Apa itu Bedah Umum?

Bedah umum adalah disiplin medis yang melibatkan berbagai jenis tindakan bedah untuk mengobati berbagai masalah kesehatan dan penyakit.

Dalam bedah umum, ahli bedah diharapkan mampu melakukan perawatan pra operasi maupun pasca operasi, dan manajemennya, selain tindakan bedah itu sendiri. Ahli bedah umum dapat mendiagnosa beberapa jenis penyakit, terutama yang terkait dengan perut dan organ-organ yang terhubung. Ini termasuk penyakit pada saluran empedu, hati, pankreas, limpa, usus buntu, usus kecil dan besar, rektum, dan perut. Dokter bedah juga dapat membedah di daerah dada, kelenjar tiroid dalam, dan hernia. Dalam batas tertentu, dokter bedah umum juga bertanggung jawab untuk prosedur yang dilakukan pada kulit dan payudara.

Ahli bedah umum juga diharapkan untuk mengobati pasien luka bakar. Oleh karena itu, selain di rumah sakit, mereka juga dapat ditemukan di pusat-pusat trauma dan ruang gawat darurat.

Dengan begitu banyak sub-spesialisasi di bawah operasi, orang sering bingung dalam membedakan antara bedah umum, bedah tengkorak, dan kardiovaskular. Perbedaan utamanya adalah jenis pengetahuan yang diperoleh ahli bedah umum selama pelatihan. Saat belajar mengobati beberapa jenis penyakit, ahli bedah umum hanya menerima pengetahuan inti. Sementara untuk pengetahuan yang lebih menyeluruh atau spesifik akan diterima ahli bedah spesialis. Sebagai contoh, seorang ahli bedah umum dapat mengoperasi daerah pembuluh darah, kecuali jantung, yang hanya bisa dilakukan seorang ahli bedah jantung.

Ahli bedah umum melalui pendidikan dan pelatihan yang ketat sebelum diizinkan untuk berpraktik. Mereka menghabiskan sedikitnyadua tahun untuk menyelesaikan pendidikan awal sebelum melanjutkan ke sekolah kedokteran, yang biasanya memakan waktu empat tahun. Kemudian, mereka menyelesaikan program magang selama lima tahun di rumah sakit terakreditasi untuk mengkhususkan diri dalam operasi. Tergantung pada program, ahli bedah umum harus dapat melakukan setidaknya seribu operasi. Setelah itu, baru mereka memenuhi syarat untuk mendapatkan sertifikat. Mereka juga perlu mendapatkan lisensi medis dari negara di mana mereka ingin berpraktik. Sebagai tambahan, mereka diminta untuk melanjutkan sejumlah program pendidikannya. Jika ahli bedah ingin mengkhususkan diri dalam bidang bedah, mereka menghabiskan setidaknya tiga tahun lagi untuk pelatihan lebih lanjut.

Selama pelatihan, ahli bedah umum diharapkan untuk belajar:

  • Kemampuan teknis
  • Pengetahuan klinis
  • Pengetahuan dalam berbagai prosedur bedah termasuk operasi minimal invasif
  • Evaluasi klinis
  • Manajemen cairan
  • Stabilisasi pasien, terutama mereka yang berada di bawah perawatan kritis
  • Pengetahuan dalam perawatan anak dan usia lanjut
  • Merujuk ke spesialisasi lain

Kapan Waktunya Menemui Ahli Bedah Umum

Pasien mungkin akan menemui ahli bedah umum jika:

  • Telah mendapatkan anjuran dari dokter mereka - Dokter bekerja sama dengan ahli bedah umum jika rencana perawatan memerlukan intervensi yang lebih invasif. Bisa jadi karena obat yang diberikan tidak bekerja atau tidak akan bekerja karena adanya penyumbatan, dan penyumbatan ini diangkat oleh dokter bedah umum.
  • Tindakan bedah yang dilakukan berada dalam lingkup ahli bedah umum - ini termasuk reseksi dari perut atau usus besar, transplantasi organ, dll
  • Pasien harus menjalani bedah penurunan berat badan - Karena bedah penurunan berat badan seperti lap band sering berurusan dengan perut dan isinya, maka ini dilakukan oleh ahli bedah umum.
  • Pasien memerlukan perawatan darurat - Beberapa luka bisa begitu parah sehingga pasien memerlukan operasi secepatnya. Pengetahuan dan keterampilan dokter bedah umum, termasuk resusitasi jika pasien mengalami shock akan berguna. Keadaan darurat ini mungkin termasuk anggota tubuh diamputasi atau jari, luka bakar pada kulit, pendarahannternal), dan penyumbatan di saluran udara.
  • Pasien membutuhkan perawatan pra bedah dan pasca bedah - Dokter bedah umum diharapkan memiliki pengetahuan dalam evaluasi dan diagnosis seperti menafsirkan catatan medis dan hasil radiologi, pengobatan bedah, dan pemberian obat seperti antibiotik dan cairan. Selain itu, ahli bedah harus menunjukkan keahlian di bidang nutrisi, manajemen nyeri terutama setelah operasi, pengendalian infeksi, dan penyembuhan luka.
  • Dianjurkan melakukan bedah minimal invasif - bedah minimal invasif dianggap sebagai terobosan karena hanya memerlukan sayatan kecil dengan risiko komplikasi yang rendah dan waktu pemulihan yang singkat. Dan mendorong tindakan bedah untuk berlangsung lebih cepat dan tepat.



Referensi:

  • Department of Surgery: Research – Massachusetts General Hospital
  • Yale School of Medicine
Bagikan informasi ini: