Asia Tenggara Pilihan Destinasi untuk Mengobati Peradangan Anus

Butuh bantuan untuk mencari perawatan medis di luar negeri?Hubungi kami di: +62 8557 4670 043

Asia Tenggara Pilihan Destinasi untuk Mengobati Peradangan Anus

Peradangan anus adalah salah satu dari beberapa masalah kesehatan yang dapat ditangani oleh rumah sakit serta fasilitas medis kelas dunia di Asia Tenggara. Masalah yang dikarakteristikan dengan peradangan pada kanalis anal (anusitis) atau lapisan rektum bagian dalam (proctitis). Masalah ini nantinya dapat memicu nyeri dan gatal pada anus, perdarahan rektum, sensasi terbakar, keluarnya cairan berbau busuk, dan tekanan pada tulang pinggul.

Dengan mengobati peradangan anus, pasien bisa terbebas dari nyeri, mengurangi infeksi, dan menyembuhkan infeksi yang ada.

Dalam pengobatannya beragam obat-obatan dapat diresepkan, seperti obat antiradang, antibiotik, antijamur, dan obat pelemah . Namun, ada kasus tertentu yang mempertimbangkan bedah sebagai solusi untuk mengobati peradangan anus, apabila peradangan tersebut terkait dengan masalah autoimun. Misalnya, kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.

Bagaimana pun kondisi peradangannya, masalah ini perlu cepat diobati. Tapi, kemungkinan sembuh total pasien lebih besar, jika mendapatkan perawatan dari spesialis.

Ada banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Singapura, Malaysia, dan Thailand yang memiliki spesialisasi pengobatan peradangan dan masalah autoimun. Ketiga negara ASEAN ini dikenal sebagai tujuan wisata kesehatan terbaik di kawasannya. Ketiga negara ini, serius dan terus-menerus berinvestasi untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan kesehatannya.

Malaysia di tahun 2009 telah mendirikan dewan khusus untuk mengurus segala sesuatu terkait wisatawa kesehatan, yaitu Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC). Dewan ini dengan aktif berusaha meningkatkan fasilitas kesehatan dan mempermudah proses masuk untuk wisatawan kesehatan. Sekarang, para wisatawan kesehatan berhak atas perpanjangan visa hingga 90 hari dan dapat ditemani oleh empat orang yang mendapatkan hak serupa. Ini berarti pasien bisa berpergian dengan anggota keluarga yang akan membantunya selama proses pengobatan dan penyembuhan. Malaysia juga membuat website wisata kesehatan dan menyediakan call centre.

Thailand juga melakukan hal serupa dengan Malaysia, malah negara ini telah melakukannya lebih dari 40 tahun. Sehingga, negara ini menarik pasien dari seluruh dunia, terutama dari negara ASEAN lainnya, yang berkontribusi sebanyak 35% untuk total pasien internasional. Kebijakan yang mempermudah wisatan kesehatan pun tersedia. Hampir untuk seluruh negara di dunia bisa mendapatkan visa-on-arrival dan juga perpanjangan 90 hari untuk wisatawan kesehatan. Selain itu, negara ini merupakan rumah sakit dengan akreditasi Joint Commission International (JCI) pertama di Asia Tenggara. Dan saat ini, Thailand memiliki lebih dari 30 rumah sakit dengan akreditasi JCI.

Sementara Singapura telah digaungkan sebagai yang pusat kesehatan terdepan di Asia. Reputasi ini masih terus dipertahankan di bawah pengawasan Singapore Medicine. Negara ini memiliki lebih dari 20 rumah sakit berakreditasi JCI dan bangga dengan kualitas layanan kesehatannya yang tinggi. Salah satu alasan kenapa Singapura harus dipilih sebagai destinasi untuk mengobati peradangan anus, yaitu rendahnya hambatan bahasa. Masalah umum yang ditemui wisatawan kesehatan di Malaysia dan Thailand. Di Singapura, Inggris merupakan bahasa umum, sehingga lebih nyaman bagi pasien internasional.

Mengapa DocDoc

Apa kata mereka tentang DocDoc?

Pelayanan kami 100% bebas biaya bagi pasien.

Partner kami membayar untuk jasa yang kami berikan. Sebagai gantinya, kami membantu mereka meningkatkan efisiensi praktiknya, mengisi janji temu yang dibatalkan pada menit terakhir, dan menyediakan layanan kesehatan berkualitas bagi Anda. Partner kami tidak pernah membebankan biaya yang dibayarkan ke DocDoc pada pasien. Kami memastikannya sebagai bagian dari komitmen kami.