Definisi dan Ringkasan

Operasi plastik adalah sebuah tindakan kedokteran yang menitikberatkan pada rekonstruksi atau perbaikan cacat dan kekurangan fungsional pada fisik pasien yang dikarenakan oleh penyakit, cedera, penyakit bawaan dan pembedahan yang pernah dijalani. Tujuan utama dari tindakan ini adalah untuk mengembalikan fungsi kulit, tengkorak, dan struktur rahang wajah (maksilofasial), sistem otot tulang belakang (musculoskeletal), payudara, kaki dan tangan, dan alat kelamin melalui sebuah bedah perbaikan. Bedah plastik juga meliputi rekonstruksi estetika dan tindakan bedah yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas fisik yang tidak diinginkan dari struktur tubuh normal.

Keuntungan dari Operasi Plastik

Keuntungan dari operasi plastik dapat digolongkan ke dalam dua kelompok utama: keuntungan perbaikan (rekonstruktif) dan kecantikan (estetika). Mereka yang diuntungkan dari proses ini antara lain:

  • Mereka yang memiliki kelainan bawaan seperti jari berselaput, tanda lahir, dan bibir sumbing
  • Mereka yang memiliki luka bakar atau cedera serius lainnya yang disebabkan oleh kecelakaan atau bencana alam
  • Mereka yang menderita penyakit serius dan harus menjalani tindakan bedah pengangkatan, seperti pengangkatan tumor kanker dari payudara atau wajah
  • Mereka yang ingin meningkatkan kepercayaan diri dengan memperbaiki keseimbangan dan kecantikan tubuh mereka.

Bagaimana Operasi Plastik Dilakukan

Ada beragam teknik yang digunakan pada operasi plastik, yang semuanya bergantung pada kondisi ketika pembedahan tersebut dilakukan. Tindakan ini biasanya memerlukan bius umum atau lokal untuk mengendalikan rasa sakit. Tiga metode yang paling umum dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Cangkok Kulit – Tindakan ini melibatkan pelepasan kulit sehat dari area yang sama sekali tidak terpengaruh untuk kemudian digunakan untuk menutupi area kulit yang rusak atau ingin diperbaiki. Teknik cangkok kulit biasanya digunakan untuk menutupi luka berukuran besar, luka bakar, patah tulang, bibir sumbing, dan area kulit yang terpaksa harus disingkirkan karena kondisi tertentu seperti kanker. Kulit yang telah dipersiapkan kemudian dilekatkan menggunakan staples, lem dan klip bedah, atau jahitan. Area yang telah ditempel kulit hasil cangkok tersebut kemudian ditutup selama 5-7 hari agar luka hasil operasi mengering dengan sempurna.

  • Perluasan Jaringan – Teknik ini melibatkan peregangan dari jaringan-jaringan sekitar area. Dokter bedah plastik akan memasukkan alat menyerupai balon ke bawah lapisan kulit, yang kemudian akan diisi penuh dengan air garam untuk membuat kulit menjadi renggang. Setelah dirasa cukup, alat tersebut akan ditarik keluar, dan jaringan baru akan ditempatkan di lokasi tersebut untuk menggantikan kulit yang rusak atau hilang.

  • Bedah Penutup – Umumnya dilakukan pada tindakan bedah untuk payudara dan bibir sumbing, metode bedah plastik ini melibatkan perpindahan jaringan, lengkap dengan sejumlah pembuluh darah utama, dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Cara kerjanya mirip dengan teknik cangkok kulit, namun teknik ini memiliki kemungkinan sukses yang lebih besar karena pasokan darah disediakan langsung oleh jaringan baru yang ditanamkan pada bagian yang rusak.

Selain ketiga teknik di atas, ada banyak sekali metode bedah plastik yang tersedia, antara lain perangkat tiruan atau prostetik, penyedotan (closed-suction), dan krim penyamaran yang mungkin digunakan oleh ahli bedah plastik tergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien.

Kapan Saat yang Tepat untuk Menemui Dokter Operasi Plastik

Jika Anda memiliki cacat lahir atau penyakit tertentu, atau pernah mengalami luka bakar, trauma, atau cedera yang menyebabkan salah satu bagian tubuh Anda tidak berfungsi sebagaimana mestinya, atau jika Anda ingin salah satu bagian dari tubuh Anda terlihat lebih menarik, maka itulah saat yang tepat untuk menemui seorang dokter bedah plastik. Demi keselamatan Anda dan hasil yang terbaik, maka penting bagi Anda untuk menemui dokter spesialis yang bersertifikat dan telah bekerja pada bidang tersebut di rumah sakit selama lima hingga tujuh tahun. Para dokter haruslah seorang lulusan pasca sarjana di bidang pembedahan umum dan berpengalaman selama dua tahun di bidang operasi plastik untuk mendapatkan izin melakukan tindakan bedah plastik. Sebagai tambahan, mereka juga harus melalui pelatihan tambahan untuk dapat melakukan tindakan bedah sesuai dengan nilai estetika. Pelatihan bedah kosmetik juga dapat diberikan oleh para dokter yang memiliki latar belakang di bidang kedokteran selain operasi plastik.

Operasi Plastik vs Operasi Kecantikan

Operasi plastik jauh berbeda dari operasi kecantikan. Operasi plastik merupakan tindakan perbaikan dan rekonstruksi cacat umum pada wajah dan tubuh yang disebabkan oleh kelainan sejak lahir, luka bakar, trauma, dan penyakit. Operasi kecantikan, di sisi lain, merupakan cabang khusus dari operasi plastik yang hanya dilakukan untuk memperindah penampilan pasien, termasuk membuat wajah dan tubuh pasien menjadi simetris, proporsional, dan menarik meskipun bagian tubuh yang dibedah tidak memiliki kelainan atau kerusakan sama sekali.

Beberapa di antara jenis-jenis tindakan operasi rekonstruktif antara lain:

  • Rekonstruksi payudara
  • Bedah tangan
  • Bedah perbaikan bekas luka
  • Rekonstruksi anggota tubuh bagian bawah
  • Perbaikan cacat bawaan: bibir sumbing dan cacat pada tangan dan kaki
  • Bedah perbaikan luka bakar
  • Bedah mikro rekonstruktif
  • Rekonstruksi cacat lunak
  • Rekonstruksi setelah trauma pada kepala, leher dan anggota tubuh lainnya


Beberapa di antara jenis-jenis tindakan bedah kecantikan antara lain:

  • Peremajaan wajah menggunakan laser atau terapi ringan lainnya
  • Peremajaan wajah menggunakan botox atau obat suntik lainnya
  • Peninggian hidung
  • Bedah kecantikan telinga
  • Pembesaran dagu atau pipi
  • Pengencangan kulit wajah secara keseluruhan
  • Pembentukan tubuh: Bedah perut (Tummy Tuck), sedot lemak (tradisional atau modern) dan tindakan pembentukan tubuh kembali
  • Pembesaran, pengecilan, atau pengencangan kecantikan payudara

Efek Samping dan Risiko dari Operasi Plastik

Sama seperti jenis pembedahan lainnya, operasi plastik pun memiliki risiko dan komplikasi tertentu. Tingkatan risiko bergantung pada beberapa faktor termasuk tingkat pengalaman dari sang dokter bedah, metode bedah yang digunakan, dan kondisi kesehatan pasien. Sebelum menjalani proses apapun, penting bagi Anda untuk mendiskusikan perihal semua risiko yang mungkin terjadi dari proses bedah yang akan dijalani serta jalan keluar bila hal tersebut terjadi dengan dokter bedah Anda. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:

  • Pendarahan, yang mungkin saja memerlukan transfusi darah jika cukup parah
  • Rasa sakit dan tidak nyaman, yang dapat ditangani dengan penawar rasa sakit
  • Infeksi, yang dapat ditangani dengan pemberian antibiotik setelah pembedahan
  • Bekas luka, yang akan menghilang dengan sendirinya
  • Kegagalan penanaman cangkok, yang memerlukan pembedahan lanjutan
  • Kegagalan pencangkokan kulit, yang juga memerlukan pembedahan lanjutan


Pasien juga harus diawasi dengan seksama setelah proses pembedahan selesai dilakukan. Jika Anda mengalami rasa sakit, pembengkakan, atau mengeluarkan cairan, atau efek samping di luar apa yang telah dijabarkan di atas, maka Anda sebaiknya segera menghubungi dokter bedah Anda.


Rujukan:

  • University of Michigan Health System, Reconstructive Burn Surgery
  • American Society of Plastic Surgeons, Reconstructive Procedures
  • Melvin Shiffman, Cosmetic Surgery: Art and Techniques
  • Isabella Mazzola, Plastic Surgery: Principles
  • Stephen Lock, et. al., The Oxford Illustrated Companion to Medicine
Bagikan informasi ini: