Definisi dan Ringkasan

Patologi adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang berperan penting dalam mendiagnosa penyakit, terutama kanker. Secara umum, patologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit, analisis, dan pengambilan sampel jaringan, sel, dan cairan tubuh. Patolog biasanya akan memeriksa sampel darah, air mani, air liur, cairan pleura yang diambil dari paru-paru, cairan perikard yang diambil dari jantung, cairan asites yang diambil dari hati, dan cairan serviks. Sampel-sampel ini akan dilihat melalui mikroskop, lalu patolog akan mencari setiap kelainan seluler. Pertumbuhan abnormal dalam tubuh juga akan diperiksa untuk memastikan apakah bersifat kanker atau non-kanker.

Bidang Patologi

Terdapat 3 bidang patologi, yaitu:

  • Patologi klinik – Patologi klinik menangani analisis urin, sampel jaringan, dan darah, serta memberikan banyak informasi penting mengenai masing-masing sampel, seperti elektrolit urin, analisa darah, dan sebagainya.
  • Patologi anatomi – Cabang patologi anatomi bisa memeriksa seluruh tubuh dalam suatu proses otopsi, atau spesimen jaringan tubuh yang diambil melalui pembedahan. Bidang patologi ini digunakan untuk menentukan perubahan susunan anatomi, jejak kimiawi sel, dan penampilan sel.
  • Patologi umum – Patologi umum adalah ilmu yang mempelajari cara suatu penyakit dalam mempengaruhi atau menyebabkan kelainan pada fungsi dan struktur setiap bagian tubuh. Cabang ini menentukan penyebab, mekanisme, dan kemungkinan perkembangan penyakit. Bidang ini juga menganalisis kelainan klinis sebagai tanda khas penyakit tertentu. Ilmu ini juga melibatkan berbagai cabang ilmu lainnya seperti kimia, mikrobiologi, dan hematologi.

Cabang Patologi

Patologi berkembang terus sehingga terdapat beberapa kategori, seperti:

  • Sitopatologi – Disebut juga sitologi, yaitu mempelajari dan mendiagnosa penyakit seluler. Banyak digunakan untuk diagnosa kanker serta kondisi infeksi dan peradangan lainnya.
  • Dermatopatologi – Cabang ini berfokus pada segala hal mengenai kulit, sebagai organ dan juga penyakit yang terdapat pada kulit.
  • Patologi forensik – Tujuan utama patologi forensik adalah menentukan penyebab kematian seseorang. Hal ini dilakukan dengan memeriksa jaringan, menafsirkan hasil laboratorium toksikologi, dan memeriksa trauma fisik.
  • Histopatologi – Cabang ini memeriksa berbagai jaringan tubuh manusia dengan mikroskop. Jaringan yang dipelajari adalah sampel biopsi dan spesimen dari pembedahan.
  • Neuropatologi – Cabang ini mempelajari penyakit yang mempengaruhi jaringan di sistem saraf.
  • Patologi paru – Cabang ini mendiagnosa penyakit yang mempengaruhi paru-paru dengan mempelajari spesimen yang diambil dari tubuh melalui biopsi transbronkial bronkoskopik atau biopsi melalui kulit dengan panduan CT.
  • Patologi ginjal – Berfokus pada penyakit ginjal, patolog ginjal dapat membantu ahli ginjal dan ahli transplantasi menganalisa spesimen yang diperoleh melalui biopsi ginjal. Analisa bisa dilakukan melalui mikroskop, mikroskop elektron, atau melalui imunofloresensi.
  • Patologi bedah – Patologi bedah mempelajari spesimen bedah dengan kombinasi analisa secara anatomis dan histologis.
  • Hematopatologi – Ilmu ini khusus mempelajari penyakit yang mempengaruhi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Organ utama yang dipelajari adalah organ yang berperan pada produksi darah, seperti sumsum tulang, limfonodus, limpa, timus, dan jaringan limfoid.
  • Patologi molekuler – Cabang patologi ini mempelajari dan mendiagnosa molekul yang menyusun berbagai organ dan jaringan tubuh.
  • Patologi mulut dan maksilofasial – Termasuk salah satu dari sembilan spesialisasi ilmu kedokteran gigi. Patologi mulut mempelajari penyakit yang mempengaruhi rongga mulut dan struktur sekitarnya.

Komponen Penyakit

Dalam mempelajari penyakit, patolog berfokus pada empat komponen, yaitu:

  • Penyebab – Dalam ilmu kedokteran disebut juga etiologi penyakit, patolog harus memikirkan dan menentukan penyebab suatu penyakit yang sebenarnya. Pada kasus patologi forensik yang mempelajari jenazah seseorang, tujuannya adalah menentukan penyebab kematian.
  • Mekanisme perkembangan – Disebut juga sebagai patogenesis penyakit, mengacu pada mekanisme biologis yang menyebabkan tubuh seseorang menjadi tidak baik atau tidak sehat, mulai dari tahap awal penyakit, perkembangan, sampai ke tingkatannya, seperti apakah penyakit tersebut termasuk akut, berulang, atau kronis. Singkatnya, patogenesis mempelajari proses. Patogenesis lain untuk suatu penyakit disebut patogenesis bakterial, yang mempelajari cara bakteri untuk dapat menyebabkan suatu penyakit tertentu. Jenis patogenesis lainnya adalah infeksi mikroba, keganasan jaringan, atau peradangan.
  • Perubahan struktur sel – Disebut juga sebagai perubahan morfologi, patologi ini mempelajari cara suatu penyakit yang dapat membuat perubahan pada sel tubuh atau perubahan struktural yang disebabkan oleh penyakit tersebut di tingkat seluler.
  • Manifestasi klinis – Komponen patologi ini merujuk pada hal-hal yang terjadi sebagai akibat perubahan seluler yang disebabkan oleh suatu penyakit, atau efek langsung penyakit tersebut pada tubuh.

Spesialis: Patolog

Patolog adalah seorang praktisi medis yang telah mengambil spesialisasi di bidang patologi, seorang dokter yang mengambil spesialisasi untuk mendiagnosa penyakit berdasarkan pemeriksaan jaringan. Persyaratan perizinan untuk patolog berbeda untuk setiap negara, tetapi kebanyakan diperlukan empat tahun pendidikan sarjana kedokteran, empat tahun pelatihan di sekolah kedokteran (kepaniteraan klinik), dan dua sampai empat tahun pendidikan spesialisasi, antara patologi anatomi atau patologi klinik. Pendidikan spesialisasi yang dijalani oleh seorang dokter patologi anatomi sampai mendapatkan sertifikat kompetensinya berbeda dengan pendidikan spesialisasi untuk seorang dokter patologi klinik (sampai mendapatkan sertifikat kompetensinya).

Karena bidang pekerjaannya, para patolog akan bekerja sama dengan praktisi medis lainnya. Pendapat mereka biasanya akan dipertimbangkan untuk perencanaan tata laksana penyakit yang tepat.

Kapan Anda Harus Menemui Seorang Patolog?

Pasien biasanya sangat jarang untuk harus menemui patolog secara langsung, meskipun peran patolog dalam tim medis sangat penting dan kontribusi mereka sangat nyata dalam perencanaan tata laksana. Karena pengaruh patolog sangat besar terhadap penanganan suatu penyakit, sangatlah penting bagi pasien dan dokter yang merawatnya agar percaya pada hasil patologis. Namun demikian, karena peran utama patolog berbasis di laboratorium, kebanyakan pasien tidak mengetahui apapun mengenai patolog yang mendiagnosa penyakit mereka. Karena sulit bagi pasien untuk mendapatkan informasi seperti latar belakang pendidikan dan pelatihan, dan juga pengalaman klinik patolog yang menangani sampel jaringan mereka, beberapa pasien atau bahkan dokter meminta pendapat dari patolog lain, terutama jika diagnosanya kurang meyakinkan.

Referensi:

  • Robbins, Stanley. (2010). “Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease.”
  • Rothstein W. (1979). “Pathology: The Evolution of a Specialty in American Medicine.” Medical Care.
  • Long E. (1965). “History of Pathology.”
  • Machevsky A, Wick MR. (2004). “Evidence-based Medicine, Medical Decision Analysis, and Pathology.” Human Pathology.
Bagikan informasi ini: