Apa itu Pediatri?

Pediatri adalah cabang ilmu kedokteran yang berkonsentrasi pada pencegahan, diagnosis, pengobatan dan penanganan seluruh jenis penyakit pada pasien berusia muda, yaitu bayi dan anak hingga remaja atau dewasa muda.

Usia maksimal pasien pediatri berkisar antara 18 dan 21 tahun. Usia ini merupakan masa transisi pasien memasuki perawatan kesehatan dewasa.

Pediatri atau spesialis anak, tidak hanya fokus pada aspek-aspek penunjang kesehatan yang dibutuhkan oleh anak, namun juga memahami perbedaan luas antara gangguan kesehatan pada pasien anak dan dewasa. Hal terpenting dalam fokus pediatri adalah tumbuh kembang fisik pasien anak. Tubuh anak yang semula kecil, kemudian memasuki tahap perkembangan dari tahun ke tahun, kebutuhan penunjang kesehatan pun berubah secara drastis, bahkan dalam waktu yang relatif singkat. Di samping itu, beberapa faktor lain juga ikut terlibat, seperti pada bayi yang baru lahir, perawatan kesehatan melibatkan pemeriksaan dan penanganan cacat bawaan. Sedangkan pada balita, terdapat identifikasi gangguan perkembangan yang berpotensi penyakit. Pembahasan unik lainnya, yaitu pediatri memberikan panduan, pendidikan, dan terkadang memperbaiki kesalahan orangtua atau wali dalam merawat anak mereka.

Pediatri juga mempertimbangkan faktor dan batasan khusus dengan mengutamakan keamanan dan kelayakan perawatan untuk anak. Tidak hanya bertanggungjawab dalam membuat diagnosis dan merancang pengobatan, tetapi juga memastikan pengobatan drancang sesuai dengan usia dan aman bagi fisiologis pasien yang belum matang.

Sebagai bidang ilmu yang luas, pediatri terdiri dari beberapa sub-disiplin, yaitu:

  • Neonatologi
  • Perawatan kritis
  • Gastroenterologi
  • Neurologi anak
  • Penyakit menular
  • Hematologi
  • Onkologi
  • Reumatologi
  • Pulmonologi
  • Oftalmologi
  • Kedokteran gawat darurat
  • Endokrinologi
  • Psikiatri anak
  • Kedokteran rehabilitasi
  • Perkembangan perilaku anak
  • Alergi dan immunologi
  • Kardiologi
  • Neuropsikologi
  • Pediatri sosial
  • Kedokteran olahraga
  • Bedah anak


Dokter mempelajari kedokteran pediatri dan menangani pasien anak disebut spesialis anak. Dokter spesialis anak adalah dokter yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran. Kemudian melanjutkan pelatihan spesialis selama tiga tahun dalam bidang khusus, seperti perawatan rawat inap dan rawat jalan, serta pembedahan dan perawatan intensif atau kritis. Spesialis anak memiliki tanggung jawab yang luas, termasuk:

  • Memberi perawatan umum untuk membantu memelihara kesehatan anak
  • Memberi langkah-langkah pencegahan melalui pemeriksaan rutin
  • Memeriksa bayi yang baru lahir dan perkembangan pada balita untuk mendeteksi gangguan kesehatan
  • Memantau tumbuh kembang anak
  • Mendiagnosis penyakit dan merancang pengobatan
  • Menyusun dan mengawasi pengobatan
  • Memantau penyakit kronis
  • Mengatur imunisasi


Zaman sekarang, spesialis anak umumnya praktik di rumah sakit, baik pada departemen klinis, pembedahan, ataupun gawat darurat. Namun, tak jarang dari mereka yang membuka klinik sendiri, atau praktik di pusat kedokteran anak atau keluarga, dan rumah sakit anak.

Kapan Anda Perlu Menemui Spesialis Anak?

Orangtua perlu berkonsultasi pada dokter spesialis anak, apabila anak:

  • Menunjukkan gejala penyakit
  • Sakit lebih dari tiga hari
  • Diberi jadwal pemeriksaan rutin
  • Perlu mendapatkan imunisasi baru
  • Mengalami kecelakaan atau cedera
  • Tampak sangat sakit, kondisi ini dapat terlihat dari tingkah laku yang berubah drastis, seperti tenaga anak melemah, mudah marah, cerewet, dan terus menangis


Gejala-gejala yang dianggap tidak wajar, yang harus segera mendapatkan penanganan dokter spesialis anak, meliputi:

  • Demam tinggi tidak turun setelah meminum parasetamol
  • Demam tinggi hilang dengan konsumsi obat namun terus menerus kembali
  • Demam tinggi dengan suhu melebihi 100,4 derajat pada bayi berusia kurang dari tiga bulan
  • Demam rendah yang bertahan selama lebih dari tiga hari
  • Demam tinggi melebihi 105 derajat
  • Demam tinggi disertai muntah
  • Muntah secar terus menerus
  • Nyeri perut, khususnya di perut bagian kanan, yang merupakan tanda usus buntu
  • Muntah, air seni atau tinja berdarah
  • Pembengkakan akibat terjatuh
  • Jatuh dari ketinggian
  • Kadar urin berkurang disertai dengan demam dan tidak nafsu makan
  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas
  • Ruam kulit yang tidak wajar
  • Diare
  • Sembelit
  • Serangan jantung


Anak-anak yang mengalami muntah dan diare memiliki risiko dehidrasi tinggi, yang merupakan salah satu kondisi membahayakan terhadap nyawa anak. Walaupun muntah atau diare bukan merupakan masalah serius, namun orangtua sebaiknya memantau tanda-tanda dehidrasi, yaitu:

  • Bibir kering dan pecah-pecah
  • Anak hanya mengeluarkan sedikit air mata keluar ketika menangis
  • Jarang buang air kecil, dapat diketahui dari jumlah popok yang dipakai dalam sehari
  • Popok tetap kering dalam 6 jam
  • Lemah


Sakit yang umum dialami anak, tetapi perlu diperiksa oleh spesialis anak, meliputi:



Rujukan:

  • American Academy of Paediatrics
Bagikan informasi ini: