vitreous - Sebuah kondisi yang ditandai dengan adanya darah dalam vitreous yang menyebabkan penglihatan kabur dan biasanya karena diabetik retinopati, oklusi vena, degenerasi makular, atau cedera.

  • Pengerutan makula tahap lanjutan – Makula adalah area berukuran kecil yang berada tepat di tengah lapisan dalam retina mata. Pada kondisi ini, jaringan parut transparan tumbuh di makula. Seiring waktu, jaringan parut menyusut dan berkontraksi sehingga menyebabkan gangguan atau hilangnya penglihatan.

  • Lubang makula - Salah satu jenis lubang retina yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan hingga tingkat parah. Vitrektomi dilakukan untuk menutup lubang dengan mengisi rongga mata dengan udara dan gas sehingga pasien bisa mendapatkan kembali penglihatan normalnya.

  • Uveitis - Sebuah kondisi yang ditandai oleh peradangan pada bagian interior dari mata, dipicu oleh serangan sistem kekebalan tubuh sendiri. Jika tidak diobati, uveitis dapat menyebabkan kebutaan.

  • Retina mata lepas - Sebagian besar kasus yang ekstrim ablasio retina juga dapat diobati dengan vitrektomi. Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, serta cedera. Namun, mereka yang melihat floaters (atau bayangan putih seperti awan pada mata) dan bintik-bintik dalam penglihatannya, tidak disarankan untuk menjalani bedah untuk mengeluarkan vitreous gel, terutama jika kondisi mereka disebabkan oleh penuaan.

Vitrektomi juga dapat dilakukan selama bedah katarak kompleks jika lensa alami mata yang terdislokasi dan jatuh ke dalam rongga vitreous. Prosedur ini dilakukan untuk mengambil dan mengangkat lensa.

Vitrektomi memiliki tingkat keberhasilan dan kepuasan yang tinggi, dengan sebagian besar pasien melaporkan peningkatan penglihatan yang signifikan atau pemulihan penglihatan. Secara umum, bedah ini efektif dalam memulihkan penglihatan yang hilang karena traksi ablasi retina dan membantu mencegah retina makin terlepas.

Cara Kerja Vitrektomi

Pasien diberikan dengan obat bius sebelum sayatan kecil dibuat di sclera (bagian putih mata) di mana beberapa alat bedah khusus dimasukkan sementara ahli bedah menjalani pembedahan dengan gambar yang dihasilkan oleh mikroskop. Sebuah pipa cahaya juga digunakan untuk memberikan pencahayaan di dalam mata. Sementara vitreous gel adalah dikeluarkan menggunakan vitrector, alat khusus yang dirancang untuk mengurangi traksi untuk menghindari cedera retina. Alat tambahan seperti tang dan gunting juga dapat digunakan untuk menghilangkan jaringan parut pada permukaan retina, jika ada. Setelah vitreous gel dikeluarkan, port infus dimasukkan untuk menggantikan cairan dalam vitreous dengan larutan garam. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan tekanan yang memadai dan menjaga retina dan bagian mata lainnya tetap pada tempatnya. Dalam beberapa kasus, spesialis bedah menggunakan gas atau udara untuk menggantikan cairan di dalam vitreous. Setelah beberapa saat, cairan akan terisi kembali dengan alami ke rongga mata.

Ada juga kasus, di mana vitreous untuk diisi dengan minyak silikon yang dikeluarkan nantinya. Gelembung minyak kemungkinan besar tetap pada tempatnya dan akan membantu dalam pemulihan lebih cepat, terutama pada pasien anak-anak yang mungkin tidak dapat menjaga mata mereka di posisi yang tepat setelah bedah.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Vitrektomi

Vitrektomi seperti prosedur bedah lainnya, membawa beberapa risiko dan komplikasi. Di antaranya:

  • Reaksi yang merugikan dari obat bius

  • Perdarahan retina atau vitreous

  • Lepasnya retina, yang dapat menyebabkan masalah penglihatan serius

  • Peningkatan tekanan intraokular untuk pasien dengan glaukoma, yang dapat memperburuk kondisi mata

  • Endophthalmitis atau infeksi di dalam mata

  • Katarak, yang bisa terjadi sebagai komplikasi pasca-bedah
    Rujukan:

  • Machemer R. The development of pars plana vitrectomy: a personal account. Graefes Arch Clin Exp Ophthalmol. 1995 Aug. 233(8):453-68

  • Sharma T, Virdi DS, Parikh S, et al. A case-control study of suprachoroidal hemorrhage during pars plana vitrectomy. Ophthalmic Surg Lasers. 1997 Aug. 28(8):640-4

  • Ghoraba HH, Zayed AI. Suprachoroidal hemorrhage as a complication of vitrectomy. Ophthalmic Surg Lasers. 2001 Jul-Aug. 32(4):281-8

Bagikan informasi ini: