Pengertian dan Gambaran Umum

Psikiatri adalah cabang khusus dari kesehatan yang melibatkan pemahaman, penilaian, diagnosis, perawatan, serta pencegahan gangguan kejiwaan. Gangguan kejiwaan, di sisi lain, merupakan penyakit dengan efek yang merusak kemampuan pengelolaan emosi, kognitif, sosial, dan perilaku seseorang.

Apa yang Dilakukan Psikiater

Psikiater adalah dokter spesialis yang merawat pasien dengan gangguan kesehatan kejiwaan. Peran mereka termasuk melakukan penilaian dan diagnosis, memeriksa kondisi kesehatan terkait, dan memberikan saran perawatan yang tepat, termasuk konseling, pengobatan, dan perubahan gaya hidup, atau perantaraan.

Psikiater dapat ditemui di berbagai tempat, termasuk unit perawatan pada rumah sakit negeri dan swasta, praktik umum, penjara, universitas, dan praktik pribadi. Mereka bekerja bersama-sama dengan psikolog klinis, perawat kejiwaan, terapis kejiwaan, terapis okupasi, dan pekerja sosial dalam merawat pasien gangguan jiwa.

Terdapat lebih dari 200 penyakit kejiwaan, tetapi jenis yang paling umum yang dirawat psikiater adalah sebagai berikut:

  • Gangguan suasana hati atau afektif. Kondisi gangguan kejiwaan ini adalah keadaan di mana penderita menjadi sangat sedih dan tidak tertarik dengan kehidupan sehari-hari, bahagia berlebihan, atau memiliki suasana hati yang cepat berubah di antara keduanya. Gangguan bipolar dan depresi adalah dua gangguan suasana hati yang paling umum ditemukan.
  • Gangguan kegelisahan. Kondisi ini ditandai dengan perasaan gugup berlebihan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
  • Gangguan makan. Gangguan kejiwaan yang melibatkan perilaku, emosi, dan sikap terhadap makanan dan/atau berat badan, termasuk anoreksia nervosa dan bulimia.
  • Gangguan kepribadian. Penyakit kejiwaan dan masalah perilaku yang berakibat pada keanehan perilaku yang mengganggu kehidupan dan sosialisasi sehari-hari.
  • Kecanduan dan gangguan kontrol diri. Penyakit kejiwaan dimana pasien tidak mampu bertahan atas dorongan atau tindakan yang membahayakan diri mereka dan orang lain termasuk penyalahgunaan obat-obatan, alkohol, dan berjudi.
  • Gangguan psikotik. Jenis penyakit jiwa yang melibatkan waham dan halusinasi, seperti skizofrenia.

Kapan Menemui Psikiater

Penting untuk menemui psikiater jika Anda atau orang terdekat Anda menunjukkan tanda-tanda dan gejala-gejala gangguan kejiwaan. Penanganan lebih awal dapat membantu mengurangi gangguan atau bahkan mencegah penyakit kejiwaan tersebut. Tanda-tanda umum dari gangguan kejiwaan adalah sebagai berikut:

  • Penarikan sosial dan kehilangan keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi atau mempertahankan pemikiran logis
  • Permasalahan dengan ingatan dan cara berbicara tanpa sebab yang jelas
  • Peningkatan kepekaan terhadap suara, penglihatan, sentuhan, atau penciuman dan menghindari keadaan yang memungkinkan adanya rangsangan berlebihan
  • Apatis dan kehilangan ketertarikan terhadap interaksi sosial apapun
  • Penurunan fungsi yang tidak wajar, seperti dalam pekerjaan atau sekolah, dan ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan yang sebelumnya seringkali dilakukan (contoh: berhenti melakukan hobi, tinggal kelas, tidak melaporkan pekerjaan)
  • Peningkatan rasa takut, paranoia, dan rasa curiga
  • Rasa berkuasa berlebihan dalam memahami keadaan atau peristiwa, kepercayaan terhadap gagasan yang tidak logis
  • Perubahan drastis terhadap tidur dan napsu makan
  • Penurunan kebersihan pribadi
  • Perubahan drastis dan dramatis terhadap suasana hati dan perasaan
  • Rasa tidak nyata atau terasing dari sekitar dan situasi.


Mengalami satu atau dua dari gejala-gejala tersebut diatas tidak serta-merta mengindikasikan penyakit kejiwaan. Namun, jika beberapa gejala dirasakan bersamaan, kemungkinan gangguan kejiwaan benar terjadi. Jika salah satu atau beberapa gejala-gejala tersebut mulai mengganggu kehidupan normal, akan sangat bijak untuk mencari bantuan dari seorang ahli kesehatan jiwa. Lebih jauh lagi, gagasan untuk bunuh diri atau membunuh, serta perilaku aneh dan kekerasan sebaiknya segera disikapi.

Jika dibiarkan tanpa diobati, gejala-gejala tersebut kemungkinan besar akan meningkat hingga episode kegilaan yang dapat melibatkan waham dan halusinasi. Penolakan, rasa malu, atau ketakutan untuk mencari bantuan profesional harus dikalahkan. Semakin cepat perawatan dilakukan, semakin besar kemungkinan pasien untuk sembuh dan memperoleh hidupnya kembali.

Diagnosis dan Perawatan oleh Psikiater

Psikiater adalah dokter sehingga mereka dapat melakukan berbagai jenis perawatan pasien, mulai dari menyarankan uji laboratorium, memeriksa fisik dan psikologis untuk menilai kondisi fisik dan kejiwaan pasien. Berdasarkan hasil dari pengujian tersebut, informasi kesehatan dan psikologis, mereka akan mengembangkan rencana perawatan yang sesuai bagi keadaan pasien.

Psikiater juga menggunakan berbagai jenis perawatan termasuk pengobatan, psikoterapi, dan perawatan kesehatan lainnya. Mereka melakukan psikoterasi, dikenal pula sebagai terapi berbicara, yang meliputi sesi berbicara (individu atau kelompok) dengan tujuan menghilangkan dan mengendalikan gejala-gejala yang mengganggu kehidupan sehari-hari pasien. Beberapa permasalahan kejiwaan membutuhkan penggunaan obat-obatan untuk memperbaiki kemungkinan ketidakseimbangan kimiawi di otak pasien. Psikiater juga mengamati efek dari penyakit kejiwaan tersebut terhadap keadaan fisik lainnya, seperti pada tingkat tekanan darah dan gangguan koroner.

Pengobatan lainnya termasuk perangsangan otak secara mendalam, terapi elektrokonvulsif (ECT), terapi ringan, dan rangsangan magnetik transkranial berulang (rTMS), semua yang memanfaatkan mesin untuk merangsang saraf di otak dan memperbaiki permasalahan utama.

Pelatihan Psikiatri dan Sertifikasi

Untuk menjadi seorang psikiater, gelar kedokteran harus diperoleh, kemudian diikuti dengan mendalami ilmu penyakit kejiwaan selama empat tahun, termasuk merawat pasien dengan kondisi kesehatan yang beragam. Setelah pendalaman selama empat tahun, banyak psikiater melengkapi dengan keikutsertaan pada pelatihan selama beberapa tahun. Mereka harus lulus ujian tertulis dan lisan, memperoleh keterampilan yang luas dalam psikoterapi, serta memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai pengobatan kejiwaan dan perawatan lainnya. Sub-spesialisasi dari psikiater termasuk: kejiwaan anak dan dewasa, psikogeriatri, forensik atau psikiatri kehakiman, psikiatri adiksi, termasuk juga pengobatan penyakit, psikosomatik (pikiran dan tubuh), dan tidur.

Psikiater berbeda dengan psikolog karena mereka adalah dokter medis penuh yang dapat meresepkan obat, melakukan psikoterapi, dan perawatan kesehatan lainnya. Psikolog, di sisi lain, adalah ahli kesehatan jiwa dengan gelar psikologi klinis yang mengkhususkan pada uji psikologi, evaluasi, dan perawatan gangguan kejiwaan hanya melalui psikoterapi.

Referensi:

  • American Psychiatric Association. “About Psychiatry” Available: http://www.psychiatry.org/about-apa–psychiatry/more-about-psychiatry
  • American Psychiatric Association. “Warning Signs of Mental Illness“ http://www.psychiatry.org/mental-health/more-topics/warning-signs-of-mental-illness
  • Mental Health America. “Types of Mental Health Professionals.” Available: http://www.mentalhealthamerica.net/types-mental-health-professionals
  • National Alliance on Mental Illness. “Mental Health Professionals: Who They Are and How to Find One.” Available: http://www2.nami.org/Content/ContentGroups/Helpline1/Mental_Health_Professionals_Who_They_Are_and_How_to_Find_One.htm
  • The University of Sydney, Discipline of Psychiatry. “What Do Psychiatrists Do?” Available: http://sydney.edu.au/medicine/psychiatry/about/psychiatrists.php
Bagikan informasi ini: