Apa itu Konsultasi Periodonti Lanjutan?

Penyakit periodontal adalah infeksi yang menyerang gusi, tulang alveolar, dan ligamen periodontal. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama dari hilangnya gigi. Pada stadium awal, penyakit ini dikenal sebagai gingivitis dan dapat diobati oleh dokter gigi umum. Namun, apabila penyakit bertambah parah menjadi periodontitis (peradangan pada jaringan di sekitar gigi), pengobatan akan dilakukan oleh spesialis periodonsia, atau dokter gigi yang lebih ahli dalam pengobatan dan penanganan penyakit periodontal.

Penyakit periodontal adalah penyakit serius yang terjadi karena gangguan pada mulut baru ditangani setelah memburuk. Maka dari itu, penyakit ini biasanya membutuhkan perawatan yang lama dan terdiri dari beberapa konsultasi lanjutan, agar spesialis periodonsia dapat mengawasi perkembangan pasien dan mengubah pengobatan jika dibutuhkan.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Periodonti Lanjutan & Hasil yang Diharapkan

Pada kebanyakan kasus, dokter gigi umum akan merujuk pasien ke spesialis periodonsia untuk mendapatkan pengobatan khusus. Namun, spesialis periodonsia juga menerima pasien tanpa rujukan, karena mereka juga dapat melakukan tindakan gigi umum.

Pada tahun 2006, American Academy of Periodontology (AAP) menerbitkan makalah yang membahas jenis gangguan mulut yang harus ditangani oleh spesialis periodonsia. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pasien yang menderita periodontitis akut parah atau kronis
  • Pasien yang mengalami kelainan pada tulang mulut
  • Pasien yang terkena penyakit yang tidak dapat diobati oleh dokter gigi umum
  • Pasien yang mengalami gangguan atau peradangan pada mulut yang belum
  • Pasien yang menderita penyakit periodontal yang disertai oleh kondisi sistemik lainnya, seperti kanker, kehamilan, diabetes, penyakit kardiovaskular, atau pasien yang baru saja mendapatkan transplantasi organ.


Semua kondisi di atas biasanya baru ditangani oleh spesialis periodonsia setelah memasuki stadium akhir. Sehingga, kondisi tersebut akan lebih susah diobati. Maka dari itu, konsultasi lanjutan harus dilakukan.

Harap diingat bahwa selain mengobati penyakit periodontal, spesialis periodonsia juga dapat melakukan berbagai tindakan pengobatan dan perawatan gigi. Tindakan yang memerlukan beberapa kunjungan adalah pemasangan atau perbaikan implan gigi, pembedahan untuk kelainan tulang, dan tindakan kecantikan gigi tertentu.

Cara Kerja Konsultasi Periodonti Lanjutan

Konsultasi lanjutan dengan spesialis periodonsia biasanya berlangsung lebih cepat daripada konsultasi awal. Saat konsultasi awal biasanya akan dilakukan tindakan tertentu, misalnya pembersihan karang dan akar gigi. Tindakan ini dapat membutuhkan waktu sampai beberapa jam, tergantung pada tingkat keparahan dari kondisi gigi pasien.

Saat konsultasi lanjutan, spesialis periodonsia biasanya akan memeriksa keberhasilan dari pengobatan yang telah dilakukan. Untuk melakukan hal ini, ia akan melakukan pemeriksaan visual pada bagian mulut yang diobati. Apabila dirasa perlu, ia juga akan melakukan tindakan diagnostik seperti rontgen tulang rahang dan tes mikrobiologis.

Konsultasi lanjutan biasanya dilakukan dalam jangka waktu beberapa minggu. Namun, jika pasien mengalami komplikasi karena pengobatan dan merasakan gejala tertentu, misalnya nyeri yang sangat menyakitkan, mereka harus segera berkonsultasi dengan spesialis periodonsia, walapun belum saatnya untuk konsultasi lanjutan.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Konsultasi Periodonti Lanjutan

Konsultasi periodonti lanjutan merupakan tindakan yang 100% aman. Namun, ada resiko yang dapat timbul apabila pasien menjalani tes atau pengobatan tertentu. Untuk mengurangi resiko tersebut, spesialis periodonsia akan memeriksa riwayat kesehatan pasien, obat yang sedang dikonsumsi, dan alergi yang diderita sebelum melakukan pengobatan.

Rujukan:

  • Kawar N, Gajendrareddy PK, Hart T. Periodontal disease for the primary care physician. Dis Mon. 2011;57(4):174-183.

  • Chow AW. Infections of the oral cavity, neck, and head. In: Mandell GL, Bennett JE, Dolin R, eds. Principles and Practice of Infectious Diseases. 7th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Churchill Livingstone; 2009:chap 60.

Share This Information: