Apa itu Endokrinologi?

Endokrinologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari sistem endokrin. Sistem endokrin merupakan suatu sistem dimana hormon-hormon diproduksi dan diatur oleh organ dan kelenjar. Organ-organ yang termasuk dalam sistem endokrin, penyakit dan gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada kelenjar dan organ endokrin dapat mempengaruhi fungsi metabolisme tubuh secara keseluruhan. Endokrinologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku atau aktivitas psikis yang berkaitan atau terjadi karena perubahan pada sistem endokrin.

Sistem endokrin terdiri dari banyak kelenjar, misalnya kelenjar pankreas, kelenjar adrenal yang ada di atas ginjal, kelenjar pituitari, kelenjar tiroid, dan beberapa organ reproduksi, seperti ovarium dan testis.

Sistem endokrin bertanggung jawab dalam produksi dan sekresi hormon, yang berperan sebagai pembawa pesan kimiawi yang memberitahu sel atau jaringan untuk bekerja dengan cara tertentu atau melakukan aktivitas yang penting bagi nyawa seseorang. Sebagai contoh, pankreas menghasilkan insulin, yang membantu menyimpan dan mengedarkan gula darah (glukosa) untuk memberikan energi pada sel tubuh. Karena kelenjar-kelenjar ini tidak memiliki saluran tersendiri, maka hormon yang dihasilkan akan diedarkan melalui peredaran darah.

Sistem endokrin juga dapat meliputi organ tertentu yang memiliki fungsi yang serupa dengan kelenjar-kelenjar ini. Salah satu contoh yang baik adalah ginjal, yang bekerjasama dengan hati dan kulit untuk mengumpulkan vitamin D untuk mengendalikan kadar kalsium pada darah. Tubuh secara alami akan menghasilkan vitamin D, walaupun perkembangannya akan dipicu oleh sinar matahari.

Perubahan pada kelenjar ini akibat penyakit, kelainan bawaan, atau faktor lainnya dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Hal tersebut adalah keahlian utama dari dokter ahli endokrinologi, yang merupakan dokter spesialis yang telah terlatih dalam bidang ini.

Semua dokter ahli endokrinologi telah terlatih untuk menangani semua penyakit pada sistem endokrin, walaupun mereka juga dapat memiliki keahlian utama dalam bidang reproduksi, kedokteran anak, penyakit dalam (yang meliputi semua hal kecuali sistem reproduksi dan pasien anak), perilaku, onkologi, dan analisis komparatif.

Kapan Anda Harus Menemui Dokter Ahli Endokrinologi

Anda dapat mempertimbangkan untuk menemui dokter ahli endokrinologi apabila:

  • Anda memiliki faktor yang dapat memengaruhi produksi hormon. Tiga faktor yang paling penting adalah tekanan, gaya hidup, dan usia.
  • Anda memiliki gen tertentu yang meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan akibat hormon. Faktor genetik dapat memengaruhi produksi hormon dengan berbagai cara. Seorang wanita yang memiliki gen yang cacat bernama BRCA1 dan BRCA2 memiliki risiko yang 70% lebih tinggi untuk terkena kanker ovarium dan payudara. Diabetes tipe 1 dan tipe 2 juga sangat berkaitan dengan gen.
  • Memiliki tanda ketidakseimbangan hormon. Pertanda dan ketidakseimbangan hormon bisa sangat tersamarkan atau sangat terlihat dan dapat dikaitkan dengan penyakit lain yang tidak berhubungan dengan sistem endokrin. Gejala dapat meliputi kerontokan rambut dan letih atau lelah. Sedangkan gejala lainnya dapat sangat terlihat, seperti kemandulan, kesulitan mengendalikan suhu tubuh, dan obesitas.
  • Anda memiliki kelainan bawaan yang dapat mengganggu fungsi sistem endokrin.
  • Anda memiliki penyakit lain yang menghentikan produksi hormon yang normal, seperti kanker pada kelenjar tubuh.
  • Mengalami perubahan psikis atau perilaku. Salah satu contoh adalah depresi, yang dikaitkan dengan hormon tertentu. Ketidakseimbangan hormon dapat meningkatkan tingkat tekanan yang dirasakan seseorang, menyebabkan kesulitan tidur, atau mengubah nafsu makannya. Semua hal tersebut merupakan gejala depresi.
  • Anda telah didiagnosis dengan penyakit yang berkaitan dengan endokrin dan sedang mengonsumsi obat-obatan atau menjalani metode pengobatan lain.


Seorang dokter ahli endokrinologi membutuhkan waktu setidaknya 20 tahun untuk berlatih, mempelajari keahlian khusus, dan mengasah keahliannya. Mereka menghabiskan setidaknya empat tahun di sekolah kedokteran, kemudian menjalani pelatihan residensi selama setidaknya 3-4 tahun. Setelah itu, mereka menjalani pelatihan fellowship, yang dapat berlangsung selama 2-3 tahun. Dokter ahli endokrinologi harus mendapatkan sertifikasi.

Rujukan:

  • American Association of Clinical Endocrinologists
  • The New England Journal of Medicine
Bagikan informasi ini: