Apa itu Bedah Kardiotorasik

Bedah kardiotorasik adalah cabang dari pembedahan yang menangani masalah pada dada (thoraks) dan pada jantung (cardiac). Bahkan, bidang ini juga mencakup esofagus atau tenggorokan. Di beberapa negara, pembedahan dada dan jantung dipisahkan menjadi dua cabang pembedahan yang berbeda.

Seseorang yang memiliki spesialisasi dalam tindakan bidang ini disebut dokter bedah kardiotorasik, meskipun dokter tersebut juga dapat disebut sebagai dokter bedah kardio, dokter bedak toraks, atau dokter bedah kardiovaskuler.

Karena pembedahan ini memerlukan teknik khusus, dokter yang ingin melanjutkan ke bidang spesialisasi pembedahan kardiotorasikik perlu memperoleh pelatihan dan pendidikan selama bertahun-tahun. Para dokter tersebut menghabiskan empat tahun sebelum sekolah kedokteran dan empat tahun lagi untuk sekolah kedokterannya. Kemudian, dokter tersebut akan menjalani praktik residen, di mana mereka akan menghabiskan sekitar enam tahun untuk membantu dan melakukan pembedahan umum. Setelah tahap tersebut dilewati, dokter tersebut perlu menjalani dua tahun untuk tahap pelatihan fellowship untuk spesialisasi. Selanjutnya, dokter tersebut juga perlu mengambil sertifikasi dewan speasialisasi dari bidang tersebut.

Karena lamanya pendidikan yang diperlukan, banyak mahasiswa kedokteran lebih mengambil program residen yang hanya akan menghabiskan enam tahun, dibandingkan dengan tujuh atau bahkan sembilan tahun pada program lainnya. Namun, proses penerimaan pada program residen sangat ketat dan hanya sebagian kecil dari para kandidat diterima setiap tahunnya.

Siapa yang Perlu Menjalani Bedah Kardiotorasikik dan Hasil yang Diharapkan

Berbagai jenis masalah dan penyakit dapat mengganggu daerah dada, terutama pada paru-paru dan jantung. Penyakit kardiovaskuler adalah penyebab utama dari kematian yang bisa dihindari setiap tahunnya. Kanker paru-paru adalah penyebab kematian paling tingggi di dunia ini. Risiko kematian dari penyakit-penyakit tersebut sama besarnya untuk laki-laki dan perempuan.

Pembedahan biasanya dilakukan jika ada suatu masalah membuat organ-organ utama tubuh menjadi tidak bisa bekerja dengan optimal, yang membuat nyawa penderitanya menjadi terancam. Contohnya, penyempitan atau penyumbatan dari pembuluh darah arteri (stenosis) akan memperlambat dan bahkan menghentikan peredaran darah ke berbagai anggota tubuh, terutama untuk otak. Jika otak kekurangan oksigen dan nutrisi, jaringan pada otak akan mati, yang akan membuat tubuh menjadi tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Di sisi lain, penyakit paru-paru, seperti munculnya tumor pada paru-paru, akan mengurangi pasokan oksigen untuk tubuh secara signifikan, dan juga membuat penderitanya menjadi sulit bernapas. Pembedahan juga perlu dilakukan jika penyebab dari penyakit ini adalah cacat bawaan, yang biasanya disebabkan oleh mutasi genetik saat kehamilan.

Tujuan luas dari bedah kardiotorasik adalah untuk membantu pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. Ini berarti tindakan yang dilakukan pada pasien dapat memperpanjang hidup pasien, mengurangi gejala yang mengganggu, dan pada akhirnya untuk mengobati penyakit yang diderita. Misalnya, menanam alat pacu jantung yang dapat membantu mengatur detak jantung pasien.

Cara Kerja Bedah Kardiotorasik

Dokter bedah kardiotorasik dapat melakukan berbagai macam jenis tindakan, yaitu:

  • Angioplasty – Ini adalah tindakan yang umum dilakukan bagi seseorang yang menderita penyempitan pembuluh darah arteri. Kateter dengan balon di ujungnya akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah arteri major, yang terletak pada paha atau pada pinggang. Saat kateter sudah mencapai posisi yang diinginkan, balon tersebut akan dipompa beberapa kali sampai tumpukan lemak yang menyebabkan penyumbatan dapat terdorong ke dinding pembuluh darah. Dalam beberapa kasus, angioplasty juga dilakukan dengan stenting. Stent adalah stuktur buatan yang akan membantu pembuluh darah arteri agar tetap membuka.

  • Bedah bypass koroner – Tindakan ini dilakukan jika jalur aliran darah yang normal sudah rusak dan tidak bisa diobati dengan bedah angioplasty atau tindakan lainnya. Dokter bedah akan menggunakan jaringan cangkokan, yang biasanya adalah pembuluh darah kecil yang sehat dari bagian tubuh lainnya, yang akan digunakan sebagai rute aliran darah yang baru.

  • Cardiomyoplasty – Jantung adalah organ berotot yang memompa darah di setiap saat. Namun, ada beberapa kemungkinan di mana jaringan otot jantung rusak atau melemah. Pembedahan cardiomyoplasty adalah proses di mana otot jantung akan diperkuat dengan membungkus otot jantung tersebut dengan jaringan otot bagian tubuh lainnya, biasanya dari bagian perut atau dari punggung.

  • Transplantasi – Transplantasi menjadi perlu dilakukan jika organ tubuh yang penting seperti jantung dan paru-paru sudah dianggap gagal dan tidak bisa diobati agar menjadi lebih baik. Organ transplantasi akan diambil dari orang yang sudah meninggal yang cocok bagi pasien resipien.

  • Pembedahan Minim Invasi / Pembedahan Berisiko Kecil – Banyak dokter bedah kardiotorasik memiliki spesialisasi pada pembedahan minim risiko, di mana hanya akan dibuat sayatan kecil pada setiap tindakan. Tindakan yang dilakukan dengan bantuan robot, seperti sistem Da Vinci, juga termasuk pada jenis tindakan ini.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Bedah Kardiotorasik

Perlu diingat, pembedahan adalah tindakan yang lebih berisiko dibandingkan tindakan perawatan dan pengobatan lainnya. Selalu ada ancaman infeksi dan pendarahan berlebih di setiap tindakan, meskipun risiko ini dapat diminimalisir dengan pembedahan minim invasi / risiko.

Untuk jenis transplantasi, risiko dan komplikasi terbesar adalah reaksi penolakan oleh tubuh. Saat reaksi penolakan ini terjadi, tubuh dapat menyerang organ donor ini secara otomatis sampai organ tersebut mati dengan sendirinya. Karenanya, dokter perlu memberikan obat-obatan yang perlu diminum secara rutin untuk mengurangai kemungkinan terjadinya reaksi penolakan oleh tubuh resipien.

Rujukan:

  • http://www.sts.org/patient-information/what-thoracic-surgeon

  • http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HeartAttack/PreventionTreatmentofHeartAttack/Cardiac-Procedures-and-Surgeries_UCM_303939_Article.jsp

Bagikan informasi ini: