Pengertian dan Gambaran Umum

Operasi tangan adalah tindakan pembedahan yang dilakukan pada bagian tangan, termasuk kulit, tendon, sendi, tulang, tulang rawan, dan saraf. Pada pembedahan tertentu yang luas, meliputi pergelangan tangan, lengan, siku, dan bahu.

Tangan memiliki peranan penting dalam aktivitasi sehari-hari. Berfungsi untuk meningkatkan mobilitas, produktifitas, efisiensi. Dan juga meningkatkan pengalaman indrawi.

Namun, ada tiga skenario yang mungkin menyebabkan kerusakan pada tangan, hingga membutuhkan operasi, antara lain:

  • Cedera – cedera atau trauma dapat mematahkan jari, merobek ligamen atau tendon, membuat bahu terkilir atau dislokasi siku. Ini juga dapat menyebabkan terjadinya terlepasnya sebagian atau seluruh bagian tangan, yang membutuhkan operasi yang disebut replantasi.

  • Penyakit – Karena tangan terdiri dari berbagai bagian yang rumit, sehingga rentan terhadap penyakit, termasuk namun tidak terbatas pada, radang sendi, sindrom Carpal Tunnel, siku tennis, dan tendonitis.

  • Cacat bawaan – Kondisi tertentu yang memengaruhi tangan, mungkin berkembang sebelum bayi lahir karena ketidaknormalan kromosom dan pembelahan sel yang salah.

Siapa yang Membutuhkannya dan Hasil yang Dapat Diharapkan

Operasi tangan dianjurkan, jika:

  • Masalahnya menghalangi pasien melakukan aktivitas sehari-hari, seperti memegang atau mengangkat sesuatu.
  • Rasa sakitnya tidak tertahankan.
  • Satu-satunya pilihan untuk menghindari komplikasi.
  • Pasien didiagnosa dengan penyakit kronis, seperti arthritis.
  • Cedera tidak dapat diobati dengan terapi saja.
  • Tangan terinfeksi virus, bakteri, atau penyakit (seperti neuropati yang disebabkan komplikasi diabetes, atau kanker kulit).
  • Ada bekas luka bakar besar yang memengaruhi fungsi tangan
  • Ada patahan.

Terlepas dari jenis operasi tangan yang dilakukan, semua operasi tangan menyebabkan rasa sakit pada - tingkatkan tertentu dan pembengkakkan antara 24 – 48 jam ke depan. Meskipun, tidak semua operasi perlu menginap di rumah sakit, namun ini akan disarankan jika operasinya dianggap berisiko tinggi, sensitif, dan serius. Ini memungkin dokter untuk memantau penyembuhan awal pasien, dan kondisi organ vitalnya.

Bagaimana Operasinya Dilakukan?

Karena ada banyak kondisi yang dapat memengaruhi tangan, langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan medis untuk mendiagnosa penyakit, yang kemudian digunakan untuk menentukan pengobatan terbaik. Dokter akan melakukannya melalui pemeriksaan fisik, terutama jika mengalami cedera. Jika dokter tidak dapat menentukan kondisi pasti atau seberapa parah cedera yang dialami dengan segara, pemeriksaan tambahan seperti pemindaian akan diperlukan.

Sementara, dokter bedah tangan adalah penyedia perawatan kesehatan yang memiliki keahlian khusus untuk tindakan ini. Tidak seperti spesialis tangan pada umumnya, seperti ortopedis, dokter bedah tangan mendapatkan pelatihan tambahan dan kemampuan teknis untuk mengoperasi, bukan hanya tangan namun bagian tubuh lain yang terhubung pada tangan.

Tindakan yang biasa dilakukan pada tangan adalah:

  • Artoskopi – Ini adalah bedah minim risiko yang dilakukan pada siku atau pergelangan tangan. Pada tindakan ini pasien akan diberikan bius, sebelum sayatan kecil dibuat pada bagian yang dituju. Lalu, tabung berukuran kecil dengan kamera di ujungnya akan dimasukkan melalui sayatan. Kemudian, kamera memungkinkan dokter bedah untuk mengidentifikasi bagian tersebut dengan benar, lalu diperbaiki dengan alat bedah berukuran kecil. Karena sayatannya kecil, masa penyembuhan hanya memakan waktu sebentar.

  • Pencangkokkan dan Pemindahan – Pencangkokkan dan pemindahan merujuk pada proses untuk memindahkan bagian tubuh tertentu sebagai donor untuk daerah penerima. Cangkok seringkali dilakukan pada kulit, sehingga merupakan pilihan yang biasa digunakan saat mengatasi luka menonjol karena penyakit atau cedera. Kulit yang sehat diambil dari daerah donor dan dipasangkan pada tangan. Sedangkan transfer, berarti secara fisik memindahkan tendon yang sehat dari tangan sebagai pengganti bagian yang terkoyak atau cedera.

  • Replantasi – Replantasi adalah tindakan yang dibutuhkan saat tangan atau bagiannya terlepas dari tubuh, karena kecelakaan atau cedera. Untuk melakukan ini, bagian yang terlepas tidak boleh berada pada tahap nekrotik, maksudnya jaringannya tidak dalam keadaan mati. Pada tindakan ini, dokter bedah akan menghubungan pembuluh darah dan saraf secara benar, untuk mengembalikan fungsinya.

  • Skin Flap – Skin Flap adalah variasi dari pencangkokkan kulit. Perbedaan utama antara keduanya adalah skin flap memiliki pasokan darah yang sehat. Ini berarti, saat diambil dari daerah donor untuk dicangkok, dokter bedah harus membawa pembuluh darah, otot, dan lemaknya. Tindakan ini sangat disarankan, saat jaringan mengalami kerusakan parah dan pasokan darah terputus.

  • Drainase dengan pembedahan – Jika tangan telah terinfeksi karena penyakit atau cedera, bukan hanya menimbulkan pembengkakkan, namun juga menimbun nanah. Untuk menghilangkan nanah, drainase dengan pembedahan dilakukan.

Risiko dan Komplikasi

Seperti operasi pada umumnya, ada kemungkinan komplikasi pada operasi tangan yaitu pendarahan dan infeksi, namun di antara kedua hal ini, infeksi lebih berbahaya. Selain itu, ada juga kemungkinan terjadinya kerusakan saraf, yang dapat mengurangi mobilitas jari dan hilangnya sensasi. Namun, banyaknya komplikasi mencegah penyembuhan total. Ini dapat menyebabkan frustasi karena kurang dapat bergerak setelah operasi.

Rujukan:

  • http://www.assh.org/handcare/About-Hand-Surgery
  • http://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/plastic_surgery/overview_of_hand_surgery_85,P01130/
  • Webb CW. Metacarpal fractures. In: Eiff MP, Hatch RL, eds. Fracture Management for Primary Care. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 4.
Bagikan informasi ini: