Gambaran Umum

Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran penyakit dalam. Hematologi mempelajari gangguan, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit yang menyerang darah serta komponen-komponennya. Meliputi sel darah, protein darah, hemoglobin, trombosit, dan pembuluh darah, serta organ yang memproduksi darah, yaitu sumsum tulang dan limpa.

Dokter spesialis hematologi atau disebut juga sebagai spesialis darah dapat diakui setelah menempuh pelatihan di bidang hematologi selama dua hingga tiga tahun pasca pendidikan kedokteran. Kemudian, mengikuti magang dan residensi.

Tugas dan tanggung jawab utama spesialis darah adalah:

  • Mengobati pasien yang menderita penyakit pada sistem peredaran darah
  • Menganalisis sampel darah di laboratorium darah, dengan memeriksa rekaman darah dan sumsum tulang
  • Menginterpretasi hasil tes darah dan gumpalan darah
  • Memberi diagnosis tepat pada pasien yang menunjukkan gejala gangguan sistem peredaran darah
  • Menentukan penyebab gangguan
  • Memantau perkembangan pasien yang sedang dalam masa pengobatan
  • Mengawasi bank/tempat penyimpanan darah
  • Melakukan penelitian


Prosedur yang dilakukan oleh spesialis darah dalam mengobati pasien, antara lain:

  • Melakukan transfusi darah
  • Menambah komponen darah
  • Mengurangi atau mengangkat komponen darah
  • Memberi terapi obat penekan respon imun atau immunosuppressive
  • Melaksanakan kemoterapi
  • Melakukan transplantasi sel stem
  • Melakukan transplantasi sumsum tulang
  • Memberi terapi obat faktor pertumbuhan

Kapan Anda Perlu Menemui Spesialis Darah?

Pasien perlu menemui spesialis darah apabila terdiagnosis mengidap penyakit:

  • Anemia – Jenis gangguan sistem peredaran darah yang paling umum terjadi ini, memiliki 400 sub-jenis yang berbeda. Umumnya, anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau komponen utamanya, yaitu hemoglobin. Anemia yang paling sering ditemukan adalah:
  1. Anemia sel sabit (sickle cell anemia), adalah kelainan genetik dimana sel darah merah mengalami perubahan dalam bentuk dan sifatnya, berbentuk sabit dan dapat mengeras dan lebih lengket dari biasanya
  2. Anemia defisiensi besi
  3. Anemia defisiensi vitamin
  4. Anemia karena trauma, kondisi yang terjadi saat kehilangan banyak darah
  5. Thalasemia, kondisi saat sel darah merah mudah rusak
  6. Anemia hemolitik, kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi sel darah yang terlalu rapuh atau pecah sebelum waktunya
  • Hereditary hemorrhagic telangiectasia (HHT), terjadi ketika pembuluh darah tidak terbentuk dengan sempurna
  • Hemokromatosis, kondisi ini terjadi karena tubuh terlalu banyak menyerap zat besi
  • Hemoglobinopati
  • Polisitemia, terjadi saat tubuh memproduksi sel darah berlebihan
  • Myelofibrosis
  • Perdarahan atau gangguan pembekuan darah
  1. Hemofilia, yaitu darah tidak mampu membeku dengan baik
  2. Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), adalah penyakit autoimun yang menyerang trombosit
  3. Penyakit Von Willebrand
  4. Perdarahan akibat defisiensi vitamin K, biasanya terjadi pada bayi
  5. Kanker darah
  6. Leukemia
  7. Myeloma
  8. Limpoma

Untuk mengobati kanker darah, spesialis darah dan dokter spesialis onkologi akan ikut serta dalam tim pengobatan pasien.

Gangguan yang disebabkan oleh penyakit pada sistem peredaran darah adalah:

  • Kulit mudah terluka
  • Perdarahan hebat
  • Proses pembekuan darah tertunda
  • Sering mimisan
  • Menorrhagia atau haid berlebihan yang memakan waktu lebih lama


Beragam penyebab dapat memicu gangguan pada darah. Di antaranya, penyakit turunan, sementara yang lainnya, seperti kanker adalah penyakit yang didapat.

Gangguan darah memiliki risiko serius yang dapat menjadi lebih parah jika tidak segera ditangani. Gangguan pembekuan menyebabkan darah terhambat, sehingga timbul komplikasi seperti emboli paru dan trombosis vena dalam, bahkan kondisi darurat seperti stroke dan serangan jantung. Gangguan ini juga dapat menyebabkan perdarahan berat yang tak terkendali pada pasien yang mengalami cedera, sehingga kondisi pasien menjadi lebih parah dan berbahaya dibanding bila terjadi pada pasien dalam keadaan sehat. Di samping itu, gangguan ini dapat membuat sayatan kecil, prosedur perawatan gigi, bahkan vaksinasi menjadi berbahaya bagi pasien.

Spesialis darah berperan dalam memperpanjang kesempatan hidup pasien dengan menangani atau mencegah gangguan darah serta komplikasinya. Selain itu, spesialis darah dapat memberi perawatan jangka panjang dan penanganan pada pasien dengan gangguan sistem perdarahan kronis.

Rujukan:

  • The American Society of Hematology
Bagikan informasi ini: