Apa itu Kedokteran Kecantikan?

Kedokteran kecantikan atau kedokteran estetika adalah istilah luas yang mengacu pada keahlian seorang dokter untuk mengubah penampilan kosmetik pada pasien. Tindakan ini dilakukan dengan memperbaiki bagian tubuh tertentu (rekonstruksi), atau untuk meningkatkan penampilan wajah atau tubuh seseorang, contohnya mengurangi kelebihan lemak, selulit, atau warna kulit tidak merata.

Cakupan dari kedokteran kecantikan meliputi kedokteran kulit dan tindakan bedah rekonstruksi dan bedah plastik yang dapat berupa tindakan beresiko atau rendah resiko. Beberapa perawatan yang termasuk dalam kedokteran kecantikan adalah:

  • Bedah Rekonstruktif – Tujuan dari bedah rekonstruktif memiliki dua sisi; pertama, untuk mengembalikan penampilan pada bagian tubuh yang rusak karena penyakit, malpraktik, komplikasi dari suatu tindakan atau trauma. Ini termasuk perempuan yang payudaranya diangkat saat mastektomi atau seseorang dengan luka bakar yang signifikan. Kedua, untuk meningkatkan fungsi bagian tubuh, meskipun tidak selalu tercapai. Sebagai contoh, payudara baru mungkin tidak dapat lagi menghasilkan susu, sementara luka bakar yang diobati dapat meningkatkan mobilitas pasien.
  • Bedah Fisik – Bedah fisik adalah tindakan menyeluruh yang dilakukan pada tubuh, terutama wajah, yang tujuan dasarnya adalah meningkatkan penampilan. Metode penghilangan lemak juga tercakup dalam bedah ini, seperti sedot lemak atau tummy tuck. Selain itu, tindakan untuk mengurangi kelemahan pada kulit, yang biasanya terjadi pada pasien berusia lanjut. Tindakan pembedahan ini bersifat invasif minimal, artinya hanya memerlukan sedikit sayatan dan rendah resiko seperti infeksi, masa penyembuhan yang lama, dan pendarahan. Untuk melakukan pembedahan, dokter kecantikan seringkali menggunakan skop, seperti laparoskop dan teknologi baru lainnya.
  • Tindakan non-invasif – Praktik kecantikan ini dapat meningkatkan penampilan fisik tanpa membutuhkan bius total atau pembedahan. Contohnya, pengelupasan kulit dengan zat kimia, pengencangan kulit dan photorejuvenation, penghilangan bulu dan tato, perawatan untuk noda dan masalah pada kulit seperti tahi lalat, hiperpigmentasi, jerawat, dan bekas luka. Sementara itu, teknologi yang digunakan dalam tindakan non-invasif contohnya suntik Botox dengan menggunakan toksin yang telah dimurnikan untuk membantu otot untuk rileks dan mengurangi munculnya kerutan dan garis halus. Pengisian pada kulit yang dilakukan membuat kontur wajah lebih terlihat dan menghaluskan kerutan. Penggunaan mikrodermabrasi kristal dapat mengangkat sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru.


Kedokteran kecantikan juga melingkupi penilaian dan diagnosis kondisi tertentu yang merubah penampilan fisik seseorang, seperti jerawat, eksim, alergi, dan juga gejala ketidakseimbangan hormon seperti bulu yang tumbuh berlebih dan peningkatan berat badan secara signifikan.

Seorang dokter kecantikan juga perlu memiliki pemahaman dan pengetahuan mendalam tentang kebugaran, nutrisi, penggunaan laser dan teknologi serupa lainnya, pengobatan, analgesia, dan masih banyak lagi. Diharapkan dokter kecantikan dapat menyediakan perawatan medis sebelum dan sesudah tindakan, serta memberikan penjelasan yang informatif dengan baik kepada pasien, karena banyak tindakan yang menyebabkan perubahan penampilan yang signifikan.

Dokter, perawat, dan ahli pelayanan kesehatan lainnya dapat masuk ke dalam bidang ini. Kedokteran kecantikan masih dianggap sebagai spesialisasi baru, sehingga tidak ada sertifikasi atau dewan sertifikasi tertentu untuk bidang ini. Namun, beberapa telah memutuskan untuk membatasi dokter yang menjadi dokter kecantikan, biasanya tergantung area praktik, untuk membangun standar tunggal yang lebih komprehensif bagi profesi ini.

Kapan Perlu Mengunjungi Dokter Kecantikan

Berdasarkan data dari badan resmi, paling tidak 8 juta tindakan kecantikan telah dilakukan sejak 2009. Kebanyakan mengambil manfaat dari pelayanan khusus perawatan non-invasif yang banyak diminati dan terjangkau.

Anda dapat mempertimbangkan untuk menemui dokter kecantikan, jika Anda:

  • Banyak melihat adanya tanda-tanda penuaan – Kedokteran kecantikan juga mencakup pengobatan anti-penuaan karena berhubungan dengan tanda-tanda umum yang terkait dengan peningkatan usia, seperti kulit yang melemah karena berkurangnya produksi kolagen dalam tubuh, protein fiber yang menutrisi jaringan kulit, dan metabolisme rendah yang berakibat padalemak yang berlebih.
  • Ingin meningkatkan rasa percaya diri – Kedokteran kecantikan dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri pasien baik secara fisik maupun mental. Penampilan fisik yang lebih baik meningkatkan suasana hati, rasa percaya diri, dan membuat pasien merasa puas terhadap dirinya sendiri.
  • Mengalami luka yang mempengaruhi penampilan – Kekerasan atau kecelakaan dapat menyebabkan cedera yang menyebabkan luka pada tubuh, jika parah dapat menyebabkan cacat atau amputasi (kehilangan anggota tubuh), atau berkurangnya fungsi anggota tubuh secara signifikan. Luka bakar, misalnya, dapat merusak kulit, dan membatasi pergerakan anggota tubuh.

    Rujukan:

  • King’s College London – Aesthetic Medicine

Bagikan informasi ini: