Apa itu Konsultasi THT Anak?

Konsultasi Telinga Hidung Tenggorokan (THT) anak adalah janji temu dengan dokter THT anak yang diatur sesuai dengan permintaan orangtua atau wali untuk membahas gangguan THT anak mereka.

Dokter THT anak adalah spesialis yang menangani diagnosis dan perawatan gangguan kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan anak atau remaja. Dokter spesialis anak menangani pasien muda mulai dari bayi hingga remaja yang beranjak dewasa, dan mampu menangani penyakit ringan hingga berat. Walaupun penyakit THT pada anak umumnya bersifat ringan, karena usia pasien masih muda. Orang tua dan wali mudah khawatir, sehingga dengan konsultasi dengan dokter spesialis dapat membuat mereka lebih tenang. Selain itu, mengikuti konsultasi umum dapat membantu mencegah penyakit ringan berkembang menjadi penyakit serius.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi THT Anak & Hasil yang Diharapkan

Konsultasi THT umum sangat bermanfaat bagi bayi, anak-anak, dan remaja yang mengalami gejala-gejala berikut:

  • Radang tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Batuk
  • Hidung beringus
  • Rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan
  • Bengkak atau benjol pada leher
  • Mendengkur


Gejala-gejala ini adalah indikator penyakit ringan, seperti:

  • Pilek (salesma)
  • Flu
  • Infeksi telinga
  • Radang amandel
  • Glue ear (penumpukan cairan tebal dan lengket pada rongga dalam telinga)
  • Sinusitis atau infeksi sinus
  • Alergi
  • Asma
  • Hay fever (alergi musim semi) atau rinitis alergi


Namun, gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan tanda adanya penyakit serius yang harus segera mendapat penanganan medis, seperti:

  • Kista dan dermoid, yang merupakan penyakit bawaan atau dapatan
  • Telinga tidak normal akibat bawaan lahir
  • Kelainan bentuk hidung
  • Penyakit tiroid dan paratiroid (penyakit kelenjar)
  • Penyakit kelenjar ludah (liur)
  • Gangguan pendengaran
  • Otitis (radang telinga) menengah, otitis parah, atau otitis kronis
  • Saluran pernapasan tidak normal atau tersumbat
  • Penyakit asam lambung
  • Gangguan keseimbangan
  • Apnea tidur atau tersumbatnya saluran pernapasan saat tidur
  • Kelainan saraf wajah dan tengkorak
  • Tumor lunak dan tumor ganas


Sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga mereka rentan akan berbagai gangguan THT. Penting untuk segera membawa anak untuk berkonsultasi dengan dokter umu atau THT, jika muncul gejala tertentu, terutama jika gejala terlihat parah.

Di akhir sesi konsultasi, orangtua atau wali harus benar-benar paham mengenai penyebab yang memicu gejala pada anak, cara meringankan dan menangani penyebabnya, serta mencegah penyakit untuk tidak kembali lagi.

Apabila terdeteksi adanya penyakit yang serius, pasien harus mengikuti tes lanjutan dan orangtua atau wali akan memandu anak untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Cara Kerja Konsultasi THT Anak

Konsultasi ini dilaksanakan di ruang atau klinik dokter, di mana terdapat alat-alat medis yang mungkin dibutuhkan. Peralatan medis yang umum digunakan dokter THT biasanya terlihat aneh dan menyeramkan bagi pasien anak, namun peralatan ini hanya digunakan untuk memeriksa bagian yang sulit dijangkau atau tersembunyi. Seperti bagian dalam telinga atau tenggorokan, dan tidak digunakan pada sesi konsultasi. Konsultasi awal tidak melibatkan prosedur medis.

Umumnya, konsultasi dimulai dengan membahas gejala yang dialami pasien. Lalu, melakukan evaluasi riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Pada kunjungan awal ke dokter THT, orangtua dan wali harus membawa rekam medis pasien, seperti berkas-berkas pengobatan, daftar alergi, dan sebagainya. Dokter spesialis THT akan memeriksa kondisi telinga, hidung, dan tenggorokan pasien dengan peralatan sebagai berikut:

  • Otoskop (alat pemeriksa telinga) – Alat ini berfungsi untuk memeriksa bagian dalam dan gendang telinga. Dilengkapi dengan lampu kecil yang menerangi dan memperbesar area dalam telinga. Pasien tidak akan merasa nyeri atau tidak nyaman, dan pemeriksaan ini aman untuk segala usia, termasuk bayi dan balita.

  • Garpu tala – Alat yang digunakan pada pasien dengan gangguan pendengaran (disamping masalah fisik, seperti penumpukan kotoran atau debris membuat telinga tersumbat). Pada kasus yang membutuhkan pemeriksaan intensif terhadap pendengaran pasien, dokter akan melaksanakan tes pendengaran resmi.

  • Spekulum – Alat ini digunakan untuk memeriksa bagian dalam hidung secara visual. Endoskopi juga akan digunakan, namun hanya pada penyakit hidung yang lebih parah.

  • Nasofaringoskop [nasolaryngoscope/nasopharinx] – Alat ini merupakan sebuah kabel serat optik yang dimasukkan pada hidung untuk memeriksa laring atau kotak suara. Penggunaan nasofaringoskop akan membuat anak merasa tidak nyaman tetapi mereka mampu mengatasinya. Pada penyakit tenggorokan, dokter akan memeriksa dengan cara meraba leher untuk mendeteksi adanya kelenjar, bengkak, atau benjol. Kemudian diikuti dengan pemeriksaan rongga mulut, dimana dokter akan meminta pasien untuk membuka mulut dan mengeluarkan lidah, sehingga mulut akan terlihat jelas, lalu alat penekan lidah akan digunakan agar area amandel dapat terlihat jelas.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi THT Anak

Orangtua dan wali disarankan untuk membawa anak mereka pada dokter THT umum minimal satu kali dalam setahun untuk pemeriksaan rutin.

Namun, kondisi tertentu seperti mengidap gejala yang bertahan lebih dari 3 hari (bagi bayi dan balita) dan dua minggu (bagi anak), mengharuskan pasien untuk membuat janji temu khusus dengan dokter THT. Gejala ini adalah indikasi adanya virus dingin atau infeksi bakteri pada tenggorokan yang umum terjadi pada anak-anak dan bukan merupakan kondisi yang parah, menetap, atau kambuh, dan bila dibiarkan akan menimbulkan komplikasi.

Contohnya, infeksi telinga adalah kondisi ringan yang dapat ditangani dengan mudah oleh antibiotik. Namun, infeksi telinga yang terulang menandakan adanya penyakit yang lebih serius, penyebab dasar, beberapa di antaranya mengharuskan prosedur operasi. Oleh karena itu, untuk mencegah kondisi memburuk dan melindungi anak dari konsumsi antibiotik berulang, yang dapat membuat tubuh anak kebal terhadap antibiotik dan menyebabkan efek samping, seperti diare, ruam popok, dan kandidiasis. Sebaiknya segera kenali penyebab gangguan kesehatan pada anak dan mencari cara terbaik untuk mengatasinya dengan cepat.

Rujukan:

  • Long SS. Respiratory tract symptom complexes. In: Long SS, ed. Principles and Practice of Pediatric Infectious Diseases. 4th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2012: bab 21.

  • Manning SC. Medical management of nasosinus infectious and inflammatory disease. In: Flint PW, Haughey BH, Lund LJ, et al, eds. Cummings Otolaryngology: Head & Neck Surgery. 5th ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier; 2010: bab 50.

Share This Information: