Pengertian dan Gambaran Umum

Ilmu Kebidanan dan Ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada perawatan sistem reproduksi wanita. Tugas utama seorang ahli kandungan adalah melakukan pengawasan dan penanganan pada masa kehamilan, selain itu, ahli kandungan juga bertanggung jawab untuk mengawal proses melahirkan dan masa nifas, atau periode sampai 6 minggu setelah kelahiran. Di sisi lain, seorang ginekolog juga berhubungan dengan kesehatan sistem reproduksi wanita secara umum; pemeriksaan, perawatan, pengelolaan komplikasi kebidanan, dan tindakan yang melibatkan komponen pembedahan. Ilmu kebidanan dan ginekologi dipelajari bersamaan karena memiliki dasar ilmu yang saling melengkapi, sehingga seorang dokter yang telah menyelesaikan pelatihan itu disebut OB/GYN dan dapat melakukan kedua peran itu secara bersamaan.

Pelatihan dan Sertifikasi

Dokter yang ingin mengambil spesialisasi di bidang ini harus memiliki gelar dokter dan harus menyelesaikan program magang OB/GYN minimal selama 4 tahun. Program magang akan memberikan gambaran bagi dokter terhadap berbagai subspesialisasi yang berbeda dalam bidang tersebut. Selama enam bulan magang, dokter juga akan diabdikan pada perawatan utama dan pencegahan yang termasuk perawatan jalan, perawatan inap, serta kinerja dan penafsiran USG panggul dan transvagina. Interaksi dengan pasien dan tanggung jawab akan meningkat pada setiap tahun magangnya. Pada akhir tahun, dokter akan berperan sebagai kepala magang.

Setelah pelatihan magang, dokter akan diperbolehkan untuk mengikuti ujian sertifikasi. Setelah lulus, dokter akan diberikan sertifikasi pada Kebidanan dan Ginekologi, dan setelah itu, sertifikasi subspesialisasi lebih lanjut pun dapat diikuti.

Subspesialisasi

Dua bidang ini memiliki cakupan yang cukup luas, maka bidang ini dibedakan atas beberapa subspesialisasi, yaitu:

  • Feto-Maternal - adalah subspesialisasi yang berfokus pada pengobatan dan penanganan bedah bagi kehamilan berisiko tinggi. Tujuannya adalah untuk menyediakan perawatan yang sangat dibutuhkan bagi ibu dan janin. Subspesialisasi ini juga berhubungan dengan masalah medis selama kehamilan serta komplikasi saat kehamilan; termasuk penyumbatan air ketuban, hambatan dalam pertumbuhan janin, eklampsia (kejang pada saat kehamilan), insufisiensi serviks (kandungan lemah), kelainan tabung saraf, posisi rahim yang tidak normal, persalinan sesar perimortem, preeklamsia (tekanan darah tinggi saat kehamilan), perdarahan pasca persalinan, kelahiran prematur, komplikasi tali pusar, ruptur uteri, plasenta previa, dan banyak lagi.
  • Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas – Spesialisasi ini berfokus pada perawatan intervensi dalam kasus ketidaksuburan dan termasuk pemeriksaan penyebab biologis ketidaksuburan. Subspesialisasi ini berhubungan khusus dengan amenorea (tidak terjadinya menstruasi pada wanita setelah pubertas), anovulasi (terganggunya perkembangan sel telur), reproduksi dengan bantuan teknologi, perdarahan uterus disfungsional, sindrom ovarium polikistik, kekurangan hormon prolaktin, dan permasalahan lainya.
  • Onkologi Ginekologi – Subspesialisasi ini berhubungan dengan pemeriksaan, perawatan, dan pengobatan kanker yang mempengaruhi organ reproduksi, serta penanganan yang berkelanjutan dan komprehensif selama periode perawatan. Subspesialisasi berkaitan dengan kanker rahim, kanker vagina, kanker vulva, bibit sel tumor, kanker leher rahim, kanker tuba falopii, dan kanker trofoblas gestasional, serta masih banyak lagi. Seorang ahli OB/GYN yang ingin mengambil spesialisasi di bidang onkologi harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang perawatan kanker dan komplikasi dalam onkologi.
  • Bedah Rekonstruksi Panggul Wanita – Subspesialisasi ini berfokus pada pemeriksaan dan perawatan pada wanita yang menderita inkontinensia urin (ketidak mampuan dalam mengontrol kandung kemih - https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/inkontinensi) dan prolaps organ panggul (peranakan turun). Bidang ini dipandang sebagai subspesialisasi bedah dimana pembedahan merupakan tindak perawatan utama. Bidang ini dikenal juga sebagai uroginekologi yang membutuhkan pengetahuan tentang kondisi panggul yang berbeda, seperti disfungsi dasar panggul.
  • Bedah Laparoskopi – Subspesialisasi ini berhubungan dengan penggunaan teknik bedah laparoskopi sebagai alternatif invasif minimal bagi penanganan bedah dalam kelainan ginekologi.
  • Keluarga Berencana – Subspesialisasi ini berhubungan dengan kontrasepsi dan pengguguran kehamilan.
  • Ginekologi Anak dan Dewasa – Subspesialisasi ini menyediakan perawatan ginekologi untuk pasien muda.
  • Ginekologi Menopause dan Geriatrik – Subspesialisasi ini berkaitan dengan penanganan gejala menopause pada wanita lanjut usia.


Setiap subspesialisasi tersebut memiliki ujian sertifikasi tersendiri. Dokter kandungan/ ginekolog dapat mendalami lebih dari satu subspesialisasi.

Kapan seharusnya Anda menemui ahli kandungan/ginekolog?

Jika Anda membutuhkan pertolongan medis karena alasan berikut, itulah saat yang tepat untuk mengunjungi seorang dokter kandungan/ginekolog.

  • Kehamilan, persalinan, dan nifas
  • Periode menstruasi yang tidak teratur
  • Penyakit menular seksual, seperti herpes genital atau HIV
  • Ketidaksuburan
  • Gangguan saluran kemih
  • Ketidakmampuan dalam mengontrol buang air besar
  • Prolaps panggul
  • Prolaps uteri
  • Vaginosis bakterial
  • Luka jinak pada ovarium, leher rahim, atau vulva
  • Nyeri panggul kronis
  • Nyeri haid
  • Kehamilan di luar kandungan
  • Pengguguran Kandungan Elektif
  • Terapi Estrogen
  • Menopause
  • Keguguran
  • Kista ovarium
  • Radang pada lapisan vagina
  • Infeksi lain seperti servisitis, klamidia, penyakit radang panggul


Seorang OB/GYN juga terlibat dalam pencegahan penyakit serta pemeliharaan kesehatan reproduksi secara umum. Dengan demikian, Anda harus menemui OB/GYN jika Anda membutuhkan pemeriksaan seperti Pap Smear.

Ahli kebidanan juga menyediakan perawatan dan penanganan komplikasi kehamilan, seperti kelahiran sungsang, nifas yang tidak normal, perawatan pasca kehamilan, pemenuhan nutrisi sebelum melahirkan, penggunaan obat-obatan selama kehamilan, dan sebagainya.

Mengunjungi OB/GYN

Sangat wajar bagi seorang wanita untuk merasa malu pada saat pertama kali berkonsultasi dengan seorang OB/GYN karena ahli kesehatan tersebut berhubungan dengan kesehatan personal dan sensitif, serta memeriksa bagian paling pribadi dari tubuh seorang wanita. Beberapa permasalahan, seperti penyakit menular seksual atau perencanaan keluarga, juga dianggap sebagai hal yang pribadi dan intim.

Karena spesialisasi medis ini berhubungan dengan beberapa permasalahan terpenting yang dihadapi wanita dalam hidupnya, seperti persalinan, pengendalian kelahiran, dan menopause, sangat penting untuk menemukan ahli kandungan/ginekolog yang dapat dipercaya oleh pasien dan membuat pasien merasa nyaman. Beberapa pasien memilih untuk berkonsultasi dengan hanya seorang ahli kandungan/ginekolog yang dapat menyediakan perawatan yang mereka butuhkan dalam hidup mereka.

Sangat penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan secara berkala pada seorang ginekolog setelah mereka mencapai usia aktif secara seksual, sama pentingnya seperti wanita hamil untuk memperoleh perawatan pra kelahiran dari seorang ahli kandungan selama masa kehamilannya.

Apa yang Diharapkan Selama Berkonsultasi dengan OB/GYN

Sangat dianjurkan kepada wanita berusia 13 sampai 15 tahun untuk melakukan kunjungan pertama ke ahli OB/GYN. Konsultasi pertama kali pada pasien remaja perempuan biasanya hanya berupa diskusi dengan dokter, tanpa adanya pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan umum tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.

Seorang perawat biasanya akan mengukur berat serta tekanan darah pasien, dan melakukan tes urine jika diperlukan. Jika Anda aktif secara seksual, dokter mungkin melakukan pemeriksaan tambahan untuk memeriksan penyakit menular seksual.

Jika ditemukan komplikasi atau gejala, kunjungan tersebut mungkin memerlukan pemeriksaan fisik pasien, yang melibatkan pemeriksaan bagian luar vagina, daerah vulva, pembukaan vagina, dan organ reproduksi. Jika Anda harus melakukan pemeriksaan fisik, hindari melakukan hubungan seksual atau mencuci vagina dengan menyemprotkan air dan cairan lain selama 24 jam sebelum kunjungan Anda ke OB/GYN; aktivitas seksual dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan seperti tes Pap Smear.

Rujukan:

  • Freund K. Approach to women’s health. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Goldman’s Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 245.
  • Schrager SB, Paladine HL, Cadwallader K. Gynecology. In: Rakel RE, ed. Textbook of Family Medicine. 8th e
Bagikan informasi ini: