Definisi dan Gambaran Umum

Periodonti adalah spesialisasi dalam kedokteran gigi yang menangani struktur mulut yang berbeda terutama gusi, gigi, dan tulang. Seseorang yang menspesialisasikan diri dalam bidang ini disebut periodontist atau ahli periodonti.

Ahli periodonti sering tertukar dengan ahli endodonti dan dokter gigi umum. Dokter gigi umum diharapkan memiliki kemampuan tertentu dan pengetahuan yang sama dengan ahli periodonti, terutama karena gusi, gigi, dan tulang saling berhubungan dan bergantung satu sama lain. Namun, saat masalah berkembang menjadi lebih parah dan rumit, dokter gigi seringkali merujuk pasiennya ke periodontist.

Di sisi lain, seorang endodontist bekerja menangani akar dan ruang pulpa pada gigi. Salah satu perawatan yang banyak dicari adalah terapi saluran akar. Perawatan ini dilakukan saat pulpa, yang mengandung saraf gigi, mengalami peradangan. Untuk menghindari kerusakan kesehatan gigi yang lebih parah, pulpa akan diangkat dari ruangannya, lalu ruangan tersebut dibersihkan dari bakteri dan ditambal. Gigi dapat tetap bertahan, meskipun tanpa saraf.

Untuk menjadi periodontist, seseorang harus menyelesaikan pendidikan sarjana empat tahun dan melanjutkan pendidikan di bidang pengobatan gigi atau bedah gigi. Ia harus menyelesaikan program residensi atau magang, yang dapat memakan waktu lebih dari 5 tahun. Hanya setelah menyelesaikan program residensi, seorang dokter gigi dapat memperoleh sertifikat dari badan yang berwenang untuk melakukan praktik sebagai periodontist. Namun, periodontist tetap harus melanjutkan pendidikannya, sebab sertifikat yang diberikan harus diperbaharui setiap enam tahun.

Meskipun beberapa periodontist membuka praktik pribadi, beberapa di antaranya bekerja di lembaga pelayanan kesehatan seperti klinik daerah atau rumah sakit. Selain itu, juga dapat ditemui di sekolah dan organisasi nirlaba.

Periodontist bekerja secara dekat dengan teknisi radiologi, dokter gigi umum, dan spesialis lainnya seperti endodontist untuk membantu pasien mendapatkan senyum yang indah dan kesehatan gigi optimal.

Kapan Perlu Menemui Periodontist?

Pasien perlu menemui periodontist, jika:

  • Dirujuk oleh dokter gigi – Seringkali, pasien menemui periodontist karena telah dirujuk oleh dokter giginya. Umumnya karena masalah seperti penyakit gusi sudah menjadi sangat parah dan terlalu teknis.
  • Mencari opini lain – Banyak dokter gigi umum dilatih untuk mendiagnosa penyakit gusi, yang merupakan cakupan dari periodontist. Namun, jika pasien tidak menerima diagnosa dan rencana pengobatan dari dokter gigi umum atau jika pasien ingin mendapatkan lebih banyak informasi, pasien dapat secara langsung mengunjungi periodontist.
  • Membutuhkan pembersihan menyeluruh – Penyakit gusi seringkali menjangkit karena plak yang menumpuk pada gigi secara rutin. Plak terbentuk ketika timbunannya mengeras. Hal ini dapat merusak gigi, menyebabkan bakteri masuk dan membusukkan gigi. Pada pembersihan menyeluruh, periodontist melakukan pembersihan karang dan akar gigi. Pada tindakan pembersihan karang atau scaling, timbunan plak akan dihilangkan dari gigi. Dan pada pembersihan akar, kantung periodontal yang merupakan tanda memburuknya penyakit gusi juga akan dibersihkan untuk menghindari perkembangan bakteri.
  • Membutuhkan implan gigiImplan gigi adalah salah satu cara terbaik untuk menopang struktur gigi. Pasien dapat mengalami kehilangan tulang (bone loss) saat tulang tidak menopang apa-apa, seperti saat gigi telah dicabut. Untuk mencegah hal ini, implan gigi yang biasanya terbuat dari titanium ditambahkan dan dibiarkan menyatu dengan tulang.
  • Telah terdiagnosa dengan periodontitis – Periodontitis adalah peradangan pada gingiva atau gusi. Hal ini berkembang saat gusi mengalami iritasi karena penumpukan karang dan plak yang konsisten pada gigi. Saat ini terjadi, gusi jadi meradang dan terinfeksi. Jika tidak segera diobati, masalah gusi dapat memengaruhi tulang dan gigi menjadi goyang. Meskipun banyak faktor yang dapat menyebabkan atau memicu periodontitis, biasanya muncul karena pasien tidak menjaga kebersihan mulut seperti tidak menggosok gigi setiap hari atau tidak memeriksakan diri ke dokter gigi setahun sekali.
  • Penerima transplantasi – Pendonor organ dapat menyelamatkan ribuan nyawa, namun juga dapat membawa resiko setelah pasien menerima organ yang didonorkan. Kapan pun, tubuh dapat menyerang dan merusak organ yang baru didonasikan. Untuk mengurangi risiko ini, dokter akan memberikan obat penekan sistem kekebalan tubuh pada pasien. Namun, penekanan pada sistem kekebalan tubuh seperti ini dapat mengakibatkan masalah gigi dan mulut. Biasanya, dokter gigi akan merujuk pasien penerima transplantasi organ ke periodontist sebelum dan sesudah tindakan, untuk memastikan mulut dalam keadaan sehat.

    Rujukan:

  • Amsterdam JT. Oral medicine. In Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, et al, eds. Rosen's Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 8th ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier; 2013:chap 70.

  • Kawar N, Gajendrareddy PK, Hart T. Periodontal disease for the primary care physician. Dis Mon. 2011;57(4):174-183.

  • Chow AW. Infections of the oral cavity, neck, and head. In: Mandell GL, Bennett JE, Dolin R, eds. Principles and Practice of Infectious Diseases.

Bagikan informasi ini: