Apa itu Nefrologi?

Nefrologi adalah cabang kedokteran dan subspesialisasi penyakit dalam dan anak yang berfokus pada diagnosis, pengobatan dan manajemen penyakit yang memengaruhi ginjal.

Karena ginjal bertanggung jawab terhadap beberapa fungsi penting pada tubuh, seperti menyaring limbah tubuh, sehingga masalah kecil dapat berdampak besar pada kesehatan seseorang. Salah satunya menyebabkan masalah sistemik, misalnya diabetes dan penyakit autoimun.

Untuk menjaga ginjal tetap sehat atau mengobati penyakit ginjal yang ada, cabang nefrologi menggunakan berbagai macam alat, teknik dan prosedur. Di antaranya:

  • Dialisis – Dikenal dengan istilah populer, cuci darah. Dialisis membantu pasien untuk membersihkan darah sebab ginjal tidak dapat lagi menjalankan fungsinya.
  • Biopsi Ginjal – Pada prosedur ini sampel jaringan diambil dari ginjal, yang kemudian dikirim ke laboratorium untuk pengujian dan analisis. Hal ini sering dilakukan oleh spesialis ginjal yang membuat diagnosis.
  • Pertukaran Plasma
  • Manajemen Fistula
  • Transplantasi Ginjal - Jika ginjal pasien rusak dapat diganti dengan ginjal donor.
  • Terapi Kanker, seperti kemoterapi atau terapi radiasi


Dokter spesialis ginjal juga dikenal nephrologist atau spesialis nefrologi. Mereka memiliki gelar pra-kedokteran sarjana, gelar dokter dan pelatihan residensi tiga tahun penyakit dalam. Mereka juga diharuskan untuk lulus ujian sertifikasi penyakit dalam sebelum mereka menjalani fellowship khusus pada nefrologi selama dua sampai tiga tahun.

Spesialis nefrologi memiliki tanggung jawab utama, di antaranya:

  • Meneliti, mempelajari dan memahami gangguan yang memengaruhi ginjal
  • Mendiagnosis dan mengobati berbagai jenis penyakit ginjal
  • Memberikan perawatan berkelanjutan untuk pasien yang menderita kondisi ginjal kronis
  • Mengelola efek jangka panjang dari gangguan ginjal pada pasien
  • Mengelola gejala gangguan ginjal, seperti ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dan gangguan asam-basa.
  • Mengawasi penggunaan obat selama pengobatan
  • Mengawasi dan/atau melakukan prosedur medis yang digunakan dalam pengobatan penyakit ginjal


Spesialis nefrologi dapat dijumpai di rumah sakit, unit dialisis independen, atau praktik pribadi mereka. Mereka juga melayani konsultasi, berkelanjutan dan tindak lanjut perawatan serta darurat atau rawat jalan.

Kapan Anda Perlu Menemui Spesialis Nefrologi?

Pasien dapat mengunjungi spesialis nefrologi jika mereka mengalami gejala yang berhubungan dengan penyakit ginjal. Namun, dalam banyak kasus, dokter umum atau dokter keluarga merujuk pasien karena hasil analisis urin yang abnormal.

Kondisi atau gangguan yang memerlukan perhatian nephrologist meliputi:

  • Gomerulus atau gangguan pembuluh darah – Kondisi ini juga dikenal dengan istilah glomerulonefritis atau sindrom nefrotik, gangguan ini memengaruhi glomeruli atau pembuluh darah yang terletak di ginjal.

  • Tubular atau gangguan interstitial – Kondisi ini pada gangguan yang memengaruhi tubulus di ginjal, serta jaringan sekitarnya. Tubulus berfungsi untuk mengumpulkan cairan untuk disaring oleh ginjal (yang akhirnya menjadi urin)

  • Hipertensi - Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan komplikasi potensial akibat kerusakan ginjal. Hal ini disebabkan oleh jumlah renin yang berlebihan, zat yang dihasilkan oleh ginjal.

  • Gagal ginjal akut - Ini adalah suatu kondisi di mana ginjal tiba-tiba berhenti bekerja. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan (seperti infeksi berat atau batu ginjal) dan dapat menyebabkan berbagai efek jangka panjang. Meskipun sebagoian pasien dapat pulih dari gagal ginjal akut, risiko tinggi kerusakan permanen pada ginjal tetap membayangi pasien.

  • Gangguan metabolisme mineral – Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam jumlah mineral dalam darah.

  • Penyakit ginjal kronis – Kondisi ini serius, sebab ginjal perlahan-lahan melemah sampai mereka tidak bisa berfungsi lagi. Kondisi ini berkembang secara perlahan yang pada akhirnya mengarah pada stadium akhir penyakit ginjal atau ESRD.

  • Kanker ginjal - Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel kanker atau tumor ganas pada ginjal. Sel-sel ini dapat membentuk tumor, jika tidak terdeteksi dan tidak diobati sedini mungkin. Jika tumor terus membesar, penyakit makin parah dan pasien berisiko terkena kanker metastatik.

  • Penyakit ginjal polikistik - Penyakit keturunan ini disebabkan oleh pertumbuhan sekelompok kista pada ginjal. Meskipun mereka jinak, mereka dapat tumbuh besar dan menyebar ke organ lain di dalam tubuh. Jika mereka menjadi terlalu besar maka dapat merusak bagian ginjal yang sehat. Akibatnya dapat terjadi gagal ginjal dan komplikasi lainnya.

  • Medula ginjal – Kondisi ini dikenal dengan nama lain penyakit Cacchi-Ricci, adalah penyakit bawaan di mana tubulus dari satu atau kedua ginjal menderita dilatasi kistik.

  • Batu ginjal – Kondisi ini juga sebagai lithiasis ginjal, batu ginjal terbentuk di dalam ginjal akibat akumulasi mineral dan asam garam.

  • Gangguan asam-basa atau elektrolit

  • Kelainan bawaan pada ginjal


Penyakit ginjal diatas terkait dengan masalah kesehatan sistemik lainnya, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Namun, risiko merusak ginjal juga meningkat jika seseorang merupakan:

  • Perokok berat
  • Penderita obesitas
  • Sudah lanjuta usia sekitar 65 tahun dan lebih tua
  • Memiliki kadar kolesterol tinggi
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal


Masalah yang memengaruhi ginjal cenderung menyebabkan gejala berikut:

  • Terasa perlu buang air kecil sehingga pasien terbangun di malam hari
  • Kencing berbuih
  • Ada darah pada urin, disebut juga hematuria
  • Kencing lebih sering atau dalam jumlah yang lebih banyak dari normal
  • Kencing kurang sering atau dalam jumlah yang lebih sedikit dari normal
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Retensi cairan atau edema, yang menyebabkan pembengkakan pada wajah, tangan, kaki, kaki dan pergelangan kaki
  • Kelelahan, sering dikaitkan atau disertai dengan anemia
  • Gatal dan ruam pada kulit, yang disebabkan oleh penumpukan limbah tubuh dalam darah
  • Napas berbau amonia, atau memiliki rasa logam di mulut
  • Mual
  • Muntah
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Sulit berkonsentrasi
  • Nyeri kaki, biasanya di panggul



Rujukan:

  • American Society of Nephrology
Bagikan informasi ini: