Apa itu Reumatologi?

Reumatologi adalah cabang ilmu penyakit dalam yang mempelajari penyakit pada sendi, tendon, ligamen, jaringan halus, dan otot. Reumatologi juga merupakan sub spesialisasi dari kedokteran anak karena banyak penyakit dalam reumatologi yang telah terjadi sejak usia bayi. Reumatologi berasal dari kata rheuma, yang berarti hal-hal yang berhubungan dengan sendi. Seorang spesialis dalam bidang ini dikenal sebagai dokter ahli reumatologi.

Dokter ahli reumatologi dapat menangani lebih dari 150 jenis penyakit rematik, juga dikenal sebagai penyakit muskoloskeletal karena penyakit ini terjadi pada otot dan rangka tubuh. Hal ini juga berarti bahwa penyakit rematik adalah salah satu penyakit yang paling sering terjadi di dunia, terutama di Eropa, di mana setidaknya ada satu anggota keluarga yang diperkirakan akan didiagnosis atau terkena penyakit rematik.

Penyakit-penyakit rematik ini dapat disebabkan oleh trauma, kelainan genetik, kelainan bawaan, penyakit autoimun, atau penyakit lainnya seperti kanker. Beberapa jenis penyakit rematik yang paling umum adalah:

  • ArtritisArtritis adalah salah satu jenis rematik yang paling umum dan disebabkan oleh peradangan sendi. Artritis dapat dikategorikan menjadi artritis psoriatik (yang terjadi bersamaan dengan penyakit kulit bernama psoriasis), osteoartritis (yang ditandai dengan kerusakan tulang dan tulang rawan), dan artritis idiopatik juvenil (yang terjadi saat usia anak). Artritis juga dapat disebabkan oleh infeksi, suatu kondisi yang dinamakan artritis akibat infeksi.
  • Asam urat – Asam urat sering keliru dikira sebagai artritis karena keduanya memiliki gejala yang sama, termasuk pembengkakan dan kemerahan. Namun, penyebab utama asam urat adalah penimbunan kristal yang terbuat dari asam urat di antara sendi. Kondisi ini terjadi saat tubuh memiliki kadar purin yang sangat tinggi, yang berasal dari produk kaya protein seperti kacang dan daging merah.
  • Fibromialgia – Gangguan kesehatan ini memiliki definisi yang luas. Fibromialgia sering digunakan untuk merujuk pada penyakit rematik yang disertai dengan sindrom kelelahan kronis dan penegangan otot, yang menyebabkan pasien kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk bangun dari tempat tidur.
  • LupusLupus dapat dibedakan menjadi dua jenis. Jenis yang lebih parah adalah lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE). Pada lupus, sistem kekebalan tubuh akan menyerang jaringan penghubung, sendi, dan tendon. Setidaknya ada 100.000 orang yang telah didiagnosis terkena lupus.

Kapan Anda Harus Menemui Dokter Ahli Reumatologi

Karena rumitnya penyakit rematik, seseorang yang diperkirakan terkena penyakit ini harus menemui dokter ahli reumatologi. Dokter ahli reumatologi telah memiliki pelatihan formal, pengalaman selama bertahun-tahun, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk mendiagnosis, mengobati, dan menangani tanda dan gejala penyakit rematik.

Dokter ahli reumatologi menjalani pelatihan kedokteran umum selama setidaknya empat tahun, kemudian ia menjalani pelatihan spesialis di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit selama 2-3 tahun. Dokter ahli reumatologi juga harus telah mendapatkan sertifikasi dan lisensi dari Medical Licensure Board dan American Board of Internal Medicine. Ia juga harus telah mendapatkan sertifikat dari lembaga lainnya apabila ia ingin menangani pasien anak.

Karena gejala rematik memiliki kesamaan dengan penyakit lain, seringkali pasien akan terlebih dahulu menemui dokter umum sebelum dirujuk ke dokter ahli reumatologi. Walaupun begitu, pasien harus menemui dokter ahli reumatologi apabila:

  • Pasien menunjukkan tanda dan gejala umum dari penyakit rematik – Gejala ini meliputi bengkak kemerahan pada sendi, bagian tubuh yang terasa lunak, nyeri akut atau kronis, dan kesulitan bergerak. Terkadang, pasien juga dapat mengalami kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan demam.
  • Pasien merasa lemas akibat nyeri yang dirasakan – Nyeri dapat terjadi dalam berbagai tingkat. Walaupun ada nyeri yang ringan, namun ada juga nyeri yang sangat menyakitkan dan menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan kegiatan normal. Jenis nyeri yang seperti ini dikenal dapat mengganggu atau sangat mengurangi kualitas hidup pasien.
  • Penyakit membatasi pergerakan pasien – Sendi, otot, tendon, jaringan, tulang rawan adalah beberapa contoh bagian tubuh yang berperan penting dalam pergerakan. Pasien yang memiliki penyakit rematik akan kesulitan berjalan, menaiki tangga, membungkuk, atau bahkan duduk dan berdiri. Beberapa pasien dapat merasakan kekakuan tubuh selama beberapa saat.
  • Ada anggota keluarga yang didiagnosis terkena artritis – Banyak penyakit rematik, seperti artritis dan lupus, yang disebabkan oleh faktor genetik.
  • Penyakit harus ditangani – Saat ini semakin banyak ahli yang memperlakukan penyakit rematik sebagai penyakit autoimun, yang berarti penyakit ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun dapat ditangani dan dikendalikan. Pasien yang memiliki rematik harus menemui dokter ahli reumatologi untuk mengawasi perkembangan rematik, mencegah agar rematik tidak memburuk, mengendalikan gejala, dan mencari tahu apakah pengobatan yang dilakukan masih bekerja.



Rujukan:

  • American College of Rheumatology
  • Rheumatology Research Foundation
Bagikan informasi ini: