Apa Itu Osteopati?

Osteopati adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang menangani gangguan medis dengan pemijatan atau manipulasi tulang, sendi, dan otot. Spesialisasi ini berdasarkan pada kepercayaan bahwa seseorang memerlukan keadaan tulang, otot, ligamen, serta jaringan ikat tubuh yang baik. Sehingga, tubuhnya tetap sehat. Meskipun hanya melibatkan sistem muskuloskeletal, pengobatan ini juga berdampak pada sistem saraf, peredaran darah, dan getah bening.

Cabang ilmu osteopati muncul pada akhir 1800-an. Ilmu ini dikembangkan oleh seorang dokter yang ingin mengenalkan kemampuan tubuh untuk pulih dari penyakit. Ilmu osteopati meyakini bahwa gaya hidup dan kebiasaan seseorang memiliki berdampak pada kesehatan tubuhnya. Pada umumnya, pengobatan osteopati bekerja dengan menghilangkan halangan dan membuat pasien menjadi sehat dan nyaman dengan tubuhnya.

Osteopati dipandang sebagai jenis pengobatan alternatif komplementer (Complementary Alternative Medicine atau disingkat CAM). Cabang ilmu osteopati merupakan salah satu dari dua jenis CAM yang diatur dalam undang-undang pada beberapa negara, cabang ilmu lainnya adalah kiropraktik. Teknik yang digunakan dalam osteopati sangat berbeda dari teknik yang digunakan dalam pengobatan konvensional. Teknik ini juga tidak selalu didukung oleh bukti ilmiah. Tujuan dari osteopati adalah untuk mengobati berbagai masalah tanpa menggunakan obat maupun operasi. Selain itu, prosedur-prosedur dalam osteopati tidak melibatkan sayatan.

Tujuan dari pengobatan osteopati meliputi:

  • Meredakan otot tegang
  • Meningkatkan pergerakan sendi
  • Meningkatkan sirkulasi darah
  • Mempercepat penyembuhan


Agar dapat mencapai tujuan tersebut, spesialis osteopati menggunakan kombinasi latihan pijat, peregangan, dan pernapasan. Teknik-teknik khusus yang digunakan antara lainnya:

  • Manipulasi jaringan lunak – Teknik ini digunakan untuk memperbaiki kondisi jaringan dan meningkatkan sirkulasi cairan dalam tubuh. Teknik ini dapat mencegah penumpukan cairan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Teknik artikular osteopati – Teknik ini membantu mengurangi kejang otot dan meningkatkan pergerakan sendi. Teknik ini ampuh dalam mengurangi iritasi saraf di sekitar sendi. Selain itu, teknik ini dapat meredakan rasa sakit dan tidak nyaman pada tubuh.
  • Osteopati kranial – Teknik ini adalah teknik osteopati yang paling lembut namun juga yang paling sulit untuk dilakukan. Teknik ini digunakan untuk mengobati masalah tulang belakang dan kelangkang. Teknik ini bekerja dengan mengembalikan bioritme tubuh.
  • Manipulasi tulang visceral – Teknik ini dapat mengobati rasa sakit dan meningkatkan kelenturan organ tubuh dan organ dalam. Teknik ini bekerja dengan memindahkan organ fasia di sekitarnya dengan perlahan. Terapi ini sangat efektif dan dapat meningkatkan fungsi organ.


Meskipun menggunakan teknik yang unik, terdapat bukti ilmiah yang mendukung bahwa osteopati efektif menangani masalah yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal. Terapi ini dapat mengobati beberapa masalah seperti nyeri kronis yang menyerang berbagai bagian tubuh.

Namun, beberapa ahli osteopati menyatakan bahwa beberapa penyakit lainnya yang dialami pasien disebabkan oleh beberapa masalah pada tulang, sendi, dan otot. Oleh karena itu, ahli osteopati juga dapat menangani penyakit yang mungkin tidak berhubungan dengan sistem muskuloskeletal. Beberapa contohnya termasuk:

  • Sakit kepala berulang
  • Migren
  • Sakit saat menstruasi
  • Gangguan pencernaan
  • Depresi
  • Kolik (pada bayi)
  • Asma
  • Cairan telinga
  • Gangguan temporomandibular
  • Skoliosis


Namun, saat ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan tersebut. Sehingga, osteopati masih memiliki resiko. Seperti robeknya dinding arteri selama prosedur manipulasi tulang belakang berlangsung. Namun, hal tersebut jarang terjadi. Jika terjadi, pasien memiliki kemungkinan stroke, cacat permanen, bahkan menghadapi kematian. Karena itu, tidak semua pasien dapat menjalani terapi osteopati. Terutama pasien yang menderita penyakit berikut:

  • Osteoporosis
  • Patah tulang
  • Artritis
  • Gangguan darah beku
  • Radang akut
  • Kanker
  • Sklerosis multipel


Terapi osteopati juga tidak dianjurkan bagi pasien yang:

  • Sedang menggunakan obat pengencer darah untuk menyembuhkan penyakitnya
  • Sedang menjalani terapi radiasi
  • Sedang hamil

Kapan Anda Perlu Menemui Ahli Osteopati?

Pasien perlu menemui ahli osteopati jika:

  • Pasien menderita masalah muskuloskeletal.
  • Pasien mengalami sakit kronis atau masalah gerak pada bagian tubuh tertentu.
  • Pasien sedang dalam masa pemulihan operasi pinggul, lutut, atau anggota tubuh lainnya.


Masalah-masalah ini dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Nyeri punggung
  • Nyeri leher
  • Nyeri bahu
  • Artritis
  • Masalah panggul
  • Nyeri pinggul
  • Nyeri kaki
  • Masalah postur tubuh


Gejala ini dapat muncul atau semakin parah pada beberapa pasien. Hal ini diakibatkan oleh kondisi kerja, olahraga, kebiasaan, atau kehamilan. Gejala ini juga dapat semakin buruk ketika pasien tertidur, sehingga menyebabkan gangguan tidur serta gelisah pada pasien.

Selain sakit dan nyeri umum, ahli osteopati juga dapat mengobati kondisi tertentu, seperti:

  • Tennis elbow
  • Linu panggul
  • Cedera keseleo berulang
  • Sindrom lorong karpal


Selama kunjungan dengan ahli osteopati, pasien akan diminta untuk menjelaskan gejalanya. Kemudian, ahli osteopati akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menggunakan tangan untuk menemukan daerah yang menyebabkan rasa lemas dan sakit pada tubuh.

Kemudian, ahli osteopati akan mencoba mendeteksi penyebab yang membatasi gerak dan membuat tegang otot pada tubuh serta menjelaskan apa yang dapat dilakukan oleh osteopati untuk pasien. Rencana pengobatan yang disesuaikan dengan pasien juga akan disiapkan. Misalnya, sebagian besar pasien yang mengalami nyeri punggung bawah diminta untuk menghadiri 9 sesi dalam 12 minggu. Namun, masalah yang lebih ringan dapat diobati dalam 3 - 4 sesi saja.

Setelah konsultasi awal, pasien akan diberikan jadwal untuk menjalani sesi pengobatan. Sesi pengobatan ini tidak menyebabkan rasa sakit, namun pasien mungkin merasa nyeri atau kaku selama beberapa hari pertama setelah pengobatan. Jika pijatan maupun peregangan yang dilakukan terasa sakit, pasien harus segera memberitahu ahli osteopatinya. Sesi awal dapat berlangsung hingga 1 jam atau lebih. Namun, biasanya sesi akhir hanya berlangsung sekitar 30 - 40 menit.

Terapi osteopati bekerja dengan efektif bila disertai dengan perubahan pola hidup dan penyesuaian kondisi kerja. Meskipun masalah osteopati tidak dapat dicegah secara alami, pasien dapat didorong pasiennya menjalani kebiasaan hidup sehat. Selain itu, pasien akan tergerak untuk melakukan penyesuaian terhadap kondisi tubuh. Sehingga, masalah musculoskeletal dan cedera lainnya dapat dicegah.

Jika kondisi pasien memerlukan perawatan medis, ahli osteopati dapat merujuk pasien ke dokter umum atau meminta pasien untuk menjalani tes medis dan tes pencitraan.

Rujukan:

  • Licciardone JC, Cardarelli R. “Osteopathic medicine and primary care: a new journal for changing times.” Osteopathic medicine and primary care. 2007; 1:1. https://om-pc.biomedcentral.com/articles/10.1186/1750-4732-1-1

  • Walker BF. “The journal of the chiropractic and osteopathic college of Australasia.” Australas Chiropr Osteopathy. 1998 Mar; 7(1): 35-38. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2050635/

Bagikan informasi ini: