Apa itu Otorinolaringologi?

Otorinolaringologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari penilaian, diagnosis, pengobatan, dan penanganan untuk penyakit, kelainan, dan gangguan kesehatan lainnya pada telinga, hidung, dan tenggorokan, serta pada kepala, leher, mulut, sinus, dan kotak suara (laring). Otorinolaringologi adalah salah satu ilmu kedokteran tertua di Amerika Serikat, yang juga dikenal sebagai THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan).

Dokter spesialis Otorinolaringologi dikenal sebagai dokter THT. Selain memberikan penanganan medis, mereka juga terlatih untuk melakukan operasi pada bagian tubuh yang telah disebutkan di atas, termasuk operasi plastik atau rekonstruktif.

Dokter THT dapat menjalani pelatihan sampai 15 tahun, belum termasuk pendidikan yang dibutuhkan dalam bidang mereka. Pendidikan mereka berawal saat mereka mengikuti kuliah pra-syarat di universitas. Kuliah ini bisa membutuhkan waktu sampai empat tahun. Setelah itu, mereka akan melanjutkan pendidikan di sekolah kedokteran selama empat tahun. Dokter THT membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk menyelesaikan pelatihan residensi, di mana mereka harus memenuhi jumlah jam praktik klinis dan operasi minimum sebelum mereka dapat mengajukan sertifikasi di negara mereka atau di negara lain. Dokter THT yang ingin menjalani pelatihan bedah kemungkinan harus mengikuti pelatihan tambahan selama setidaknya delapan bulan dalam bedah umum dan pendidikan selama lebih dari tiga tahun.

Dokter THT juga dapat memiliki keahlian khusus dalam bidang berikut:

  • Gangguan tidur – Beberapa gangguan tidur tertentu seperti apnea tidur dapat disebabkan oleh kelainan pada hidung (mis. septum yang miring) atau penyumbatan di tenggorokan dan saluran udara. Oleh karena itu, beberapa kasus gangguan tidur dapat ditangani oleh dokter THT.
  • Alergi – Seorang dokter THT diharapkan telah mempelajari patologi alergi. Mereka juga telah terlatih untuk menilai dan mengobati alergi menggunakan metode pengobatan yang beragam, mulai dari pemberian obat-obatan sampai terapi peningkatan sistem kekebalan tubuh (imunoterapi). Mereka juga dapat mencegah dan menangani alergi.
  • Kepala dan leher – Dokter THT yang telah terlatih dalam pengobatan dan penanganan kepala dan leher akan memiliki pengetahuan yang mendalam tentang tumor. Mereka dapat memberikan pengobatan dan terapi yang telah terbukti secara ilmiah serta melakukan operasi untuk mengangkat tumor jinak maupun ganas atau untuk mengobati kelainan bawaan, dan memberikan penyembuhan pada trauma.
  • Operasi wajah – Operasi dapat bersifat rekonstruktif atau plastik. Operasi rekonstruktif bertujuan untuk memperbaiki penampilan atau fungsi dari bagian tubuh sedangkan operasi plastik bertujuan untuk mempercantik penampilan bagian tubuh, terutama hidung dan telinga.
  • Otorinolaringologi anak – Dokter THT anak adalah mereka yang merawat anak berusia 0-12 tahun. Biasanya, dokter THT anak akan menangani kelainan bawaan, trauma, serta infeksi pada telinga dan tenggorokan.

Kapan Anda Harus Menemui Dokter Spesialis THT

Dokter spesialis THT atau ahli Otorinolaringologi dapat mengobati penyakit berikut:

  • Nyeri, terutama apabila nyeri tidak berhenti setelah mengonsumsi obat-obatan (contoh yang baik adalah nyeri telinga. Terkadang, telinga terasa sakit ketika seseorang sedang menderita demam atau flu. Namun apabila setelah mengonsumsi obat-obatan, gejala flu dan demam berhenti tetapi nyeri tidak hilang, kemungkinan nyeri di telinga disebabkan oleh infeksi.)
  • Infeksi pada struktur telinga, hidung, dan tenggorokan
  • Tumor jinak dan ganas atau polip di struktur telinga, hidung, tenggorokan, kepala, dan leher
  • Kelainan bawaan
  • Penyakit yang memengaruhi struktur mulut dan rahang, kecuali gigi dan gusi, yang sebaiknya ditangani oleh dokter gigi.
  • Berkurangnya kemampuan telinga, hidung, kepala, dan leher (contoh: kehilangan pendengaran)
  • Apnea tidur obstruktif, yaitu jenis gangguan tidur
  • Alergi, termasuk rhinitis dan asma
  • Refluks asam (GERD)
  • Terjadinya gejala seperti perubahan kualitas suara (contoh: serak) atau kesulitan menelan
  • Gangguan keseimbangan
  • Sinusitis dan migrain
  • Terhambatnya pertumbuhan anak
  • Penyakit pada sinus
  • Kanker, misalnya kanker mulut, kelenjar ludah, dan kanker kulit pada kepala, leher, dan hidung
  • Patah tulang dan kerusakan jaringan kulit
  • Penyakit yang dialami manula (geriatrik)


Dokter spesialis THT juga dapat melakukan:

  • Operasi mikrovaskuler, yang meliputi pencangkokan kulit dan pembuluh darah dari satu bagian tubuh (area donor) ke bagian tubuh lainnya (area penerima/resipien). Operasi ini membutuhkan keahlian yang tinggi dan tangan yang terampil karena pembuluh darah sangatlah kecil dan mudah rusak.
  • Operasi maksilofasial (rahang dan wajah)
  • Paratiroidektomi (pengangkatan sebagian kelenjar tiroid) dan tiroidektomi (pengangkatan seluruh bagian kelenjar tiroid), adenoidektomi (pengangkatan kelenjar getah bening), dan tonsilektomi (pengangkatan amandel)
  • Operasi telinga
  • Pemasangan alat bantu pendengaran
  • Pengencangan wajah, septoplasti (perbaikan septum hidung yang bengkok), dan operasi hidung
  • Operasi kelopak mata, pengencangan alis, dan operasi perbaikan telinga (otoplasti)

    Rujukan:

  • Standford Medicine. Otolaryngology Head & Neck Surgery

Bagikan informasi ini: