Apa itu Operasi Pita Suara?

Operasi pita suara adalah prosedur pengobatan kelainan pita suara atau lipatan vokal, seperti pertumbuhan nodul, polip, dan kista. Semua kondisi tersebut umumnya menyerang para penyanyi dan orang-orang dengan pekerjaan yang membutuhkan suara tinggi, berteriak, atau berbicara dalam waktu yang lama.

Pita suara memiliki lapisan luar yang ringkih dan terdiri dari membran mukosa yang membentuk lipatan jaringan yang membentang sepanjang laring. Lipatan ini mengatur sirkulasi udara dari paru-paru dan bergetar sangat cepat saat kita berbicara atau menyanyi. Ketika mengalami kerusakan, seperti yang diakibatkan oleh merokok atau menyanyi dengan teknik yang salah, lapisan lipatan ini dapat cedera atau muncul pertumbuhan abnormal.

Biasanya, orang-orang yang menderita penyakit atau mengalami cedera pita suara dianjurkan untuk mengistirahatkan suara dan tidak menggunakan bagian yang sakit. Namun, jika tak kunjung membaik, kondisi ini memerlukan intervensi bedah.

Siapa yang Perlu Menjalani Operasi Pita Suara dan Hasil yang Diharapkan

Operasi pita suara dapat direkomendasi pada:

  • Orang-orang yang memiliki benjolan jinak atau non kanker dalam pita suara. Pertumbuhan ini seringkali disebut sebagai nodul penyanyi atau nodul peneriak. Di bawah mikroskop, nodul-nodul ini tampak seperti kapalan dan biasanya berada di bagian tengah lipatan. Dalam kasus tertentu, kondisi ini dapat diobati dengan mengistirahatkan pita suara secara total selama beberapa bulan. Namun, pasien dapat dianjurkan untuk menjalani operasi pengangkatan nodul permanen bila kondisi nodul atau kapalan tidak kunjung sembuh.

  • Beberapa orang yang mengalami suara serak akibat polip pita suara. Polip muncul dengan beragam bentuk dan ukuran, biasanya hanya menyerang salah satu lipatan. Operasi adalah salah satu pilihan pengobatan yang paling tepat untuk kondisi ini. Di beberapa kasus, benjolan suara reaktif dapat muncul berlawanan dengan polip karena trauma yang disebabkan oleh pertumbuhan abnormal.

  • Pasien yang terdiagnosis kista dalam pita suara. Kista pita suara biasanya tersusun dari jaringan padat di dalam kantong membran yang terletak di permukaan atau dalam lipatan. Kondisi ini dapat sangat mengubah titinada dan kualitas suara. Pasien sangat dianjurkan untuk menjalani operasi pita suara sebelum kehilangan kemampuan berbicara.


Operasi pita suara merupakan prosedur yang aman dengan tingkat keberhasilan tinggi. Hampir semua pasien, terutama yang berprofesi sebagai penyanyi, mendapatkan kembali kualitas suara mereka setelah menjalani prosedur ini.

Cara Kerja Operasi Pita Suara

Ada beberapa teknik yang dapat dimanfaatkan oleh dokter bedah dalam melaksanakan prosedur operasi pita suara, di antaranya:

  • Laringoskopi mikro-langsung dengan pengangkatan nodul – Ini dilakukan pada pasien dengan nodul atau polip pita suara. Untuk prosedur ini, pasien harus berada dalam pengaruh bius total sebelum sebuah tabung kecil dan peralatan mikroskopik khusus dimasukkan melalui mulut pasien. Dengan memanfaatkan teknologi pencitraan, benjolan atau nodul akan diangkat. Kemudian, dokter mengeluarkan peralatan operasi dan membiarkan area operasi terbuka untuk meminimalisir bekas luka, yang dapat merusak kualitas suara. Pasien dilarang berbicara hingga luka operasi sembuh total, karena ini dapat membuat pita suara mengalami cedera yang lebih parah.

  • Laringoskopi mikro-langsung dengan pengangkatan nodul mikro-flap - Ini adalah teknik yang serupa dengan teknik sebelumnya, tapi tujuannya adalah mengangkat pertumbuhan abnormal di bawah dinding pita suara. Untuk prosedur ini, diperlukan sebuah sayatan di pita suara untuk mengambil polip atau nodul. Sayatan akan dibiarkan terbuka dan tidak perlu dijahit.

  • Laser PDL/KTP - Ini dilakukan secara rawat jalan tanpa obat bius. Untuk prosedur ini, sebuah scope endoskop dimasukkan melalui hidung dan diarahkan ke pita suara. Lalu, dokter akan melelehkan seluruh bagian pertumbuhan abnormal dengan sinar laser.


Pasien akan dirujuk pada rehabilitasi dan terapi suara pasca prosedur operasi. Pasien tidak diperbolehkan untuk menyanyi, berteriak, dan berbicara hingga area operasi benar-benar pulih.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Operasi Pita Suara

Menjalani operasi berarti beresiko mengalami reaksi penolakan zat bius, pendarahan, dan infeksi di area operasi. Resiko lainnya meliputi:

  • Daya perasa berubah
  • Lidah kaku
  • Rongga mulut dan faring mengalami cedera


Bahkan, pada kasus tertentu, kualitas suara alami pasien tidak dapat dikembalikan sehingga ia memiliki suara yang serak atau parau selamanya. Kemungkinan lain adalah munculnya bekas luka di pita suara.

Rujukan:

  • Blake Simpson, Clark Rosen, Hans Von Leden, Robert H. Ossoff (2008) Operative Techniques in Laryngology
Bagikan informasi ini: