Pengertian dan Ringkasan

Dokter gigi merupakan seorang praktisi di bidang kesehatan yang mengkhususkan diri dalam mendiagnosa sekaligus memberikan perawatan terhadap masalah-masalah yang berkenaan dengan gigi, gusi, dan struktur di sekitar wajah dan rahang.

Dokter gigi juga bertanggung jawab di dalam menyediakan layanan-layanan yang bersifat pemeliharaan, pencegahan, dan pembersihan, berikut petunjuk mengenai pemeliharaan yang tepat terhadap gigi dan gusi.

Untuk mencapai tujuan-tujuan ini, dokter gigi secara rutin melakukan pemeriksaan, mengambil rontgen, mendiagnosa penyakit-penyakit, dan menentukan perawatan-perawatan yang tepat. Dokter gigi juga melaksanakan tindakan-tindakan bedah mulut dan memberikan resep mengenai pengobatan untuk perawatan masalah gigi, meredakan gejala, dan mencegah infeksi.

Mengingat beberapa tindakan di bidang ilmu gigi membutuhkan pembiusan, dokter gigi juga memperoleh pelatihan di bidang bius umum.

Sub-spesialisasi di bidang Kedokteran Gigi

Dokter-dokter gigi juga memperoleh pelatihan di beberapa sub-spesialisasi, seperti:

  • Perawatan saluran akar (endodontics) – juga dikenal dengan istilah terapi saluran akar, ini merujuk kepada studi, diagnosa, dan perawatan terhadap penyakit-penyakit yang mempengaruhi pulpa gigi.

  • Dokter gigi oral dan maxillofacial (rahang dan wajah) – dokter gigi yang mengambil spesialisasi di bidang ini terbagi ke dalam tiga tipe berbeda: ahli patologi oral dan maxillofacial, radiologi, dan ahli bedah.

  • Ortodonti – Dikenal sebagai salah satu sub-spesialisasi yang paling terkenal di ilmu kedokteran gigi, ortodonti merujuk kepada dokter-dokter gigi yang mengkhususkan diri ke dalam perbaikan susunan dan kesejajaran gigi pasien. Metode utama mereka adalah penggunaan kawat gigi untuk secara bertahap memandu gigi supaya berada di posisi-posisi yang tepat.

  • Periodonti – Ini merujuk kepada suatu studi dan pengobatan terhadap kesehatan-kesehatan yang mempengaruhi gusi. Salah satu tindakan yang paling umum dilakukan di sini adalah peletakan cangkok (implan) gigi, yang ditanamkan melalui gusi ke dalam tulang rahang.

  • Dokter gigi anak – sebelumnya dikenal dengan istilah pedodonti, ilmu kedokteran gigi anak melaksanakan semua kewajiban dan fungsi dari dokter gigi kepada pasien belia.

  • Prosthodonsia – Ini merupakan sub-spesialisasi yang cakupannya begitu luas, di mana banyak dari metode perawatannya yang spesifik dikenal sebagai salah satu perawatan gigi yang paling dicari. Prosthodonsia merujuk kepada pemasangan gigi tiruan dan pegangan untuk gigi palsu.

Tim Dokter Gigi

Seringkali, dokter-dokter gigi bekerja dengan dibantu asisten-asisten. Tim ahli perawatan gigi dapat mencakup sebagai berikut:

  • Asisten dokter gigi – asisten dokter gigi menyediakan bantuan kepada dokter gigi ketika dokter gigi melaksanakan rencana perawatan pasien. Kewajiban dari asisten dokter gigi mencakup sterilisasi alat-alat dokter gigi, menyiapkan pasien, mengulurkan alat-alat yang dibutuhkan dokter gigi ketika melaksanakan tindakan, mengendalikan perangkat penyedot, mengambil gambar gigi, dan lain-lain.

  • Perawat gigi (dental hygienist) – Perawat gigi seringkali mendampingi dokter gigi atau bekerja sebagai bagian dari keseluruhan tim perawatan gigi, sekalipun mereka memiliki kualifikasi untuk menjalankan praktek mereka sendiri secara pribadi atau independen. Mereka memusatkan perhatian tidak hanya kepada perawatan penyakit-penyakit mulut, tetapi juga pencegahan-pencegahannya.

  • Teknisi gigi – Terkadang disebut juga dengan istilah ahli teknologi gigi, peran teknisi gigi adalah untuk menciptakan rancangan alat gigi berdasarkan resep dan gambar yang disediakan dokter gigi. Teknisi gigi bertanggung jawab di dalam membuat empat tipe utama dari alat gigi, seperti tiruan yang tetap, dapat dilepas, dan maxillofacial, dan juga ortodonti. Perangkat tiruan tetap yang digunakan di dalam perawatan gigi termasuk mahkota gigi, pegangan gigi palsu, dan cangkok gigi, sementara perangkat yang dapat dilepas termasuk gigi palsu. Perangkat ortodonti termasuk kawat gigi, penjajar gigi, dan penjaga mulut.

  • Ahli terapi gigi – Ahli terapi gigi merupakan dokter gigi yang memusatkan perhatian sekaligus melaksanakan pelayanan-pelayanan perawatan yang besifat pencegahan, di bawah pengawasan dokter gigi. Ahli terapi gigi seringkali mengontrol kesehatan mulut dari pasien anak-anak untuk membantu mereka menjaga kebersihan mulut mereka sejak dini. Ahli terapi gigi merupakan ahli yang secara umum melakukan pemeriksaan gigi secara menyeluruh, mengambil rontgen gigi, menyediakan saran pola makan, dan menjelaskan dampak dari pola makan yang tepat terhadap kebersihan mulut, dan melaksanakan layanan pembersihan seperti pembersihan karies gigi. Mereka juga bertugas memberikan bahan tambal cair dan terapi fluor untuk menjamin kebersihan gigi berikut perlindungan yang lebih menyeluruh. Mereka juga diperbolehkan mencabut gigi susu anak-anak dengan menggunakan bius lokal.

Persyaratan Pelatihan dan Pemberian Lisensi

Semua dokter gigi diwajibkan menamatkan pelatihan di sekolah-sekolah kedokteran gigi, yang mana biasanya membutuhkan waktu selama empat tahun. Di beberapa negara, dokter-dokter gigi diwajibkan menamatkan program residen yang bisa menghabiskan waktu selama dua sampai enam tahun, memusatkan perhatian kepada setidaknya salah satu sub-spesialisasi.

Setelah ini, mereka akan memperoleh gelar DDS (Doctor of Dental Surgey/Dokter Bedah Gigi) atau DMD (Doctor of Dental Medicine/Dokter Kesehatan Gigi). Gelar khusus yang didapatkan bergantung pada jenis sekolah kedokteran gigi yang mereka ambil, tetapi kedua gelar tersebut setara.

Untuk membuat mereka senantiasa mengikuti perkembangan dan kemajuan terkini di bidang kedokteran gigi, semua dokter gigi diwajibkan untuk secara berlanjut mengikuti kuliah-kuliah umum, konferensi, dan melanjutkan pendidikan supaya mereka semakin terdidik dan terlatih di metode dan teknologi baru.

Kapan Anda sebaiknya menemui seorang dokter gigi?

Pasien diminta untuk menemui dokter gigi segera setelah mereka mengalami gejala-gejala yang mempengaruhi gigi mereka. Mengacuhkan masalah-masalah gigi dapat membuat pasien semakin menderita sehingga membutuhan perawatan yang lebih rumit dan lebih mahal nantinya. Gejala-gejala berikut ini merupakan tanda-tanda bahwa sudah waktunya Anda membuat janji temu dengan dokter gigi Anda.

  • Rasa nyeri di gigi – Sakit gigi biasanya merupakan sebuah tanda terjadinya gigi berlubang atau infeksi, biasanya dengan bengkak. Apabila rasa sakit ini masih bisa ditahan, Anda dapat menunda janji temu Anda. Namun, apabila rasa sakit begitu parah, dibarengi peradangan, dan demam, atau apabila nanah dan cairan muncul dari daerah gigi yang sakit, sangat penting bagi pasien untuk segera memperoleh pengobatan.

  • Radang gusi – radang gusi bisa jadi menandakan terjadinya infeksi, pembengkakan gigi, atau pembengkakan gusi.

  • Nyeri di rahang – Apabila terjadi rasa nyeri di rahang, spesialis di bidang mulut dan maxillofacial akan memeriksa rahang untuk melihat tanda-tanda penurunan fungsi (degenerasi) atau pembengkakan. Nyeri di rahang biasanya diobati dengan pelindung gigi yang digabungkan dengan obat-obatan anti-bengkak.

  • Gigi sensitif terhadap suhu dingin dan panas – Apabila gigi Anda tiba-tiba menjadi sensitif terhadap suhu yang panas dan dingin, ini bisa jadi merupakan tanda gigi busuk.

  • Mulut kering – Apabila dibiarkan tanpa perawatan, beberapa gejala mulut kering dapat mempengaruhi kesehatan mulut seseorang secara umum. Mulut yang kering dapat menjadi pertanda terjadinya infeksi bakteri atau penyakit mulut.

Kapan Anda harus pergi ke UGD?

Beberapa permasalahan gigi memerlukan perhatian yang mendesak, termasuk:

  • Cedera traumatis yang mengakibatkan kehilangan gigi
  • Gigi teriris atau pecah
  • Penurunan fungsi saraf atau gigi tidak berada di posisi yang tepat atau sejajar
  • Luka atau goresan di pipi, gusi, dan lidah

Terlepas dari apakah gejala-gejala tersebut bersifat traumatis atau non-traumatis, pasien-pasien disarankan untuk pergi ke dokter gigi selama enam bulan sekali untuk pemeliharaan gigi yang layak.

Referensi:

  • Bureau of Labor Statistics, US Department of Labor, Occupational Outlook Handbook
  • United States Department of Labor, Bureau of Labor Statistics: “What Dentists Do?”
Bagikan informasi ini: