Apa Itu Bedah Mulut dan Maksilofasial

Bedah mulut dan maksilofasial adalah teknik bedah yang dilakukan pada mulut (oral) dan daerah maksilofasial (rahang, leher, dan wajah), dengan tujuan estetika atau medis dan keduanya. Meski diakui sebagai cabang kedokteran, bidang ini dianggap khusus dalam kedokteran gigi di Amerika Serikat dan negara-negara lain seperti Australia dan Kanada.

Spesialis yang melakukan jenis pembedahan ini disebut ahli bedah mulut dan maksilofasial. Pelatihan untuk profesi medis ini dimulai dengan empat tahun studi sarjana, diikuti empat tahun di kedokteran gigi atau ilmu kedokteran. Setelah lulus, mereka melanjutkan pelatihan dengan menjadi dokter muda di rumah sakit atau klinik gigi, yang bisa berlangsung paling lama lima tahun. Setelah itu, dapat memperoleh sertifikasi dengan melewati ujian.

Bidang pengobatan ini terhitung luas, mengakibatkan perlunya spesialisasi di beberapa area yang meliputi:

  • Koreksi deformitas wajah - Cacat bawaan, penyakit, dan cedera traumatis pada wajah, termasuk rahang, cacat. Diperlukan pembedahan, untuk mengembalikan penampilan normal wajah, atau membuatnya terlihat normal . Bedah kadang-kadang membantu pasien mendapatkan kembali fungsi bagian tubuh yang cedera.
  • Onkologi - Seorang ahli bedah juga dapat mengkhususkan diri dalam onkologi, yang berfokus pada pengobatan kanker. Dalam spesialisasi ini, dokter lebih banyak menangani tumor yang muncul di leher dan kepala, kelenjar ludah dan rahang. Sementara untuk kanker tenggorokan ditangani oleh spesialis lain, biasanya ahli bedah THT (telinga, hidung, tenggorokan).
  • Pengobatan Oral – Disebut juga sebagai kedokteran gigi atau stomatology, ini adalah spesialis gigi yang berhubungan dengan mulut dan bagian-bagian wajah yang dekat dengan itu, terutama yang ditemukan di bagian bawah wajah.
  • Bedah Trauma - Di bawah spesialisasi ini, ahli bedah fokus pada tindakan bedah yang dilakukan pada jaringan keras dan lunak di sekitar wajah yang telah rusak karena peristiwa traumatis seperti kecelakaan kendaraan, jatuh, atau bahkan kekerasan.
  • Bedah Kosmetik - Berdasarkan spesialisasi ini, ahli bedah melakukan tindakan bedah terutama untuk meningkatkan penampilan dari mulut, rahang, dan wajah. Meski pekerjaan dapat ditangani oleh ahli bedah kosmetik, namun ahli bedah mulut dan maksilofasial memiliki pelatihan lebih mendalam untuk menjalani bedah yang mempengaruhi mulut, bibir, atas dan bagian bawah wajah, dan rahang.

Kapan Harus Mendatangi Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial?

Pasien mungkin perlu mengunjungi ahli bedah maksilofasial mulut jika:

  • Telah dirujuk oleh dokter umum dan spesialis lainnya - Pasien yang menderita cacat wajah atau kondisi TMJ misalnya, biasanya akan diberi rujukan oleh dokter umum atau dokter gigi umum kepada ahli bedah mulut dan maksilofasial.
  • Mereka telah didiagnosa dengan kanker kepala dan leher - ahli bedah mulut dan maksilofasial dapat melakukan tindakan pembedahan untuk memotong tumor. Jika ada sel kanker yang tersisa, pasien melanjutkan perawatan lain seperti kemoterapi dan radioterapi.
  • Ada cacat di mulut dan wilayah maksilofasial - Tidak semua jenis cacat berbahaya atau mengurangi kualitas hidup. Tetapi banyak juga yang membahayakan, terutama jika cacat tidak diobati dalam jangka waktu lama. Misalnya, cedera atau dislokasi rahang yang dapat menghalangi mulut menggigit dan mengunyah dengan sempurna, yang kemudian mempengaruhi pencernaan seseorang. Bedah mulut dan maksilofasial dapat mengembalikan tampilan dan fungsi bagian tubuh serta meningkatkan rasa percaya diri pasien.
  • Pasien mengalami sakit - salah satu penyebab paling umum dari sakit yang ditangani oleh ahli bedah mulut dan maksilofasial adalah gangguan sendi temporomandibular, yang biasanya menyebabkan nyeri pada wajah yang dapat merambat ke arah bahu. Hal ini juga dapat menyebabkan masalah pada telinga, seperti tinnitus (telinga berdenging) bahkan gangguan pendengaran.
  • Kebutuhan untuk menciptakan penopang yang tepat untuk mulut - Sangat penting bagi orang untuk memiliki gigitan yang baik. Namun penyakit yang mempengaruhi mulut dapat merusak fungsinya. Untuk memperbaiki, bedah mulut harus melakukan pemasangan perangkat seperti implan. Selanjutnya, untuk mendukung struktur mulut secara keseluruhan, pencangkokan tulang juga bisa dilakukan. Jenis tulang yang digunakan dan kerumitan operasi tergantung pada seberapa banyak tulang yang rusak atau telah hilang.

    Rujukan:

  • Mayersak RJ. Facial trauma. In: Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, et al, eds. Rosen's Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. Edisi ke-8. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2013:bab 42.

  • Hill JD, Hamilton III GS. Facial trauma. In: Flint PW, Haughey BH, Lund LJ, et al, eds. Cummings Otolaryngology: Head & Neck Surgery. Edisi ke-5. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2010:bab 22.

Bagikan informasi ini: