Pengertian dan Gambaran Umum

Bedah vaskular adalah tindakan pembedahan yang dapat menyelamatkan hidup yang dilakukan pada bagian vaskular atau sistem peredaran darah untuk mengobati penyakit tertentu seperti stroke dan aneurisme. Untuk memahami mengapa tindakan ini terkadang dilakukan, perlu diketahui terlebih dulu cara kerja sistem peredaran darah.

Darah adalah salah satu bagian paling penting pada tubuh, sebab ia membawa nutrisi ke sel-sel berbeda. Yang berfungsi sebagai “jalan bebas hambatan” adalah bagian lain dari sistem peredaran darah, antara lain arteri, vena, kapiler (atau yang secara umum disebut pembuluh darah).

Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain. Darah kemudian kembali ke jantung melalui vena. Di antara arteri dan vena, terdapat kapiler yang mengantarkan darah ke bagian tubuh lainnya.

Sistem ini juga termasuk jantung, yang merupakan komponen inti, organ maskular berongga yang dapat ditemukan di antara paru-paru, organ ini memompa darah di antara biliknya. Sistem limfatik bekerja bebarengan dengan sistem vaskular, sebab limfa terdiri dari darah dan air. Fungsinya menjaga cairan limfatik berada dalam jumlah yang tepat, dengan mengeringkannya secara konstan.

Namun, terkadang, salah satu atau beberapa sistem ini mengalami kerusakan karena:

  • Gaya hidup tidak sehat – merokok dan makan sembarang makanan dapat meningkatkan risiko stenosis (penyumbatan pembuluh darah) karena plak menumpuk pada dindingnya.
  • Usia lanjut – dengan usia lanjut, seseorang memiliki risiko lebih mengalami penyakit terkait vaskular, termasuk stroke dan aneurisme.
  • Cedera yang menyebabkan trauma fisik pada bagian tubuh manapun
  • Kehadiran penyakit lain seperti kanker dan diabetes.

Untuk mengatasi, menghilangkan, mengatur, atau menunda penyakit ini, bedah vaskular sebaiknya dilakukan.

Siapa yang Memerlukannya dan Hasil yang Dapat Diharapkan

Orang yang terdiagnosa dengan penyakit yang berhubungan dengan vaskular, terutama jika sudah berkembang atau menjadi lebih buruh, disarankan melakukan pembedahan. Kondisi ini termasuk, namun tidak terbatas pada:

  • Aneurisme otak dan perut
  • Stroke
  • Penyakit arteri peripheral
  • Trombosis vena dalam
  • Stroke ringan
  • Varises dan spider veins
  • Embolisme pulmonari
  • Stenosis pada katup jantung dan pembuluh darah
  • Asupan oksigen tidak mencukupi
  • Limfedema
  • Hiperlipidema (kolesterol atau triglycerides tinggi)

Mereka yang telah didiagnosa dengan diabetes atau obesitas juga perlu melakukan bedah vaskular karena penyakit tersebut, dapat menyebabkan komplikasi. Sebagai contoh, diabetes dapat menyebabkan neuropati atau kerusakan saraf. Saat saraf dan pembuluh darah memburuk, jumlah oksigen dan nutrisi yang diterima jaringan berkurang. Ini dapat memicu kematian jaringan, kondisi ini disebut nekrosis.

Di sisi lain, obesitas saat ini dianggap sebagai penyebab sindrom metabolisme, serangkaian kondisi yang meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, bahkan kanker, semuanya dapat membawa pengaruh negatif pada sistem vaskular.

Bedah vaskular adalah tindakan yang dapat dilakukan untuk mengendalikan gejala-gejala pada penyakit-penyakit utama yang rumit. Misalnya, limfedema biasanya disebabkan mastektomi, pengobatan standar untuk kanker payudara. Ini dapat diobati dengan mengangkat seluruh atau sebagian kelenjar getah bening.

Bagaimana Bedah Vaskular Dilakukan?

Pasien yang dicurigai memiliki masalah kesehatan yang memengaruhi sistem vaskular perlu melakukan serangkaian uji pemeriksaan. Yang paling populer disebut elektrokardiografi (ECG atau EKG), sebuah uji yang mengukur aktivitas kelistrikan pada jantung. Menggunakan elektroda yang dilekatkan pada tubuh, dan transducer yang mengatarkan gelombang suara. Tubuh akan bereaksi terhadap gelombang suara dan memantulkannya kembali. Komunikasi ini diterjemahkan oleh mesin, sehingga menciptakan suatu gambar.

Uji pemeriksaan lainnya yang mungkin dilakukan adalah angiografi (atau angiogram), untuk menentukan keberadaan sumbatan atau pembuluh darah yang menyempit, sehingga dapat menyebabkan trombosis atau aneurisme. Melibatkan pemasangan kateter untuk memasukkan tinta dengan warna kontras. Lalu, tinta akan memperlihatkan bagian bermasalah sehingga terlihat lebih jelas saat pemeriksaan. Dokter dapat meminta pemindaian CT, PET, MRI, dan teknik USG lainnya. Uji standar seperti pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan juga dilakukan.

Tergantung pada hasil temuan, dokter dapat menyarankan tindakan minimal invasif atau bedah terbuka. Untuk bedah terbuka, biasanya menggunakan sayatan besar pada dada, sementara bedah minimal invasif hanya membutuhkan beberapa sayatan kecil dan tabung kecil seperti endoskop atau laparoskop. Alat ini akan memungkinkan dokter untuk melihat bagian bermasalah pada pembuluh darah atau organ secara langsung. Lalu, mereka membedah menggunakan alat bedah berukuran kecil.

Risiko dan Komplikasi

Dibandingkan dengan bedah lainnya, tindakan yang dilakukan pada sistem vaskular memiliki risiko lebih tinggi. Tindakan ini dapat menyentuh organ penting seperti perut, otak, dan jantung. Karena ukuran pembuluh darah tertentu yang kecil, ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yang sehat, dan menyebabkan komplikasi jantung.

Dan, masa penyembuhan memakan waktu lebih lama, terutama jika tindakan yang dilakukan adalah bedah terbuka atau kompleks. Memar dan bengkak akan terjadi selama 24 jam atau hingga keesokkan hari (tergantung seberapa luas bedah yang dilakukan. Pasien perlu memerhatikan jika terjadi pendarahan. Namun, tidak semua pendarahan dapat terlihat (kondisi ini disebut pendarahan dalam), sehingga penting bagi pasien untuk mengikuti arahan perawatan paska pembedahan dan untuk dokter terus memantau pasiennya.

Beberapa pembedahan seperti endarterektomi karotid dapat menyebabkan kerusakan otak atau stroke, atau keduanya. Sementara, cedera saraf bukan hanya memengaruhi bagian tengah tubuh, namun juga bagian tubuh lain sebab sistem vaskular beroperasi seperti jaringan. Sebagai contoh, jika saraf pada tulang belakang rusak, pasien tidak akan bisa menggunakan tungkainya.

Rujukan:

  • National Heart Lung and Blood Institute web site. “What is the heart?” Accessed Dec. 15, 2011.
  • Neschis DG. The cardiovascular system. In: Bope ET, Kellerman R, eds. Conn’s Current Therapy 2012. 1st ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 7.
Bagikan informasi ini: