Apa itu Orthodonti?

Orthodonti adalah salah satu cabang kedokteran gigi yang berfokus untuk memperbaiki posisi gigi yang tidak tepat, terlebih jika membuat penampilan terlihat buruk dan tidak seimbangnya struktur wajah, sehingga sulit membersihkan gigi dan menjaganya. Gigi yang numpuk sulit dibersihkan, akibatnya rentan berlubang, menyebabkan gigi membusuk serta terkena penyakit gusi.

Sementara, jika penumpukan gigi terlalu parah, maka dapat menyulitkan pasien untuk mengunyah dengan benar. Akibatnya, otot rahang bekerja lebih keras dan berisiko menderita gangguan sendi temporomandibular.

Orthodonti membantu mengatasi masalah diatas dengan mengarahkan gigi ke posisi yang benar menggunakan kawat gigi yang perlu digunakan 18-24 bulan, tergantung seberapa parah kondisinya.

Saat ini, ada beragam jenis kawat gigi, mulai dari kawat gigi permanen dan lepas pasang. Memang kawat gigi tradisional terbuat dari logam, namun berkat kecanggihan teknologi, sekarang ada kawat gigi dengan struktur lebih sederhana yang dapat dipasangkan dengan mudah pada gigi yang harus diposisikan. Ada juga kawat yang terbuat dari plastik sehingga lebih sedap dipandang. Tapi, pada masalah orthodonti parah masih membutuhkan kawat gigi logam permanen.

Dokter gigi yang memiliki spesialisasi dalam menangani perbaikan posisi gigi disebut spesialis orthodonti atau Sp. Ortho. Mereka memiliki gelar kedokteran gigi umum, lalu melanjutkan spesialisasinya.

Untuk membuat perawatan orthodonti lebih efektif, spesialis orthodonti juga menggunakan alat lain atau melakukan prosedur tertentu, seperti:

  • Headgear – Ini digunakan untuk membetulkan posisi gigi belakang dan digunakan saat tidur atau beberapa menit setiap harinya.
  • Pencabutan gigi – Jika mulut terlalu penuh, dokter spesialis orthodonti akan melakukan pencabutan sehingga posisi gigi dapat diperbaiki.
  • Penahan gigi - Alat ini merupakan wadah plastik yang sesuai bentuk gigi pasien. Digunakan setelah perawatan orthodonti berhasil agar, selama masa penyembuhan, gigi tetap berada di posisinya yang baru. Karena gigi yang cenderung berubah selama pasien hidup, banyak pasien yang menjalani perawatan orthodonti disarankan menggunakan retainer selamanya, baik saat tidur atau beberapa jam setiap harinya.
  • Rontgen gigi – Rontgen gigi digunakan untuk mendiagnosa atau mengevaluasi masalah posisi gigi dan merupakan kunci untuk merumuskan rencana perawatan orthodonti.
  • Ekspander palatal – Digunakan pada kasus di mana lengkungan rahang atas atau langit-langit mulut perlu diperluas.
  • Bedah – Hanya digunakan pada kasus berat untuk memperbaiki masalah gusi yang tidak memberikan respon terhadap perawatan non-bedah.

Kapan Anda Perlu Menemui Spesialis Orthodonti?

Pasien perlu menemui spesialis orthodonti, jika mereka memiliki masalah mulut atau gigi berikut:

  • Gigi gompal
  • Gigi tidak rata
  • Jarak antara gigi terlalu dekat atau terlalu jauh
  • Tatanan gigi abnormal
  • Gigi atas terlalu maju (overbite)
  • Gigi bawah terlalu maju (underbite)
  • Crossbite
  • Gigi tidak bisa mengatup sempurna (openbite)
  • Bagian tengah gigi atas dan bawah tidak sejajar
  • Perkembangan gusi abnormal


Perawatan orthodonti biasanya dimulai dengan konsultasi, di mana dokter akan menilai kondisi gigi pasien dan membicarakan manfaat atau perkembangan yang bisa dirasakan pasien jika menjalani perawatan orthodonti. Selain itu, cara untuk mendapatkan posisi gigi yang ideal juga dibicarakan. Jika pasien ingin menjalani perawatan, dokter akan mengambil rontgen seluruh gigi pasien. Gambar yang didapat akan digunakan sebagai panduan selama proses pengepasan.

Sepanjang perawatan, pasien disarankan, terutama yang memakai kawat lepas pasang, untuk terus memakainya sesuai instruksi dokter. Jika tidak, perawatan gagal mencapai kesuksesan. Pasien juga perlu kembali ke dokter tiap 3-6 minggu untuk menyesuaikan kawatnya.

Pasien juga diberikan instruksi untuk menjaga kebersihan kawat gigi untuk mencegah penumpukan plak, enamel, dan pembusukan gigi yang dapat muncul saat perawatan orthodonti.

Sekalipun perawatan orthodonti yang tepat dapat membantu pasien dalam membersihkan gigi dengan mudah. Namun, tidak 100% mencegah pembusukan, pasien tetap harus membersihkan gigi dengan benar dan menjaganya.

Rujukan:

  • American Association of Orthodontists
Bagikan informasi ini: